15 Khasiat Teh Daun Kelor, Rahasia Kesehatan dari 'Pohon Ajaib' untuk Menjaga Kebugaran Tubuh
Teh yang terbuat dari daun kelor sudah lama diakui memiliki banyak manfaat.
Teh dari daun kelor telah lama dikenal sebagai minuman herbal yang memiliki banyak manfaat. Seiring dengan bertambahnya penelitian yang mengungkapkan berbagai potensi kesehatan dari tanaman ini, popularitasnya semakin meningkat.
Dengan mengonsumsi teh daun kelor, seseorang dapat dengan mudah memperoleh asupan nutrisi penting untuk tubuh. Daun kelor, yang sering disebut sebagai "pohon ajaib" atau The Miracle Tree, kaya akan berbagai vitamin, mineral, dan antioksidan yang sangat bermanfaat.
Kandungan nutrisi yang melimpah membuat teh daun kelor menjadi pilihan menarik untuk mendukung kesehatan secara menyeluruh. Bahkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan daun kelor sebagai superfood karena nilai gizinya yang sangat tinggi.
Berikut adalah ulasan lengkap mengenai manfaat teh daun kelor yang dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber pada Jumat (25/7).
Memahami Teh Daun Kelor: Pengertian dan Sejarahnya
Kelor, yang juga dikenal dengan nama ilmiah Moringa oleifera, merupakan tanaman dari keluarga Moringaceae yang terkenal akan berbagai manfaatnya. Tumbuhan ini dapat tumbuh dengan tinggi batang antara 7 hingga 11 meter, memiliki batang yang berkayu, tegak, serta berwarna putih kotor dengan kulit yang tipis dan kasar.
Daun kelor berbentuk oval, berukuran kecil, dan tersusun secara majemuk pada satu tangkai. Tanaman ini berasal dari kawasan tropis dan subtropis di Asia Selatan, termasuk India dan Arab, dan kemudian menyebar ke berbagai belahan dunia. Di Indonesia, pohon kelor sering ditanam sebagai pagar hidup, di sepanjang ladang, atau di tepi sawah, berfungsi untuk penghijauan.
Kelor dikenal sebagai tanaman yang tumbuh cepat, memiliki umur yang panjang, mampu berbunga sepanjang tahun, serta tahan terhadap kondisi panas yang ekstrem. Seperti yang dinyatakan dalam jurnal Pembuatan Teh Herbal Dari Daun Kelor Untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Selama Pandemi Covid-19 Di Kecamatan Limo, Universitas Muhammadiyah Jakarta oleh Maryam Nadya Britany dan Lilik Sumarni (2020), "Kelor adalah tanaman yang bisa tumbuh dengan cepat, berumur panjang, berbunga sepanjang tahun, dan tahan dengan kondisi panas ekstrim. Tanaman ini berasal dari daerah tropis dan subtropis di Asia Selatan."
Karena semua bagian dari pohon kelor, mulai dari daun, buah, biji, bunga, kulit, batang, hingga akarnya, memiliki manfaat yang sangat besar, tanaman ini sering dijuluki dengan sebutan seperti The Miracle Tree, Tree for Life, dan Amazing Tree.
Nutrisi dan senyawa aktif yang terkandung dalam teh daun kelor
Tanaman kelor diakui sebagai salah satu sumber nutrisi paling kaya di dunia. Berkat kandungan gizinya yang melimpah, kelor sering disebut sebagai "superfood" yang memberikan banyak manfaat bagi kesehatan, terutama ketika disajikan dalam bentuk teh daun kelor. Dalam setiap 100 gram daun kelor segar, vitamin C yang terkandung dapat memenuhi hingga 157% dari kebutuhan gizi harian seseorang. Kelor juga kaya akan berbagai nutrisi penting lainnya, seperti vitamin A, C, E, serta mineral-mineral penting seperti kalsium, kalium, protein, magnesium, dan zat besi.
Daun kelor memiliki beragam nutrisi penting, termasuk vitamin, mineral, dan antioksidan. Nutrisi utama yang terdapat dalam daun kelor mencakup vitamin A, vitamin C, vitamin E, kalsium, kalium, dan protein. Selain itu, daun kelor juga merupakan sumber fitonutrien yang berharga seperti karotenoid, tokoferol, dan asam askorbat. Senyawa aktif lain yang ditemukan dalam daun kelor terdiri dari flavonoid, asam askorbat, karotenoid, fenolat, beta-sitosterol, kuersetin, tanin, alkaloid, saponin, triterpenoid, steroid, dan glikosida. Senyawa-senyawa ini berfungsi sebagai antioksidan alami yang efektif, melawan radikal bebas atau Reactive Oxygen Species (ROS) yang dihasilkan dari proses metabolisme dalam tubuh.
