Masalah Anak yang Bisa Muncul Bukan Karena Parenting Semata: Faktor Biologis hingga Pengaruh Lingkungan
Faktor biologis, perkembangan, lingkungan, dan psikologis juga berperan penting dalam membentuk perilaku anak.
Seringkali, ketika seorang anak menunjukkan masalah perilaku, orang tua menjadi pihak pertama yang disalahkan. Padahal, masalah anak yang muncul bukan karena parenting semata. Pengasuhan memang memiliki dampak besar, tetapi bukan satu-satunya penentu masa depan anak. Lantas, faktor apa saja yang memengaruhi perkembangan anak selain pola asuh?
Jika parenting adalah segalanya, anak-anak yang dibesarkan oleh orang tua yang sama akan memiliki karakter yang serupa. Namun, kenyataannya, saudara kandung yang tumbuh dalam keluarga yang sama seringkali memiliki kepribadian dan minat yang sangat berbeda. Hal ini menunjukkan bahwa ada faktor lain yang ikut berperan.
Banyak anak yang tumbuh dengan pola asuh yang kurang baik menjadi orang dewasa yang luar biasa. Sebaliknya, ada pula anak-anak yang dibesarkan oleh orang tua yang hebat justru mengalami kesulitan dalam hidup. Mengapa hal ini bisa terjadi?
Mengapa Orang Tua Sering Disalahkan?
Kecenderungan untuk menyalahkan orang tua seringkali didorong oleh anggapan bahwa orang tua memiliki kendali penuh atas perilaku anak-anak mereka. Akibatnya, kita mengabaikan faktor-faktor lain yang juga berpengaruh. Menyalahkan orang tua atas setiap perilaku anak sama seperti berasumsi bahwa setiap kecelakaan mobil adalah kesalahan pengemudi.
Mengakui bahwa orang tua tidak memiliki kendali penuh atas masa depan anak-anak mereka adalah hal yang menakutkan. Kita merasa tidak nyaman ketika hal buruk terjadi pada orang baik. Karena ketidakpastian hidup bisa sangat menakutkan, banyak dari kita berpura-pura memiliki kendali penuh atas masa depan kita. Tentu saja, kita tidak memiliki kendali penuh, terutama dalam hal masa depan anak-anak kita.
Alam (nature) dan pengasuhan (nurture) memainkan peran ganda dalam perkembangan anak. Alam adalah kualitas bawaan yang tidak ditentukan oleh parenting, seperti temperamen dan kepribadian. Sementara itu, pengasuhan adalah budaya keluarga yang diciptakan orang tua dan bagaimana hal itu memengaruhi cara anak berhubungan dengan orang lain.
Ketika Alam Lebih Kuat dari Pengasuhan
Seringkali, alam lebih kuat dari pengasuhan, membuat orang tua terkejut dengan perilaku anak mereka. Kesulitan bawaan ini seringkali tidak terdeteksi oleh parenting dan bisa sulit dikenali. Dilansir dari Psychology Today, berikut adalah beberapa tantangan bawaan yang tidak ada hubungannya dengan parenting:
- Kesulitan belajar. Tidak semua anak memiliki gaya belajar yang sama. Anak-anak neurodivergen mungkin mengalami kesulitan dengan fokus dan perhatian, keterbatasan pendengaran atau penglihatan, atau keterampilan memproses yang lebih lambat. Perbedaan ini dapat membuat belajar menjadi menyakitkan dan membuat anak-anak terus-menerus tegang, lelah, atau mudah tersinggung, membuat orang tua bingung dan berjuang untuk menghibur atau menenangkan mereka.
- Masalah perkembangan. Tonggak perkembangan, seperti berjalan dan berbicara, terkadang tertunda atau sangat terganggu. Misalnya, masalah dengan keterampilan motorik, komunikasi, atau masalah sensorik akibat cerebral palsy, gangguan spektrum autisme, atau keterlambatan perkembangan pervasif memerlukan sekolah khusus dan intervensi lain untuk membantu anak-anak dan orang tua.
- Kecanduan. Riwayat keluarga dengan penyalahgunaan narkoba dan alkohol dapat mencapai beberapa generasi. Karena kecanduan tidak dapat diprediksi dan terkadang melewati satu generasi, tidak jarang orang tua yang tidak menyalahgunakan zat memiliki anak yang menyalahgunakan zat. Orang tua seperti itu terkejut dengan kecenderungan adiktif anak-anak mereka dan sering menyalahkan diri mereka sendiri atas kondisi yang jelas-jelas ada dalam DNA keluarga.
