Cara Jaga Kesehatan Kaki agar Tetap Kuat hingga Tua, Begini Tips
Ingin menjaga kekuatan kaki hingga usia lanjut? Pahami bentuk telapak kaki dan pilih sepatu yang sesuai untuk aktivitas sehari-hari.
potret pasangan yang sedang berjalan kaki bersama/copyright freepik.com/rawpixel.com
(@ 2025 merdeka.com)Kaki merupakan elemen dasar tubuh yang memiliki peranan krusial dalam berbagai aktivitas, seperti berjalan, berdiri, dan berolahraga. Sayangnya, banyak orang yang belum menyadari bahwa pemilihan sepatu yang tidak tepat dapat mengakibatkan masalah kesehatan pada kaki.
Oleh karena itu, terdapat cara sederhana yang dapat dilakukan untuk merawat kesehatan kaki, salah satunya adalah dengan memilih sepatu yang sesuai.
Menurut dr. Sophia Hage, seorang Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga di Royal Sports Performance Centre, kenyamanan serta kesehatan kaki harus diutamakan saat memilih sepatu, bukan hanya berdasarkan tren atau desain. Dia juga menekankan bahwa penting untuk memahami metode pemilihan alas kaki yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu.
"Kaki itu fondasi kita. Kalau kita mau jalan, olahraga, atau aktivitas apapun, berat badan kita ditopang oleh kaki," ujar dr. Sophia kepada Health Liputan6.com baru-baru ini.
Penggunaan sepatu yang tidak sesuai
Penggunaan sepatu yang tidak sesuai dengan bentuk kaki atau jenis aktivitas dapat meningkatkan risiko gangguan pada kaki. Awalnya, seseorang mungkin hanya merasakan pegal atau ketidaknyamanan. Namun, jika dibiarkan, masalah ini bisa berkembang menjadi nyeri yang hebat di telapak kaki. Banyak orang juga melaporkan merasakan sensasi seperti ditusuk di telapak kaki saat pertama kali menginjak lantai setelah bangun tidur.
"Kalau bantalan atau alas kaki tidak nyaman, atau tidak sesuai dengan bentuk kaki dan jenis olahraga, maka keluhan akan muncul. Bisa pegal-pegal, atau sampai nyeri menusuk di telapak kaki," kata dr. Sophia.
Selain itu, dia memperingatkan bahwa ketidaknyamanan ini dapat membuat seseorang enggan berolahraga, karena rasa sakit yang terus-menerus saat bergerak.
Mengenali bentuk telapak kaki
Dr. Sophia menekankan pentingnya mengenali bentuk telapak kaki sebelum membeli sepatu. Secara umum, telapak kaki memiliki lengkungan alami yang dikenal sebagai arkus. Namun, tidak semua individu memiliki lengkungan yang serupa. Ada yang memiliki arkus normal, ada yang rendah, dan ada pula yang sangat tinggi. Kondisi telapak kaki yang rata atau flatfoot merupakan salah satu penyebab utama nyeri serta ketidakstabilan saat berjalan atau berlari.
Untuk memeriksa apakah seseorang memiliki flatfoot, cara yang sederhana adalah dengan melihat jejak kaki setelah mandi.
"Coba tapakkan kaki ke keset habis mandi. Kalau cetakannya rata dan tidak ada cekungan, berarti termasuk flatfoot. Ini membuat tekanan di kaki tidak merata dan lebih mudah sakit," ujar dr. Sophia.
Selain itu, individu dengan flatfoot cenderung lebih rentan mengalami keseleo atau cedera, karena kaki mereka tidak memiliki struktur yang optimal untuk mendukung distribusi berat badan.
Sesuaikan jenis sepatu dengan kegiatan sehari-hari
Selain mempertimbangkan bentuk kaki, aktivitas sehari-hari juga perlu diperhatikan saat memilih sepatu. Bagi individu yang aktif bergerak atau berolahraga, disarankan untuk memilih sepatu yang memiliki bantalan empuk serta daya cengkeram yang optimal. "Kalau aktivitasnya banyak, pilih sepatu yang punya bantalan empuk dan membantu menjaga stabilitas. Supaya tidak gampang cedera atau keseleo," ungkap dr. Sophia. Di sisi lain, bagi mereka yang lebih banyak menghabiskan waktu duduk di kantor, sepatu yang memberikan dukungan ringan namun tetap ergonomis dapat menjadi pilihan yang tepat.
Keluhan ringan seperti pegal atau nyeri pada kaki sebaiknya tidak dianggap sepele. Jika dibiarkan tanpa penanganan, masalah ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan berpotensi menyebabkan cedera yang lebih serius. Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda-tanda awal ketidaknyamanan dan segera mengganti sepatu yang tidak memberikan kenyamanan. "Jangan sepelekan rasa tidak nyaman di kaki. Itu bisa jadi sinyal bahwa sepatu yang kita pakai tidak cocok," tegasnya.