15 Khasiat Teh Daun Kelor bagi Kesehatan
Berikut adalah penjelasan mendalam mengenai 15 manfaat teh daun kelor untuk kesehatan yang didasarkan pada penelitian ilmiah yang telah dilakukan:
- Antioksidan Tinggi Menurut Roy et al. (2023) dalam Phytochemicals And Health Benefits of Moringa oleifera, teh daun kelor kaya akan flavonoid, polifenol, dan vitamin C yang berfungsi efektif dalam melawan radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan pada sel-sel tubuh.
- Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Berdasarkan informasi dari Benefits of Moringa Leaves (Ijtans, 2023), vitamin C, E, dan senyawa fenolik yang terdapat dalam daun kelor berperan penting dalam meningkatkan respons sistem kekebalan tubuh untuk melawan berbagai infeksi.
- Menurunkan Kolesterol Dalam penelitian yang dipublikasikan di JMM (2024), ditemukan bahwa beta-sitosterol dan flavonoid yang terkandung dalam daun kelor dapat menurunkan kadar kolesterol LDL serta mendukung kesehatan jantung.
- Mengontrol Gula Darah Sabapathy et al. (2024) dalam Research Journal of Pharmacy and Technology menyatakan bahwa teh kelor memiliki efek antihiperglikemik yang dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu menurunkan kadar gula darah secara efektif.
- Melindungi Kesehatan Hati Menurut International Journal of Molecular Sciences (Augustine et al., 2023), teh daun kelor memiliki sifat hepatoprotektif yang berfungsi untuk melindungi sel-sel hati dari stres oksidatif serta kerusakan yang mungkin terjadi.
- Menjaga Kesehatan Pencernaan Aini et al. (2024) dalam Benefit of Moringa oleifera Lam. leaves... menjelaskan bahwa serat yang terdapat dalam kelor sangat membantu dalam memperlancar proses pencernaan dan mencegah terjadinya sembelit.
- Mencegah Kanker Sebuah studi yang berjudul Moringa oleifera as an AntiCancer Agent against Breast and Colorectal Cancer Cell Lines (Roy et al., 2015) menunjukkan bahwa ekstrak dari daun dan kulit batang kelor memiliki efek merusak pada sel-sel kanker MDAMB231 (payudara) dan HCT8 (kolorektal). Senyawa seperti eugenol, Dallose, dan isothiocyanate bekerja melalui mekanisme apoptosis, mengurangi motilitas sel, serta menghentikan siklus sel pada fase G2/M tanpa mempengaruhi sel normal (Roy et al., 2015).
- Menjaga Kesehatan Mata Menurut Plants Journal (Sreeja et al., 2021), kandungan betakaroten dalam kelor berperan penting dalam menjaga kesehatan mata dan mencegah masalah seperti rabun senja.
- Memiliki Efek Antimikroba Roy et al. (2023) dalam Phytochemicals And Health Benefits... menunjukkan bahwa senyawa alkaloid, saponin, dan fenolik yang terdapat dalam kelor memiliki kemampuan antibakteri dan antimikroba yang efektif.
- Menjaga Kesehatan Kulit Kandungan antioksidan dalam teh daun kelor berfungsi untuk mencegah penuaan dini dengan melindungi sel-sel kulit dari kerusakan yang diakibatkan oleh radikal bebas.
- Menurunkan Risiko Penyakit Jantung Azlan et al. (2022) dalam Molecules juga menyebutkan bahwa konsumsi teh daun kelor berkontribusi dalam menjaga kadar kolesterol yang normal serta mendukung kesehatan jantung secara keseluruhan.
- Menjaga Kesehatan Otak Menurut An Update on the Emerging Neuroprotective Potential (2024), teh daun kelor berperan dalam menjaga fungsi kognitif serta melindungi saraf dari kerusakan yang mungkin terjadi.
- Membantu Menurunkan Berat Badan Teh daun kelor dapat membantu meningkatkan metabolisme lipid dan mengontrol nafsu makan, sehingga mendukung proses penurunan berat badan secara alami (Azlan et al., 2022).
- Membantu Detoksifikasi Tubuh Dalam Frontiers Review (2025), ditemukan bahwa senyawa glukosinolat yang terdapat dalam kelor membantu dalam proses detoksifikasi tubuh dari racun, termasuk logam berat.
- Meredakan Nyeri Sendi Johri (2021) dalam International Journal of Advanced Research menjelaskan bahwa sifat antiinflamasi dari kelor dapat membantu mengurangi nyeri sendi yang dialami oleh penderita arthritis.
Panduan Membuat Teh Daun Kelor di Rumah
Membuat teh dari daun kelor di rumah merupakan aktivitas yang cukup sederhana dan dapat dilakukan dengan berbagai metode yang mudah. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Pengabdian Masyarakat: DIKMAS, proses pengeringan daun kelor sangat penting untuk mengurangi kadar air, sehingga daun tersebut tidak mudah rusak saat disimpan dan nutrisinya tetap terjaga. Berikut adalah langkah-langkah umum yang dapat Anda ikuti untuk menyiapkan teh daun kelor:
- Persiapan Daun Kelor: Ambil beberapa lembar daun kelor segar yang berkualitas baik. Cuci daun kelor di bawah air mengalir hingga bersih, kemudian pisahkan daun dari tangkainya.
