Cara Menurunkan Berat Badan dengan Hanya Sparkling Water, Terapkan 2 Cara Ini
Sparkling water bisa menjadi minuman yang dikonsumsi untuk menurunkan berat badan. Pastikan mengonsumsinya dengan cara tepat.
Sparkling water, atau air berkarbonasi, sering dianggap sebagai minuman sehat yang menyegarkan. Selain membantu menjaga hidrasi dan meningkatkan pencernaan, penelitian terbaru menunjukkan bahwa sparkling water juga dapat mendukung penurunan berat badan. Meskipun tidak bisa dianggap sebagai solusi utama, sparkling water bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehat yang membantu mengelola berat badan.
Dilansir dari Verywell Health, berikut adalah dua cara sparkling water dapat membantu menurunkan berat badan, berdasarkan temuan ilmiah.
1. Membuat Anda Merasa Kenyang dan Mencegah Makan Berlebihan
Salah satu manfaat sparkling water yang telah lama diketahui adalah kemampuannya untuk membuat Anda merasa kenyang. Sebuah penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa minum air berkarbonasi dapat memberikan sensasi kenyang, sehingga membantu mencegah makan berlebihan dan penambahan berat badan. Sensasi kenyang ini muncul karena gelembung karbonasi dalam air dapat mengisi ruang di perut, memberikan efek mirip dengan makanan.
“Minum sparkling water bisa menjadi cara sederhana untuk mengontrol nafsu makan, terutama jika Anda cenderung makan berlebihan,” jelas Lori Welstead, RD, seorang ahli diet terdaftar di University of Chicago Medicine. Dengan merasa kenyang lebih lama, Anda mungkin akan mengurangi asupan kalori harian, yang pada akhirnya dapat mendukung penurunan berat badan.
Namun, penting untuk diingat bahwa sparkling water bukanlah pengganti makanan. Ini hanyalah alat bantu yang dapat digunakan sebagai bagian dari strategi diet yang seimbang. Jika Anda mengganti camilan tinggi kalori dengan segelas sparkling water, ini bisa menjadi langkah kecil yang berdampak besar dalam jangka panjang.
2. Membantu Mengelola Kadar Gula Darah
Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal BMJ Nutrition, Prevention & Health mengungkapkan bahwa sparkling water mungkin memiliki efek positif pada metabolisme glukosa (gula) dalam tubuh. Menurut penelitian ini, karbon dioksida (CO2) dalam sparkling water dapat merangsang proses glikolisis, yaitu proses tubuh dalam memecah glukosa untuk menghasilkan energi. Dengan meningkatkan metabolisme glukosa, sparkling water dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.
“Karbon dioksida dalam sparkling water mungkin dapat menurunkan kadar gula darah sementara dengan meningkatkan penyerapan dan metabolisme glukosa,” kata Dr. Akira Takahashi, penulis studi dan dokter di Tesseikai Neurosurgical Hospital Dialysis Center di Shijonawate, Jepang. Meskipun efeknya tidak sebesar yang dihasilkan oleh hemodialisis (proses penyaringan darah untuk pasien gagal ginjal), temuan ini menunjukkan potensi sparkling water dalam mendukung manajemen berat badan.
Mengapa kadar gula darah penting untuk penurunan berat badan? Kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan tubuh menyimpan kelebihan gula sebagai lemak. Dengan membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil, sparkling water dapat mencegah penumpukan lemak berlebih. “Jika kadar gula darah terjaga, tubuh akan lebih efisien dalam menggunakan glukosa sebagai energi, bukan menyimpannya sebagai lemak,” jelas Grace A. Derocha, MBA, RD, CDCES, ahli diet terdaftar dan juru bicara Academy of Nutrition and Dietetics.
Apakah Sparkling Water Bisa Menyebabkan Kenaikan Berat Badan?
Meskipun sparkling water memiliki potensi untuk mendukung penurunan berat badan, beberapa penelitian justru mempertanyakan apakah minuman ini bisa menyebabkan kenaikan berat badan. Sebuah studi kecil pada tahun 2017 menemukan bahwa minum air berkarbonasi dapat meningkatkan kadar hormon ghrelin, yang merangsang rasa lapar. Peningkatan ghrelin ini berpotensi menyebabkan nafsu makan yang lebih besar dan konsumsi kalori yang lebih tinggi.
Namun, penelitian ini masih terbatas dan membutuhkan studi lebih lanjut. “Banyak faktor yang memengaruhi hormon, seperti tidur, tingkat aktivitas, dan status hidrasi. Jadi, kita tidak bisa langsung menyimpulkan bahwa sparkling water menyebabkan kenaikan berat badan,” kata Derocha. Untuk menghindari efek negatif, pastikan Anda memilih sparkling water tanpa tambahan gula atau pemanis buatan.
Tips Memilih Sparkling Water yang Tepat
Jika Anda ingin memasukkan sparkling water ke dalam diet Anda, penting untuk memilih produk yang tepat. Berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda ikuti:
Periksa Label Kemasan
Pastikan sparkling water yang Anda pilih tidak mengandung tambahan gula, pemanis buatan, atau kalori. “Idealnya, sparkling water hanya mengandung air dan karbonasi. Semakin sedikit bahan tambahan, semakin baik,” saran Welstead.
Hindari Sparkling Water dengan Perasa Buatan
Beberapa produk sparkling water mengandung rasa buatan atau pemanis seperti xylitol atau erythritol, yang dapat menyebabkan gas atau kembung. Pilihlah produk yang alami dan bebas dari bahan tambahan.
Jadikan sebagai Pengganti Minuman Manis
Jika Anda terbiasa minum soda atau minuman manis lainnya, menggantinya dengan sparkling water bisa menjadi langkah awal yang baik untuk mengurangi asupan kalori dan gula.
Meskipun sparkling water memiliki potensi untuk mendukung penurunan berat badan, penting untuk diingat bahwa ini bukanlah solusi ajaib. “Sparkling water saja tidak akan memberikan dampak signifikan pada penurunan berat badan. Diet seimbang dan olahraga teratur tetap menjadi kunci utama,” tegas Dr. Takahashi.
Jadi, daripada mengandalkan sparkling water sebagai satu-satunya cara untuk menurunkan berat badan, gunakanlah sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Kombinasikan dengan pola makan bergizi, aktivitas fisik yang teratur, dan manajemen stres yang baik. Dengan pendekatan yang holistik, Anda tidak hanya akan mencapai berat badan ideal, tetapi juga meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.