Kenali 8 Tanda Radang Amandel, Salah Satunya Suara Serak
Gejala radang amandel meliputi sakit tenggorokan, sulit menelan, dan pembengkakan. Segera konsultasi dokter untuk penanganan tepat.
Peradangan pada amandel atau radang amandel dapat memicu berbagai gejala yang cukup mengganggu aktivitas sehari-hari.
Menurut dr. Eko Teguh, Sp.THT-KL, dokter spesialis telinga, hidung, tenggorokan – bedah kepala leher di RS EMC Alam Sutera, gejala yang umum muncul antara lain:
- Sakit tenggorokan
- Pembengkakan amandel dan kelenjar getah bening di leher
- Nyeri saat menelan
- Demam
- Pusing
- Suara serak
- Penurunan nafsu makan
- Produksi air liur berlebihan
“Sakit tenggorokan yang Anda alami bisa jadi merupakan gejala radang amandel. Organ ini berperan penting dalam menyaring kuman yang masuk ke tubuh, sehingga dapat mengalami peradangan ketika tubuh melawan infeksi,” jelas dr. Eko, dikutip dari laman resmi EMC, Selasa (12/8).
Radang amandel umumnya ditandai dengan rasa nyeri atau ketidaknyamanan saat menelan. Meski lebih sering dialami anak-anak berusia 5–15 tahun, kondisi ini juga bisa menyerang orang dewasa.
Anak-anak cenderung lebih rentan karena pada usia tersebut fungsi amandel masih sangat aktif sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh.
Seiring bertambahnya usia, sistem imun akan semakin matang dan ukuran amandel biasanya mengecil karena perannya dalam pertahanan tubuh tidak lagi dominan.
Tiga jenis radang amandel yang perlu diketahui
Eko menjelaskan bahwa radang amandel dibagi menjadi tiga jenis berdasarkan durasi dan gejalanya. Tipe pertama adalah Tonsilitis Akut, yang berlangsung kurang dari sepuluh hari dan biasanya terjadi pada anak-anak di atas usia dua tahun.
Gejala yang umumnya muncul meliputi demam, rasa lemas, dehidrasi, nyeri saat menelan, serta bercak putih pada amandel.
Selanjutnya, ada Tonsilitis Kronis, yang terjadi ketika radang amandel tidak sembuh setelah sepuluh hari.
Gejala yang dapat muncul meliputi bau mulut, kesulitan membuka mulut, pembentukan batu amandel, pembengkakan kelenjar getah bening, serta nyeri di daerah leher atau rahang. Selain itu, radang tenggorokan juga bisa berlangsung lama.
Jenis terakhir adalah Tonsilitis Berulang, yang ditandai dengan terjadinya radang amandel berulang kali dalam periode tertentu.
Kondisi ini biasanya terjadi jika seseorang mengalami radang amandel sebanyak lima sampai tujuh kali dalam setahun, lima kali dalam dua tahun berturut-turut, atau tiga kali dalam tiga tahun berturut-turut.
Apa yang menyebabkan radang amandel?
Radang amandel biasanya disebabkan oleh infeksi yang disebabkan oleh virus atau bakteri. Beberapa virus yang dapat menyebabkan radang amandel antara lain:
- Rhinovirus, yang merupakan penyebab flu biasa.
- Virus influenza, penyebab flu.
- Enterovirus, yang dapat menyebabkan penyakit tangan, kaki, dan mulut.
- Adenovirus, yang berhubungan dengan diare dan infeksi saluran pernapasan.
- Virus rubella, yang menyebabkan campak Jerman.
Selain infeksi, ada beberapa faktor lain yang dapat memicu terjadinya radang amandel. Contohnya adalah:
- Bakteri yang membentuk biofilm.
- Biofilm adalah lapisan mikroorganisme yang menempel pada lipatan amandel dan sering kali muncul akibat resistensi terhadap antibiotik.
- Faktor genetik, di mana anak-anak dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah akibat faktor keturunan lebih rentan mengalami tonsilitis berulang.
Bagaimana cara mengatasi radang amandel?
Radang amandel umumnya diobati dengan penggunaan obat-obatan. Apabila penyebabnya adalah infeksi bakteri, dokter akan memberikan resep antibiotik. Penting untuk menyelesaikan pengobatan ini meskipun gejala sudah mulai membaik, agar tidak terjadi kekambuhan. Selain pengobatan yang diberikan oleh dokter, ada beberapa langkah sederhana yang dapat membantu meredakan gejala radang amandel, antara lain:
- Minum cukup air putih untuk menjaga agar tenggorokan tetap lembap.
- Pilih makanan yang lembut untuk mengurangi rasa sakit saat menelan.
- Gunakan humidifier untuk menjaga kelembapan udara di sekitar.
- Hindari asap rokok dan polusi yang dapat mengiritasi tenggorokan.
- Konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan terapi lanjutan.
"Jika gejala tidak kunjung membaik atau radang amandel terus kambuh berulang kali, dokter akan merekomendasikan tindakan operasi sebagai solusi jangka panjang," pungkasnya.