- Pengeringan: Daun kelor bisa dikeringkan dengan beberapa metode untuk menjaga kandungan nutrisinya.
- Jemur di Bawah Sinar Matahari: Jemur daun kelor di bawah sinar matahari yang terik hingga benar-benar kering. Pastikan daun kering dengan sempurna agar tidak terjadi pertumbuhan jamur.
- Pengeringan dengan Oven: Anda juga bisa menggunakan oven pada suhu rendah untuk mengeringkan daun. Metode ini dapat mempertahankan lebih banyak nutrisi (kecuali vitamin C) dibandingkan dengan metode pengeringan beku.
- Pengeringan di Suhu Ruang: Daun kelor dapat dikeringkan di suhu ruang dengan menyebarkannya di atas tampah yang ditutupi kain hitam bersih, dan biarkan selama tiga hari.
- Penghalusan (Opsional): Setelah daun kering sepenuhnya, Anda dapat menghaluskannya menjadi bubuk atau serbuk. Jika tidak ingin dihaluskan, daun kering tersebut bisa langsung digunakan.
- Penyajian: Ada dua metode utama untuk menyajikan teh daun kelor.
- Seduh Langsung: Masukkan bubuk atau daun kelor kering ke dalam cangkir. Seduh dengan air panas, kemudian biarkan beberapa menit sebelum diminum.
- Rebus: Didihkan air, lalu masukkan daun kelor. Masak hingga air sedikit berubah warna menjadi hijau dan beraroma. Setelah 5-10 menit, saring teh untuk memisahkan daun kelor dari cairan.
- Tambahan (Opsional): Untuk mengurangi bau dan rasa langu yang mungkin terdapat pada teh daun kelor, Anda bisa menambahkan madu, perasan jeruk lemon, atau sereh sesuai selera. Ini akan meningkatkan kenikmatan saat menikmati minuman herbal ini.
Beragam Pengolahan Daun Kelor yang Lain
Selain dijadikan teh, daun kelor memiliki berbagai kegunaan dalam bentuk olahan makanan dan minuman lainnya. Dengan kandungan nutrisi yang melimpah, daun kelor menjadi bahan tambahan yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan nilai gizi hidangan sehari-hari. Oleh karena itu, manfaat dari teh daun kelor juga dapat diperoleh melalui olahan lainnya. Selain menambah nilai gizi, penggunaan daun kelor dalam kuliner juga memberikan variasi rasa dan tekstur pada berbagai hidangan. Berikut adalah beberapa olahan daun kelor yang populer dan mudah untuk dibuat:
- Sayur Kelor: Daun kelor sering digunakan dalam sayur bening atau sebagai campuran dalam sayur asam di daerah pedesaan. Selain itu, daun kelor juga bisa diolah menjadi sayur bobor dengan santan, atau ditumis bersama bumbu kari dan tambahan tahu sebagai sumber protein nabati.
- MPASI (Makanan Pendamping ASI): Tepung daun kelor kering dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat MPASI yang terjangkau, aman, mudah ditemukan, serta kaya gizi.
- Produk Roti dan Kue: Daun kelor juga dapat ditambahkan dalam berbagai resep seperti bakpia kelor, nugget kelor, mie kelor, brownies kelor, kerupuk kelor, pia kelor, dan kukis.
- Omelet Daun Kelor: Daun kelor yang telah dicuci bersih dapat dicampurkan dengan telur dan bumbu lainnya untuk membuat omelet yang bergizi dan praktis.
- Cendol Daun Kelor: Daun kelor juga dapat diolah menjadi cendol, memberikan sentuhan unik pada minuman tradisional ini dengan tambahan nutrisi yang bermanfaat.
- Mie Kering dengan Serbuk Daun Kelor: Penambahan serbuk daun kelor dalam pembuatan mie kering dapat meningkatkan kandungan lemak, protein, dan karbohidrat pada mie tersebut.
- Teh Celup Daun Kelor: Daun kelor kering dapat dimasukkan ke dalam kantong teh untuk membuat teh celup yang praktis dan memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh.
Sumber:
- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan menetapkan daun kelor sebagai bahan makanan superfood karena nilai gizinya
- jurnal Pembuatan Teh Herbal Dari Daun Kelor Untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Selama Pandemi Covid-19 Di Kecamatan Limo, Universitas Muhammadiyah Jakarta oleh Maryam Nadya Britany dan Lilik Sumarni (2020),
- Jurnal Pengabdian Masyarakat: DIKMAS 2022
- Johri (2021) dalam International Journal of Advanced Research
- An Update on the Emerging Neuroprotective Potential (2024)
- studi Moringa oleifera as an AntiCancer Agent against Breast and Colorectal Cancer Cell Lines (Roy et al., 2015)
- Benefits of Moringa Leaves (Ijtans, 2023),