Hati-hati! Kebiasaan Main HP Sambil Tiduran Bisa Merusak Mata
Meskipun bukan karena posisinya, kebiasaan itu meningkatkan waktu layar yang dapat berdampak negatif pada kesehatan mata.
Banyak orang memiliki kebiasaan menggunakan ponsel sambil berbaring sebelum tidur. Meskipun terlihat santai, apakah kebiasaan ini dapat merusak kesehatan mata?
Dokter Yeni Dwi Lestari, Sp.M(K) dari Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI), mengungkapkan bahwa yang berbahaya bukanlah posisi tidur, melainkan lama waktu penggunaan ponsel dan kurangnya pencahayaan yang memadai.
Kebiasaan ini sering dianggap sebagai cara untuk bersantai setelah seharian beraktivitas. Namun, tanpa disadari, mata kita sebenarnya bekerja lebih keras ketika menatap layar dalam posisi berbaring.
Ketidakseimbangan jarak pandang, pantulan cahaya dari layar, serta pencahayaan ruangan yang redup dapat menyebabkan otot mata cepat lelah.
Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi memicu gejala seperti mata kering, penglihatan kabur, dan bahkan mempercepat peningkatan minus.
Yeni menjelaskan bahwa meskipun kebiasaan menatap layar sambil berbaring tidak serta merta merusak mata, hal ini dapat memperburuk kondisi penglihatan jika dilakukan secara terus-menerus tanpa jeda.
"Bukan posisi tidurnya yang bikin rusak tapi karena kita jadi lebih nyaman dan tidak sadar kalau screen time sudah terlalu lama. Apalagi kalau pencahayaan di kamar minim, mata harus berakomodasi lebih kuat. Itu yang menambah kelelahan dan bisa mempercepat gangguan penglihatan," tambahnya.
Pengguanaan Kacamata tak Sebabkan Tambah Minus
Masih terdapat banyak mitos yang beredar mengenai penggunaan kacamata yang konon dapat memperburuk kondisi minus pada mata.
Yeni membantah anggapan tersebut dan menekankan bahwa kacamata yang sesuai dengan ukuran mata justru dapat mencegah perkembangan minus yang lebih serius.
"Kalau kita pakai kacamata sesuai ukuran, itu justru cara mencegah penambahan minus. Perkembangan minus pada anak-anak terjadi karena bola matanya masih tumbuh, bukan karena kacamatanya," jelasnya.
Lebih lanjut, dia juga menjelaskan bahwa penggunaan gadget secara berlebihan tanpa diimbangi dengan aktivitas di luar ruangan dapat mempercepat pertambahan minus.
"Kalau screen time meningkat, jarang kena cahaya matahari, apalagi sambil rebahan, bola mata memanjang lebih cepat sehingga minusnya juga cepat bertambah," tambahnya.
Oleh karena itu, penting bagi anak-anak untuk memiliki keseimbangan antara penggunaan perangkat elektronik dan waktu bermain di luar agar kesehatan mata mereka tetap terjaga.
Perhatikan Screen Time
Yeni menekankan pentingnya mengawasi screen time pada anak-anak. Ia menjelaskan bahwa setiap kelompok umur memiliki batasan waktu yang aman untuk melihat layar.
"Untuk anak di bawah lima tahun sebaiknya tidak diberi gadget sama sekali. Sedangkan usia sekolah sekitar enam hingga tujuh tahun, maksimal dua jam per hari," katanya.
Selain itu, ia juga mengingatkan tentang kampanye 20-20-20 rule yang bertujuan untuk menjaga kesehatan mata di era digital.
Ia menerangkan, "Setiap 20 menit menatap layar, lihatlah objek berwarna hijau dari jarak 20 kaki atau sekitar 6 meter selama 20 detik. Kalau dilakukan rutin, ini bisa mengurangi kelelahan pada mata," pungkasnya.
Dengan mengikuti saran ini, orang tua dapat membantu anak-anak mereka untuk menggunakan perangkat digital dengan lebih bijak dan menjaga kesehatan mata mereka.
Pengawasan yang ketat terhadap penggunaan gadget sangat diperlukan agar anak tidak mengalami dampak negatif dari penggunaan layar yang berlebihan.