Ratusan mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Tahun 2026 tingkat universitas. Acara kompetisi bergengsi ini diselenggarakan di Gorontalo pada Kamis, 10 April 2026, menjadi panggung bagi para calon saintis muda dari berbagai disiplin ilmu.
Sebanyak 155 mahasiswa terbaik dari delapan fakultas dan sekolah vokasi UNG secara antusias saling unjuk gigi dalam ajang Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (ONMIPA) tersebut. Kompetisi ini bukan sekadar lomba rutin, melainkan sebuah kesempatan penting untuk membuktikan kemampuan akademik dan mental bersaing.
Wakil Rektor Bidang Akademik UNG, Abdul Hafidz Olii, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi panggung pembuktian bagi para saintis muda untuk memperebutkan posisi sebagai delegasi terbaik. Mereka akan mewakili UNG di tingkat regional hingga nasional, membawa nama baik almamater di kancah pendidikan tinggi.
Advertisement
Advertisement
Abdul Hafidz Olii menyampaikan bahwa Olimpiade Nasional MIPA adalah momen krusial untuk meningkatkan budaya kompetisi akademik di lingkungan kampus. Pihak universitas ingin para mahasiswa dapat menunjukkan potensi terbaiknya di bidang Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi.
Melalui proses seleksi yang ketat ini, UNG melakukan pemantapan kualitas para peserta sebelum mereka melangkah ke tingkat nasional. Hal ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang kampus untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing tinggi.
Wakil rektor juga menekankan pentingnya kompetisi semacam ini sebagai langkah strategis kampus dalam mendorong peningkatan kualitas mahasiswa, khususnya di bidang sains dan teknologi. Inisiatif ini diharapkan dapat memacu semangat belajar dan inovasi di kalangan mahasiswa.
Advertisement
Advertisement
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Hafidz Olii turut menyoroti pentingnya penguatan kompetensi STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Transformasi menuju era industri 5.0 menuntut adaptasi dan keahlian yang relevan dari generasi muda.
Menurutnya, kemampuan di bidang STEM menjadi kunci utama bagi mahasiswa untuk mampu beradaptasi dan berkontribusi secara signifikan dalam perubahan zaman. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi fundamental adalah bekal penting untuk masa depan.
Melalui ajang ONMIPA ini, UNG optimis dapat melahirkan talenta-talenta unggul yang tidak hanya cemerlang secara akademis. Lebih dari itu, mereka diharapkan siap menjadi motor penggerak transformasi di bidang keilmuan sains maupun teknologi di masa depan, membawa inovasi bagi bangsa.
Advertisement
Sumber: AntaraNews