Disbud Bali Gandeng Event Organizer untuk Pesta Kesenian Bali 2026: Demi Kesejahteraan Seniman
Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026 akan hadir dengan pola baru. Dinas Kebudayaan Bali menggandeng Event Organizer (EO) untuk memastikan pembayaran seniman lebih cepat dan layanan profesional, meningkatkan kualitas penyelenggaraan.
Dinas Kebudayaan (Disbud) Bali mengambil langkah signifikan untuk Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-48 tahun 2026. Untuk pertama kalinya, Disbud Bali akan menggunakan jasa Event Organizer (EO) dalam penyelenggaraan acara budaya tahunan ini. Keputusan ini diambil berdasarkan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan PKB sebelumnya, khususnya terkait administrasi dan pembayaran kepada para seniman.
Kepala Disbud Bali, Ida Bagus Alit Suryana, menjelaskan bahwa penggunaan EO bertujuan utama untuk kesejahteraan seniman. Evaluasi menunjukkan adanya keluhan mengenai lamanya proses pembayaran setelah seniman tampil, bahkan sempat viral di media sosial. Dengan adanya EO, diharapkan administrasi pembayaran dapat berlangsung lebih cepat dan efisien.
Pola baru dalam sistem pelaksanaan PKB 2026 yang bertajuk "Atma Kerti: Jiwa Sidha Parisudha" ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan secara keseluruhan. Langkah ini merupakan bentuk penghormatan kepada para seniman sebagai pusat perhelatan PKB, memastikan mereka dapat tampil lebih nyaman dan profesional.
Alasan Penggunaan Event Organizer
Keputusan Disbud Bali untuk menggandeng Event Organizer pada Pesta Kesenian Bali 2026 merupakan respons langsung dari hasil evaluasi pelaksanaan PKB sebelumnya. Salah satu masalah krusial yang teridentifikasi adalah keterlambatan pembayaran honorarium seniman. Seringkali, seniman harus menunggu dalam waktu lama untuk menerima hak mereka setelah tampil, menimbulkan ketidaknyamanan dan keluhan.
Alit Suryana menegaskan bahwa tujuan utama dari perubahan pola ini adalah untuk mempercepat proses administrasi. Dengan EO, pembayaran kepada seniman dapat ditangani secara lebih gesit. EO akan menalangi biaya tepat setelah seniman selesai tampil, sehingga seniman tidak perlu lagi menunggu berbulan-bulan seperti yang terjadi di masa lalu.
Percepatan pembayaran ini diharapkan dapat menghilangkan kekhawatiran finansial bagi para seniman. Hal ini juga menjadi upaya Disbud Bali dalam memberikan pelayanan yang lebih baik dan profesional. Penggunaan jasa penyelenggara ini menjadi solusi atas permasalahan yang kerap muncul pada penyelenggaraan sebelumnya.
Peningkatan Kualitas Layanan dan Profesionalisme
Selain mempercepat pembayaran, penggunaan Event Organizer juga ditujukan untuk meningkatkan kualitas layanan teknis di lapangan. Aspek-aspek seperti penataan panggung, pencahayaan, dan pengeras suara akan ditangani secara lebih profesional. Hal ini penting untuk memastikan setiap pertunjukan dapat terselenggara dengan standar tinggi.
Alit Suryana menyatakan bahwa peningkatan kualitas layanan ini merupakan bagian dari komitmen Disbud Bali. Tujuannya adalah memberikan pengalaman terbaik bagi seniman dan penonton Pesta Kesenian Bali 2026. Profesionalisme dalam setiap detail teknis akan mendukung kelancaran dan kesuksesan setiap pementasan.
Setiap kelompok seni yang tampil akan didampingi oleh tim profesional dari EO. Tim ini mencakup Liaison Officer (LO), stage manager, hingga show director. Kehadiran mereka akan memastikan alur pertunjukan berjalan tertib dan sesuai rencana, menciptakan lingkungan yang kondusif bagi para pelaku seni.
Mekanisme Transparan Penunjukan EO
Masyarakat sempat mempertanyakan potensi adanya permainan uang dalam skema pembayaran melalui Event Organizer. Kekhawatiran muncul karena pembayaran yang sebelumnya dilakukan secara langsung kepada setiap seniman oleh Disbud Bali, kini akan dilakukan secara gelondongan kepada EO.
Menanggapi kekhawatiran tersebut, Kepala Disbud Bali memastikan bahwa penunjukan perusahaan EO telah melalui mekanisme yang transparan. Prosesnya dilakukan melalui e-purchasing, bukan penunjukan langsung oleh pemerintah. Ini menjamin bahwa skema kerja sama dengan EO tetap mengacu pada mekanisme pengadaan yang berlaku.
Alit Suryana menekankan bahwa Disbud Bali tidak menentukan secara langsung perusahaan EO yang terpilih. Proses seleksi dilakukan melalui e-Katalog, sehingga menjamin objektivitas dan akuntabilitas. Mekanisme ini diharapkan dapat menghilangkan keraguan publik terkait integritas proses pengadaan jasa penyelenggara.
Jaminan dan Peran Event Organizer
Pemilik EO Rumah Anak Seni, I Made Ryska Arda Witayana, mengonfirmasi keterlibatan perusahaannya dalam Pesta Kesenian Bali 2026. Keterlibatan ini merupakan hasil tender yang dimulai sejak November 2025 dan ditetapkan pada Januari 2026. Proses seleksi yang kompetitif ini menunjukkan profesionalisme dalam penunjukan EO.
Made Ryska menjamin bahwa seniman akan langsung dibayar setelah tampil menggunakan dana EO terlebih dahulu. Ini adalah solusi konkret untuk mengatasi masalah keterlambatan pembayaran yang sering terjadi. Jaminan ini memberikan kepastian finansial bagi para seniman.
Tim EO yang terdiri dari sekitar 100 orang telah mulai bekerja untuk menyesuaikan tugasnya. Mereka berkolaborasi dengan perangkat daerah dalam hal teknis pertunjukan dan administrasi seniman. Namun, EO tidak mengurusi konsep apalagi mengkurasi karya seni, melainkan fokus pada aspek operasional dan logistik.
Sumber: AntaraNews