Mengapa Manusia Suka Ghibah dan Bergosip?
Banyak orang tidak bisa melewatkan waktu tanpa bergosip atau ghibah tentang orang lain.
Sejak manusia mulai berbahasa dan berbicara satu sama lain, gosip telah menjadi bagian dari kehidupan kita.
Mengapa Manusia Suka Ghibah dan Bergosip?
Secara berseloroh, sejumlah peneliti bahkan mengungkap bahwa perkembangan bahasa manusia terjadi karena kebutuhan untuk membicarakan tentang orang lain. Gosip dianggap sebagai bagian dari sifat manusia dan mungkin berkembang pada zaman prasejarah karena memberikan keuntungan bagi manusia prasejarah yang menguasainya.
Dilansir dari Psychology Today, Frank McAndrew, Ph.D., profesor di bidang psikologi dari Knox College, menjelaskan mengapa manusia suka gosip terutama berita gosip di televisi.
Manusia menyukai cerita-cerita yang mengungkapkan kehidupan rahasia orang lain, terutama ketika cerita-cerita itu memungkinkan kita untuk membuat penilaian moral tentang orang-orang yang terlibat. Kita juga tertarik dengan hal-hal kotor, terutama jika melibatkan skandal seksual atau masalah keuangan.
Mengapa Gosip Menarik bagi Banyak Orang?
Beberapa gosip dianggap menarik bagi kita karena memberikan informasi tentang reputasi seseorang. Singkatnya, berita gosip bisa menarik jika terdapat orang baik yang tiba-tiba berbuat buruk atau sebaliknya.
Tapi, ada juga gosip yang menarik bagi kita tanpa memandang siapa yang menjadi subjeknya. Cerita tentang orang-orang yang selamat dari pengalaman yang mengancam nyawa menarik perhatian kita karena cerita-cerita tersebut mengajarkan sesuatu yang sangat berharga untuk dipelajari.
Informasi seperti ini memberi kita kesempatan untuk menilai strategi menghadapi situasi berbahaya yang mungkin kita hadapi di masa depan. Mendengarkan cerita tentang orang-orang yang berhasil mengatasi tantangan tersebut membantu kita mempersiapkan diri menghadapi serangan hiu, pembunuh berantai, atau bertahan di alam liar.
Kesamaan Gosip dan Cerita
Cinta kita pada gosip dan cinta kita pada cerita sesungguhnya berasal dari akar yang sama. Psikolog Steven Pinker percaya bahwa bercerita memberikan keunggulan evolusi bagi kita karena cerita membekali kita menghadapi situasi kehidupan nyata yang mungkin kita hadapi di masa depan.
Kesimpulannya, kita menyukai cerita karena nilai-nilai bertahan hidupnya, dan kita menyukai gosip karena gosip hanyalah cerita tentang orang-orang. Karena keterikatan unik manusia dengan gosip, terkadang hubungan kita dengan gosip penuh pertentangan.
Seseorang bisa tidak menyukai orang lain yang hobi ghibah dengan cara bergosip bersama orang lain mengenai kebiasaan buruk orang tersebut. Hal ini berarti kita ghibah mengenai seseorang yang hobi melakukan ghibah.