Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo menunjukkan respons cepat terhadap aduan puluhan warga yang tergabung dalam forum pemilik lahan dan petani, yang terdampak proyek Revitalisasi Danau Limboto. Audiensi penting ini berlangsung di rumah dinas jabatan gubernur, di mana Gubernur Gusnar Ismail secara langsung menerima dan mendengarkan keluhan masyarakat. Warga menyampaikan bahwa lahan mereka kini tergenang air akibat proyek tersebut, menyebabkan mereka kehilangan mata pencarian sebagai petani.
Gubernur Gusnar Ismail menegaskan komitmennya untuk segera menindaklanjuti aspirasi para warga terdampak. Ia berjanji akan memanggil seluruh pihak terkait guna melakukan kajian menyeluruh terhadap batas-batas lahan yang terkena dampak langsung revitalisasi. Langkah ini diharapkan dapat memberikan kejelasan dan solusi konkret bagi masyarakat yang telah lama menantikan penyelesaian masalah ini.
Masalah ini mencuat karena lahan-lahan milik warga, yang sebagian besar telah bersertifikat dan sah secara hukum, tidak lagi dapat digunakan untuk bercocok tanam setelah tergenang air. Meskipun kewajiban membayar pajak tetap mereka penuhi setiap tahun, janji ganti rugi yang sebelumnya diberikan tak kunjung terealisasi. Situasi ini telah berlangsung lama dan menimbulkan keresahan di kalangan petani.
Advertisement
Advertisement
Gubernur Gusnar Ismail secara langsung menerima aduan dari puluhan warga terdampak Revitalisasi Danau Limboto di rumah dinas jabatannya. Dalam pertemuan tersebut, Gubernur mendengarkan dengan seksama keluhan warga terkait lahan mereka yang tergenang air. "Saya mendengarkan keluhan mereka, akibat lahan yang dimiliki kini tergenang air karena adanya proyek revitalisasi sehingga tidak bisa lagi digunakan untuk bercocok tanam," kata Gubernur Gusnar, menjelaskan inti permasalahan yang dihadapi masyarakat.
Menanggapi aduan tersebut, Gubernur menyatakan kesiapannya untuk segera menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan. Ia berjanji akan memanggil berbagai pihak terkait untuk melakukan kajian komprehensif. Pihak-pihak yang akan diundang termasuk Badan Pertanahan Nasional (BPN), Balai Sungai, Dinas Pekerjaan Umum (PU), serta perwakilan masyarakat terdampak Revitalisasi Danau Limboto.
Tidak hanya itu, Gubernur Gusnar juga langsung menginstruksikan Kepala Dinas PUPR Provinsi Gorontalo untuk melakukan pemetaan lahan secara cepat dan akurat. Pemetaan ini krusial untuk mengidentifikasi secara pasti titik-titik koordinat lahan yang terdampak. Langkah-langkah cepat ini diharapkan dapat mempercepat proses penyelesaian masalah yang telah berlarut-larut.
Advertisement
Advertisement
Rencana Pemprov Gorontalo untuk mengundang berbagai instansi terkait menunjukkan keseriusan dalam menangani masalah lahan terdampak Revitalisasi Danau Limboto. "Kami akan mengundang BPN, Balai Sungai, Dinas PU, serta perwakilan masyarakat untuk meninjau kembali titik-titik koordinat lahan tersebut," ujar Gusnar. Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan keakuratan data dan dasar hukum dalam penyelesaian masalah.
Perwakilan masyarakat menegaskan bahwa sebagian besar lahan yang terdampak telah memiliki sertifikat dan alas hak yang sah. Mereka juga mengungkapkan bahwa meskipun lahan mereka tidak lagi produktif, kewajiban membayar pajak tetap mereka penuhi setiap tahun. Namun, ganti rugi yang dijanjikan sebagai kompensasi atas dampak Revitalisasi Danau Limboto belum juga terealisasi hingga saat ini.
Berbagai upaya telah ditempuh oleh warga untuk mencari keadilan, mulai dari rapat dengar pendapat dengan DPRD Provinsi Gorontalo hingga aksi unjuk rasa di Balai Sungai. Namun, semua upaya tersebut belum membuahkan hasil yang diharapkan. "Harapan kami hanya tinggal ke pak gubernur. Kami percaya pak gubernur pemberi solusi atas persoalan yang telah berlangsung lama itu," kata seorang warga yang hadir pada audiensi tersebut, menunjukkan kepercayaan penuh kepada pemimpin daerah.
Advertisement
Sikap responsif Gubernur Gusnar Ismail dalam menanggapi aduan ini telah memberikan harapan baru bagi masyarakat. Masyarakat yang telah lama menanti kejelasan nasib tanah mereka kini merasa ada titik terang. "Insyaallah dalam waktu dekat masalah ini bisa kita selesaikan dengan baik," kata Gusnar, memberikan optimisme bahwa persoalan Revitalisasi Danau Limboto ini akan segera menemukan jalan keluar yang adil bagi semua pihak.
Sumber: AntaraNews