Unnes Gelar FIPP International Forum 2026, Bahas Isu Kontemporer Pendidikan dengan Pakar Lima Negara
Universitas Negeri Semarang (Unnes) melalui FIPP akan mengadakan FIPP International Forum 2026, mengundang pakar dan mahasiswa dari lima negara untuk membahas isu kontemporer pendidikan dan psikologi, memperkuat eksposur internasional.
Universitas Negeri Semarang (Unnes) melalui Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) akan menjadi tuan rumah acara berskala internasional. FIPP International Forum 2026 dijadwalkan akan digelar pada Kamis, 19 Februari 2026, di Semarang.
Acara ini bertujuan untuk mengundang pakar dan mahasiswa dari lima negara berbeda. Mereka akan berkumpul untuk membahas berbagai isu kontemporer yang relevan dalam bidang pendidikan dan psikologi.
Forum ini merupakan langkah strategis Unnes dalam memperluas jangkauan internasionalnya. Selain itu, forum ini juga berupaya membangun atmosfer akademik yang lebih global di lingkungan FIPP.
Memperkuat Jaringan Akademik Global
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FIPP Unnes, Farid Ahmadi, menjelaskan bahwa forum ini adalah langkah taktis. Tujuannya adalah memperluas eksposur internasional melalui skema "inbound".
Unnes secara aktif akan mendatangkan akademisi dan mahasiswa asing ke kampus. Hal ini dilakukan untuk menciptakan lingkungan akademik yang lebih internasional di FIPP.
FIPP International Forum 2026 tidak hanya menjadi ajang pertemuan akademik biasa. Forum ini akan mempertemukan pembicara dari Indonesia, Malaysia, Myanmar, Gambia, dan Kirgistan.
Para peserta akan berdiskusi dan berbagi pandangan mengenai perkembangan terbaru dalam pendidikan dan psikologi. Ini akan memperkaya perspektif global di kampus Unnes.
Peran Krusial Mahasiswa dalam Forum Internasional
Panggung utama dalam forum ini akan diberikan kepada mahasiswa asing yang sedang menempuh studi di Unnes. Selain itu, mahasiswa berprestasi internal FIPP juga akan turut serta.
Mereka akan membedah isu-isu terkini mengenai dunia pendidikan dan psikologi. Setiap presentasi akan disampaikan dari perspektif negara asal masing-masing mahasiswa.
Keterlibatan mahasiswa sebagai aktor utama ditekankan sebagai investasi jangka panjang. Hal ini krusial untuk melatih keterampilan berbicara di level global.
Mahasiswa membutuhkan portofolio dan pengalaman riil untuk tampil di forum internasional. Forum ini menyediakan platform berharga untuk pengembangan tersebut.
Langkah Konkret Menuju Kolaborasi Internasional
Ketua Panitia FIPP International Forum 2026, Wulan Aulia Azizah, memastikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial. Selain seminar, agenda utama lainnya adalah kuliah tamu dari pakar asal Malaysia dan program pertukaran mahasiswa.
Internasionalisasi tidak boleh berhenti pada kehadiran tamu luar negeri saja. Kegiatan ini harus berlanjut pada kolaborasi konkret.
Kolaborasi tersebut mencakup joint research, publikasi bersama, hingga mobilitas mahasiswa. Ini akan menciptakan dampak yang berkelanjutan.
FIPP Unnes berencana menindaklanjuti nota kesepahaman dengan mitra di Malaysia. Langkah ini akan berlanjut ke tahap memorandum of agreement (MoA) dan implementation arrangement (IA).
Kesepakatan transfer kredit juga akan diupayakan. Ini memungkinkan mata kuliah yang diambil mahasiswa asing di Unnes diakui secara resmi di kampus asal mereka.
Forum ini adalah langkah strategis untuk memperkuat eksposur internasional FIPP secara berkelanjutan. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih terhubung secara global.
Sumber: AntaraNews