Pemprov NTB Ajak Masyarakat Sudahi Polemik Sekda Definitif, Fokus Pembangunan Daerah
Pemerintah Provinsi NTB mengajak seluruh elemen masyarakat mengakhiri polemik Sekda definitif yang telah ditetapkan, serta bersatu padu mendukung pembangunan daerah demi kesejahteraan bersama.
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) secara resmi mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menghentikan perdebatan mengenai posisi Sekretaris Daerah (Sekda). Ajakan ini disampaikan setelah penetapan Sekda definitif melalui keputusan Presiden. Langkah ini diharapkan dapat menyatukan kembali fokus pada agenda pembangunan daerah.
Juru Bicara Pemprov NTB, Ahsanul Khalik, di Mataram pada Sabtu (11/4) menegaskan pentingnya persatuan. Ia menyerukan kolaborasi kuat antar elemen masyarakat. Tujuannya adalah untuk mendorong kemajuan NTB secara berkelanjutan.
Dinamika perdebatan terkait posisi Sekda memang dianggap wajar dalam sistem demokrasi. Namun, polemik Sekda NTB ini diharapkan tidak berlarut-larut. Pemprov NTB menghargai setiap kritik dan masukan sebagai bentuk partisipasi publik.
Pentingnya Persatuan Pasca Penetapan Sekda Definitif
Ahsanul Khalik menekankan bahwa perbedaan pandangan sebaiknya diubah menjadi energi positif. Energi ini harus mendukung berbagai program pembangunan di wilayah NTB. Ia menegaskan bahwa NTB adalah rumah bersama bagi semua warganya.
Dukungan aktif dari masyarakat sangat dibutuhkan untuk memperkuat kinerja pemerintahan daerah, terutama setelah struktur birokrasi kini telah lengkap dengan kehadiran Sekda definitif. Lengkapnya birokrasi diharapkan mempercepat realisasi program.
Pemprov NTB juga membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat. Ruang ini ditujukan untuk terus mengawal dan memberikan masukan konstruktif. Hal ini demi memastikan jalannya pemerintahan tetap transparan dan akuntabel.
Ajakan ini merupakan upaya Pemprov NTB untuk menciptakan iklim kondusif. Iklim tersebut sangat penting untuk fokus pada prioritas pembangunan. Kesejahteraan bersama seluruh masyarakat NTB menjadi tujuan utama.
Peran Strategis Sekda dan Harapan Gubernur NTB
Sebelumnya, pada tanggal 9 April 2026, Abul Chair secara resmi dilantik sebagai Sekretaris Daerah Provinsi NTB. Abul Chair sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Timur. Pengalaman ini diharapkan membawa dampak positif bagi NTB.
Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, mengibaratkan jabatan Sekda yang diemban Abul Chair sebagai Chief Executive Officer (CEO) dalam sebuah perusahaan. Peran ini sangat strategis dalam sebuah perusahaan. Sekda memiliki fungsi sebagai pengendali utama urusan internal birokrasi.
Analogi CEO ini menunjukkan betapa krusialnya posisi Sekda dalam level pemerintahan daerah. Sekda bertanggung jawab atas koordinasi dan efisiensi birokrasi. Harapannya, Abul Chair dapat membawa perubahan signifikan.
Dengan lengkapnya birokrasi dan adanya Sekda definitif, Pemprov NTB berharap pembangunan dapat berjalan lebih efektif. Masyarakat diajak untuk bersama-sama mengawal proses ini. Tujuannya adalah mewujudkan NTB yang lebih maju dan sejahtera.
Sumber: AntaraNews