Faktor Lain yang Mempengaruhi Anak
Selain faktor-faktor di atas, ada pula faktor lain yang dapat memengaruhi perilaku dan perkembangan anak, antara lain:
- Masalah adopsi. Banyak anak adopsi berjuang keras selama masa remaja ketika masalah identitas dan kecenderungan keluarga biologis yang kuat muncul. Banyak orang tua angkat dari anak-anak yang mudah bergaul atau menyenangkan diintimidasi atau terus-menerus berkonflik dengan anak-anak mereka selama masa remaja mereka. Mereka menyaksikan transformasi radikal dan tidak dapat dijelaskan pada anak-anak mereka dan tingkat pembangkangan yang membuat mereka benar-benar bingung. Sayangnya, mereka mungkin menyalahkan diri sendiri atau merasa dicela oleh orang lain atas sikap anak-anak mereka.
- Temperamen. Beberapa bayi tidur sepanjang malam, sementara yang lain tidak. Beberapa anak makan semua yang ada di piring mereka, sementara yang lain membuat orang tua mereka gila dengan pilih-pilih makanan. Temperamen muncul sangat awal pada anak-anak dan seringkali terasa tidak sesuai dengan parenting yang mereka terima.
Saya ingat bekerja dengan dua orang tua yang sangat tenang yang memiliki seorang anak yang "tidak pernah berhenti bergerak bahkan di dalam rahim". Sang ibu berkata, "Dia melewatkan belajar berjalan dan mulai berlari dan memanjat segera." Temperamennya sudah tertanam sejak awal dan tidak ada hubungannya dengan parenting yang dia terima.
Pengaruh Lingkungan dan Kondisi Medis
Faktor lingkungan dan kondisi medis juga dapat memengaruhi perilaku anak:
- Masalah sosial. Ketegangan rasial ada di setiap budaya. Ketika seorang anak mengalami penindasan atau diskriminasi karena etnis mereka, hal itu dapat secara signifikan memengaruhi cara mereka memandang diri mereka sendiri. Anak-anak yang mengalami rasisme menderita tingkat depresi dan kecemasan yang lebih tinggi karena masalah sosial—bukan parenting.
- Tantangan medis. Setiap orang tua berdoa untuk bayi yang sehat. Terkadang masalah medis muncul yang menciptakan kesulitan, seperti keterbatasan mobilitas, penyakit, atau sistem kekebalan tubuh yang terganggu. Bagi anak-anak yang menghadapi kondisi medis, hidup tampak penuh dengan batasan yang tidak adil. Intensitas frustrasi dan keputusasaan mereka secara alami memengaruhi perilaku mereka. Akibatnya, orang tua cenderung mengalami tingkat ketegangan dan kecemasan yang lebih tinggi.
Seorang profesor psikologi dari Universitas California, Dr. Alan Sroufe, telah melakukan penelitian longitudinal selama lebih dari 40 tahun yang menunjukkan bahwa pengalaman awal anak-anak, termasuk hubungan mereka dengan orang tua, pengasuh, dan teman sebaya, membentuk perkembangan sosial dan emosional mereka. Namun, Sroufe juga menekankan bahwa anak-anak memiliki kemampuan untuk pulih dari pengalaman negatif dan bahwa faktor-faktor lain, seperti temperamen dan dukungan sosial, juga berperan penting.
Perspektif Baru tentang Masalah Perilaku
Sudah waktunya untuk mengakui bahwa parenting memiliki keterbatasan dan berhenti menyalahkan orang tua atas semua masalah perilaku anak-anak. Menghakimi orang tua yang baik dengan keras adalah kejam dan tidak perlu. Pemahaman yang lebih dalam dan lebih welas asih tentang kompleksitas kondisi masa kanak-kanak diperlukan untuk menghindari membuat orang tua yang berjuang merasa lebih buruk tentang diri mereka sendiri atau anak-anak mereka.
Alih-alih menyalahkan, penting untuk mencari tahu akar masalah anak dan memberikan dukungan yang tepat. Konsultasi dengan profesional kesehatan atau ahli perkembangan anak dapat membantu mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap masalah anak dan mengembangkan rencana penanganan yang efektif.
Sebagai penutup, masalah anak yang muncul bukan karena parenting semata. Ada banyak faktor lain yang ikut berperan. Dengan memahami faktor-faktor ini, kita dapat memberikan dukungan yang lebih baik kepada anak-anak dan orang tua mereka.