5 Makanan-Minuman yang Berisiko Meningkatkan Tekanan Darah
Makanan dan minuman yang bisa memicu naiknya tekanan darah atau hipertensi.
Makanan dan minuman yang konsumsinya perlu diperhatikan karena berisiko meningkatkan tekanan darah.
5 Makanan-Minuman yang Berisiko Meningkatkan Tekanan Darah
Hipertensi atau tekanan darah tinggi terjadi ketika tekanan darah dalam pembuluh arteri tubuh meningkat melebihi batas yang dianggap normal, biasanya melampaui angka 140/90 mmHg.
Kondisi ini dapat menimbulkan sejumlah masalah kesehatan serius, termasuk gangguan jantung, serangan stroke, dan disfungsi organ tubuh lainnya.
Faktor penyebab darah tinggi melibatkan berbagai aspek, seperti gaya hidup yang tidak sehat seperti kebiasaan merokok, kurangnya aktivitas fisik, dan pola makan yang tidak seimbang.
Penting bagi individu dengan risiko tinggi atau yang sudah mengalami hipertensi untuk menjaga kebiasaan makan yang sehat dan membatasi konsumsi makanan serta minuman yang dapat memperburuk kondisi tekanan darah tinggi.
Beberapa makanan dan minuman memiliki potensi untuk meningkatkan tekanan darah.
Berikut informasi terkait makanan dan minuman pemicu hipertensi yang telah dirangkum pada Selasa(19/12/2023).
Gorengan, Camilan Favorit Banyak Orang
Mengandung Lemak dan Kolesterol Tinggi
Gorengan mengandung lemak trans dan kolesterol tinggi, yang dapat berpotensi memicu peningkatan tekanan darah dan sekaligus meningkatkan risiko penumpukan plak pada pembuluh darah.
Ketika pembuluh darah mengalami penyumbatan, jantung akan menghadapi beban kerja yang lebih berat dalam memompa darah. Keadaan ini secara signifikan meningkatkan risiko terjadinya tekanan darah tinggi.
Daging Merah (Sapi, Kambing, atau Domba)
Mengonsumsi daging merah yang berlebihan dapat menjadi pemicu peningkatan tekanan darah, karena kandungan kolesterol dan lemak yang terdapat dalam bahan makanan tersebut.
Aneka Kue dan Makanan Manis
Makanan yang memiliki cita rasa manis, seperti berbagai jenis kue kering dan aneka kue lainnya ternyata dapat memberikan dampak negatif pada risiko darah tinggi.
Secara umum, makanan manis diolah dengan menggunakan gula dan pemanis tambahan lainnya.
Pengonsumsian gula secara berlebihan dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah dan menghambat produksi oksida nitrat (NO). Senyawa ini memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan pembuluh darah.
Kopi
Ketika kopi dikonsumsi berlebihan, manfaat positifnya dapat hilang dan bahkan dapat meningkatkan tekanan darah karena kandungan kafein yang terdapat dalam minuman ini.
Kandungan gula dan kalori pada minuman bersoda memicu peningkatan tekanan darah.
Tidak hanya itu, minuman bersoda juga dapat meningkatkan risiko terkena penyakit diabetes dan obesitas dalam jangka waktu panjang.
Apakah Makanan Manis Bisa Menaikkan Tensi Darah?
Mengonsumsi makanan yang memiliki rasa asam dan asin, serta makanan yang kaya akan lemak jenuh, telah terbukti dapat menjadi pemicu peningkatan tekanan darah atau hipertensi.
Apakah Kecap Manis Aman untuk Darah Tinggi?
Orang dengan tekanan darah tinggi dianjurkan untuk membatasi konsumsi kecap manis dan bahan makanan lain yang mengandung natrium. Batasan aman konsumsi natrium umumnya berkisar antara 1.500 hingga 2.300 mg per hari.
Apakah Darah Tinggi Tidak Boleh Minum Manis?
Kebiasaan mengonsumsi minuman manis secara dapat menjadi risiko serius bagi penderita hipertensi. Minuman yang tinggi kandungan gulanya dapat merangsang produksi kolesterol jahat, meningkatkan risiko diabetes, dan menjadi pemicu penyakit jantung.