Jakarta Bhayangkara Juara PLN Mobile Proliga 2025
Menpora Dito Ariotedjo mengungkapkan kebanggaannya atas antusiasme tinggi masyarakat terhadap voli di PLN Mobile Proliga 2025.
Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo, mengungkapkan rasa bangganya terhadap antusiasme tinggi masyarakat terhadap voli dalam ajang PLN Mobile Proliga 2025. Pernyataan tersebut disampaikan Dito setelah menyaksikan pertandingan final yang berlangsung di GOR Amongrogo, Yogyakarta, pada hari Minggu (11/5).
Wakil Ketua Proliga, Reginald Nelwan, menginformasikan bahwa sekitar 7.000 penonton hadir langsung di dalam GOR Amongrogo untuk menyaksikan laga grand final tersebut. Di luar arena, banyak pula penggemar voli yang berkumpul untuk mendukung tim favorit mereka.
"Saya bahagia berada di sini, melihat semangat masyarakat menonton voli. GOR sangat penuh dan ini menandakan bahwa masyarakat sangat menikmati pertandingan," ungkap Menpora Dito.
Ia juga tidak lupa memberikan ucapan selamat kepada tim Jakarta Bhayangkara Presisi yang berhasil meraih gelar juara. Tim yang dilatih oleh Reidel Toiran ini berhasil mengalahkan Jakarta LavAni Livin Transmedia dalam pertandingan yang berlangsung dramatis dengan skor akhir 3-2 (19-25, 23-25, 25-22, 25-22, 15-9).
"Selamat untuk tim Jakarta Bhayangkara Presisi yang berhasil meraih juara, serta juga seluruh tim yang telah ikut berpartisipasi. Final telah selesai dan dilaksanakan dengan sukses," kata Menpora Dito.
Penutupan Proliga 2025 ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Menpora Dito Ariotedjo bersama Ketua Umum Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI), Komjen. Pol. (purn) Drs. Imam Sudjarwo, M.S. Sudjarwo.
Rencana Proliga 2026
Untuk Proliga 2026, Imam menyatakan bahwa PBVSI telah merencanakan beberapa perubahan. Salah satu perubahan tersebut adalah penerapan sistem salary cap, yang merupakan batas maksimum gaji pemain. Dengan adanya salary cap ini, diharapkan lebih banyak klub dapat berpartisipasi tanpa harus terbebani oleh biaya yang tinggi, serta menjaga agar kompetisi tetap berlangsung secara kompetitif.
"Tahun depan kita sudah berlakukan yang namanya salary cap. Itu adalah batas maksimum untuk honor atlet, baik lokal maupun asing," paparnya.
"Kenapa diatur seperti itu? Agar klub-klub kecil yang punya atlet bagus bisa tetap bersaing. Ini akan menciptakan pemerataan."
Selain itu, PBVSI juga menargetkan agar jumlah peserta pada musim depan mencapai minimal delapan tim untuk kategori putra dan delapan tim untuk kategori putri. Mengenai pelaksanaan, Imam menjelaskan bahwa kompetisi akan dimulai pada bulan Januari dan berlangsung hingga Mei, termasuk selama bulan Ramadan. Dengan rencana ini, PBVSI berharap dapat menciptakan iklim kompetisi yang lebih sehat dan menarik bagi semua pihak yang terlibat.
Talenta Muda yang Menjanjikan
Imam juga mengamati kemunculan sejumlah pemain muda berbakat di PLN Mobile Proliga 2025. Kehadiran mereka dianggap sebagai tanda positif untuk regenerasi tim nasional voli Indonesia.
"Yang menggembirakan adalah di Proliga tahun ini lahir atlet-atlet baru yang berbakat yang tentu bisa diikutkan menjadi pemain nasional (timnas), yang akan berlaga di event-event internasional di masa akan datang seperti SV League, AVC Challenge Cup, dan SEA Games di bulan Desember," ucap Imam.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para penggemar voli sepanjang Proliga 2025.
"Antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Final four di Kediri, Semarang, Solo, semua penuh. Grand final di Jogja ini luar biasa. Tidak muat di dalam, pada di luar. Ini menunjukkan kecintaan masyarakat Indonesia terhadap bola voli semakin meningkat," tutur Imam.