Tinggal 120 Penambang, Ini Langkah Pemprov Gorontalo Percepat Penyelesaian Tali Asih di Pohuwato
Pemerintah Provinsi Gorontalo bergerak cepat menuntaskan Penyelesaian Tali Asih Penambang Pohuwato yang tersisa 120 orang. Tim khusus dibentuk, akankah masalah lama ini segera berakhir?
Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama jajaran Polda Gorontalo dan Pemerintah Kabupaten Pohuwato kembali menggelar pertemuan penting. Diskusi ini bertujuan membahas serta mencari solusi konkret terkait penyelesaian pembayaran tali asih bagi para penambang. Langkah strategis ini diambil sebagai tindak lanjut atas aspirasi yang telah disampaikan oleh DPRD Kabupaten Pohuwato.
Pertemuan yang berlangsung di Gorontalo pada Jumat, 25 Oktober ini berfokus pada sisa penambang yang belum terselesaikan. Dari total 2.554 penambang yang teridentifikasi dan disepakati sejak tahun 2023, saat ini masih tersisa sekitar 120 penambang yang belum memperoleh penyelesaian. Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi seluruh pihak terkait.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, ESDM dan Transmigrasi Provinsi Gorontalo, Wardoyo Mansur Pongoliu, menjelaskan bahwa upaya ini merupakan inisiatif Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail. Gubernur berharap permasalahan yang telah berlangsung cukup lama ini dapat segera menemukan solusi terbaik. Keseimbangan antara kepentingan masyarakat dan kelancaran operasional perusahaan menjadi kunci utama dalam penyelesaian ini.
Upaya Gubernur Gorontalo Menuntaskan Masalah Tali Asih
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menunjukkan komitmen kuat untuk menuntaskan isu tali asih penambang di Pohuwato. Beliau menyadari bahwa permasalahan ini telah berlarut-larut dan membutuhkan penanganan yang cepat serta efektif. Fokus utama adalah memastikan hak-hak penambang terpenuhi tanpa mengabaikan kepentingan investasi.
Wardoyo Mansur Pongoliu menegaskan, "Gubernur menekankan pentingnya keseimbangan antara kepentingan masyarakat yang telah lama menanti kejelasan dengan kepentingan pihak perusahaan agar dapat segera fokus pada proses produksi sesuai rencana yang telah ditetapkan." Pernyataan ini menggarisbawahi pendekatan holistik pemerintah daerah. Tujuannya adalah menciptakan iklim investasi yang kondusif sekaligus menjamin keadilan sosial bagi warga.
Penyelesaian tali asih ini diharapkan tidak hanya mengakhiri konflik yang ada, tetapi juga membangun kepercayaan publik. Pemerintah Provinsi Gorontalo berupaya keras agar tidak ada lagi penambang yang merasa dirugikan. Proses ini juga menjadi cerminan tata kelola pemerintahan yang responsif terhadap keluhan masyarakat.
Pembentukan Tim Percepatan Penyelesaian Tali Asih
Sebagai langkah konkret, hasil pembahasan menyepakati pembentukan Tim Percepatan Tali Asih. Tim ini akan bertugas melakukan mediasi dan negosiasi kembali dengan 120 orang masyarakat penambang Pohuwato yang belum mendapatkan penyelesaian. Pembentukan tim ini diharapkan mempercepat proses yang ada.
Tim Percepatan Tali Asih akan terdiri dari unsur Pemerintah Provinsi Gorontalo, Pemerintah Kabupaten Pohuwato, serta jajaran Polda Gorontalo. Penting untuk dicatat bahwa tim ini akan bekerja tanpa melibatkan pihak perusahaan secara langsung dalam proses mediasi dan negosiasi tersebut. Hal ini bertujuan untuk menjaga objektivitas dan independensi tim.
Susunan tim berjumlah tujuh orang, dengan proporsi keanggotaan yang seimbang antara perwakilan provinsi dan kabupaten. Komposisi ini diharapkan mampu membawa perspektif yang komprehensif. Tim akan fokus pada penyelesaian sisa kasus yang belum tuntas, memastikan setiap penambang mendapatkan haknya secara adil.
Harapan untuk Penyelesaian Cepat dan Transparan
Gubernur Gusnar Ismail menaruh harapan besar pada Tim Percepatan Tali Asih yang baru dibentuk. Beliau berharap tim dapat bekerja dengan cepat, objektif, seimbang, dan transparan. Kinerja tim ini sangat krusial untuk menjembatani penyelesaian tali asih kepada masyarakat penambang di Pohuwato.
Keberhasilan tim dalam menuntaskan permasalahan ini akan menjadi indikator penting. Hal ini menunjukkan kemampuan pemerintah daerah dalam menyelesaikan isu-isu kompleks yang melibatkan banyak pihak. Transparansi dalam setiap tahapan proses menjadi prioritas utama. Ini untuk menghindari potensi konflik baru di masa mendatang.
Gubernur Gorontalo juga berharap agar seluruh elemen masyarakat dan pihak terkait dapat memberikan dukungan penuh. Bantuan dan kerja sama dari semua pihak sangat dibutuhkan agar upaya penyelesaian ini berjalan lancar. Dengan demikian, permasalahan tali asih dapat segera dituntaskan secara menyeluruh. Ini akan membawa dampak positif bagi stabilitas daerah.
Sumber: AntaraNews