Pertolongan Pertama untuk Diri Sendiri ketika Tersedak saat Sendirian
Pada saat seseorang sedang sendirian, terdapat sejumlah cara untuk membantu mengeluarkan tenggorokan yang tersedak.
Tersedak saat sendirian adalah mimpi buruk yang tak ingin dialami siapa pun. Bayangkan, Anda sedang menikmati makanan ringan sambil menonton acara favorit, tiba-tiba makanan yang Anda kunyah masuk ke jalur yang salah. Panik? Tentu saja! Namun, jangan putus asa. Mengetahui langkah-langkah yang tepat dapat menyelamatkan hidup Anda. Dengan tindakan yang cepat dan sedikit ketenangan (walaupun sulit), Anda bisa mengatasi situasi ini dan bernapas lega kembali.
Mari kita bahas bersama, dilansir dari Live Strong, berdasarkan saran dari Norman Ng, DO, seorang dokter spesialis gawat darurat di Northwell Staten Island University Hospital, mengenai cara menyelamatkan diri sendiri dari tersedak ketika tidak ada orang lain di sekitar untuk membantu.
Tanda-tanda Tersedak
Ketika makanan atau benda asing tersangkut di tenggorokan, hal itu dapat menghalangi aliran udara, baik sebagian maupun seluruhnya, yang dapat menyebabkan asfiksia, jelas Dr. Ng. Tanpa oksigen yang cukup, tubuh dengan cepat mengalami hipoksia (kekurangan oksigen), yang dapat menyebabkan kehilangan kesadaran, kegagalan organ, atau bahkan kematian dalam hitungan menit jika tidak ditangani, lanjutnya. Itulah sebabnya tindakan cepat sangat penting dalam keadaan darurat tersedak.
Jika Anda menduga Anda atau orang lain tersedak, perhatikan tanda-tanda berikut, menurut Dr. Ng:
Tidak dapat berbicara atau mengeluarkan suara
Kesulitan atau ketidakmampuan bernapas
Mengeluarkan bunyi mengi bernada tinggi (stridor) saat mencoba menarik napas
Mencengkeram tenggorokan (tanda universal orang tersedak)
Bibir, kulit, atau kuku membiru karena kekurangan oksigen (sianosis)
Kehilangan kesadaran jika sumbatan tidak dibersihkan
Cara Menyelamatkan Diri Sendiri dari Tersedak Jika Sendirian
Tersedak saat sendirian memang menakutkan, tetapi tetap tenang adalah kunci utama. Mengetahui pertolongan pertama saat tersedak dan mengikuti langkah-langkah sederhana ini dapat menyelamatkan hidup Anda:
Batuk Sekeras Mungkin: Jika Anda masih bisa batuk, teruslah batuk dengan kuat untuk mencoba mengeluarkan sumbatan, kata Dr. Ng. Batuk adalah cara alami tubuh untuk mengeluarkan benda asing. Jika Anda tidak bisa bernapas atau mengeluarkan suara, segera lanjutkan ke langkah berikutnya.
Lakukan Manuver Heimlich Sendiri:
Berikut cara melakukan manuver Heimlich pada diri sendiri, menurut Dr. Ng:
Kepalkan satu tangan dan letakkan di atas pusar Anda.
Pegang kepalan tangan Anda dengan tangan yang lain.
Tekan kepalan tangan Anda ke arah atas, ke arah diafragma Anda, dengan gerakan cepat dan kuat.
Jika manuver Heimlich sendiri tidak praktis atau efektif, gunakan permukaan yang keras untuk mendapatkan kekuatan tambahan, saran Dr. Ng.
Condongkan tubuh Anda ke objek kokoh seperti sandaran kursi, tepi meja, atau meja dapur.
Posisikan objek di atas pusar Anda dan dorong perut bagian atas Anda ke objek tersebut dengan gerakan ke atas.
Coba Teknik Alternatif Jika Diperlukan: Jika manuver Heimlich standar gagal, coba metode ini, kata Dr. Ng.
Manuver Dada: Jika Anda tidak dapat melakukan manuver Heimlich karena alasan tertentu (misalnya, sedang hamil atau obesitas), Anda dapat mencoba manuver dada. Kepalkan tangan Anda dan letakkan di tengah dada Anda, di bawah tulang dada. Dorong ke dalam dan ke atas dengan cepat dan kuat.
Mencari Pertolongan: Jika tidak satu pun dari metode ini berhasil dan Anda merasa akan kehilangan kesadaran, segera hubungi 112 (atau nomor darurat di wilayah Anda), meskipun Anda tidak dapat berbicara, kata Dr. Ng. Operator darurat dapat melacak lokasi Anda.
Apa yang Harus Dilakukan Selanjutnya
Bahkan jika Anda berhasil mengeluarkan benda yang menyumbat, tetap penting untuk menemui dokter. Ini alasannya, menurut Dr. Ng:
Trauma Saluran Pernapasan atau Kerongkongan: Teknik paksa seperti Heimlich dapat menyebabkan cedera internal.
Komplikasi Sekunder: Fragmen makanan atau benda asing mungkin masih tersangkut di saluran pernapasan Anda, meningkatkan risiko infeksi.
Pembengkakan atau Iritasi Tertunda: Peradangan dapat berkembang setelah benda asing dikeluarkan, yang berpotensi menghalangi jalan napas.
Masalah Mendasar: Evaluasi medis dapat mengungkap kondisi seperti gangguan motilitas esofagus yang meningkatkan risiko tersedak Anda.
Cara Mencegah Tersedak
Keadaan darurat tersedak memang serius, tetapi mengetahui apa yang harus dilakukan – dan berlatih sebelumnya – dapat menyelamatkan jiwa. Pencegahan sama pentingnya dengan persiapan.
Tips dari Dr. Ng untuk mengurangi risiko tersedak:
Luangkan Waktu Anda: Makan perlahan, kunyah makanan dengan seksama, dan hindari berbicara atau tertawa saat makan.
Perhatikan Makanan Berisiko Tinggi: Berhati-hatilah dengan roti, daging, kacang-kacangan, anggur, permen keras, dan makanan umum lainnya yang berisiko menyebabkan tersedak.
Kenali Batasan Anda: Jika Anda pernah mengalami episode tersedak atau kesulitan menelan, terutama jika Anda mengalami disfagia atau sesak tenggorokan, bicarakan dengan dokter. Seorang ahli patologi wicara dapat mengevaluasi fungsi menelan Anda dan menawarkan saran tentang cara memperbaikinya.
Pelajari CPR dan Pertolongan Pertama: Keterampilan ini sangat berharga dalam keadaan darurat dan dapat menyelamatkan jiwa.