Halalbihalal Tanpa Khawatir Naik Berat Badan, Berikut 4 Tips dari Ahli Gizi
Menjelang banyaknya undangan untuk acara halalbihalal, berikut beberapa tips untuk menjaga berat badan agar tetap stabil selama perayaan tersebut.
Setelah Lebaran, undangan untuk halalbihalal mulai berdatangan. Mengingat banyaknya makanan yang tersedia dalam acara tersebut untuk mempererat silaturahmi, ada beberapa langkah yang bisa diambil.
Pertama, disarankan untuk tetap makan dengan porsi kecil namun dengan frekuensi yang teratur.
"Guna menyiasati melimpahnya hidangan terutama musim halalbihalal saat masuk hari kerja, masyarakat sangat disarankan untuk makan dalam porsi kecil dengan frekuensi yang teratur," ungkap ahli gizi dari Kalimantan Timur, Fitriyah Noor Aini Abdullah.
Selanjutnya, penting untuk memperbanyak porsi sayuran dan membatasi asupan karbohidrat. Mengonsumsi serat dari sayur dan buah dapat membantu membuat perut merasa kenyang. Selain itu, serat juga berfungsi untuk membantu memecah kolesterol jahat yang terdapat dalam berbagai makanan bersantan yang sering disajikan saat Lebaran.
Fitriyah juga mengingatkan agar kita membatasi asupan gula, garam, dan lemak sesuai dengan rekomendasi dari Kementerian Kesehatan. Rekomendasi kesehatan tersebut menyarankan batasan maksimal empat sendok makan gula, satu sendok teh garam, dan lima sendok makan lemak setiap harinya.
Selain itu, pemenuhan cairan tubuh juga tidak kalah penting. "Pemenuhan cairan tubuh wajib dijaga dengan rutin minum minimal delapan gelas air putih setiap hari," saran dia mengutip Antara.
Kementerian Kesehatan
Fitriyah juga mengingatkan agar setelah Lebaran, kita mengikuti anjuran dari Kementerian Kesehatan dalam hal pola makan. Ia menekankan pentingnya menerapkan pedoman Isi Piringku untuk mengembalikan komposisi makanan yang seimbang. "Sangat penting mengembalikan komposisi makanan yang seimbang dalam satu piring melalui pedoman Isi Piringku," ujar Fitriyah. Konsep Isi Piringku menyarankan agar dalam satu piring makanan terdiri dari beberapa komponen yang seimbang.
Menurut pedoman tersebut, setengah dari piring sebaiknya diisi dengan sayuran dan buah-buahan dalam porsi yang lebih banyak. Sementara itu, seperempat piring lainnya dapat diisi dengan makanan pokok yang mengandung karbohidrat seperti nasi, jagung, kentang, ubi, atau mie. Terakhir, seperempat piring yang tersisa sebaiknya diisi dengan lauk pauk yang mengandung protein, baik dari sumber hewani seperti ikan, ayam, dan telur, maupun dari sumber nabati seperti tempe dan tahu. Dengan mengikuti pedoman ini, kita dapat memastikan asupan gizi yang seimbang dan mendukung kesehatan tubuh.