Pansel Umumkan Tiga Nama Calon Sekda NTB, Siapa Saja yang Lolos?
Seleksi ketat calon **Sekda NTB** telah mengerucut pada tiga nama terbaik. Siapa saja pejabat yang berpeluang menduduki posisi strategis ini dan bagaimana kelanjutan prosesnya?
Tim Panitia Seleksi (Pansel) calon Sekretaris Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) telah mengumumkan tiga nama aparatur sipil negara (ASN) yang berhasil lolos ke tahap berikutnya. Pengumuman ini menandai babak baru dalam pencarian figur pemimpin birokrasi tertinggi di provinsi tersebut. Ketiga nama ini telah diserahkan kepada Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, untuk proses selanjutnya dalam penetapan Sekda definitif.
Proses seleksi terbuka ini dilakukan untuk mengisi posisi Sekda definitif yang sebelumnya dijabat oleh Pj Sekda Lalu Moh. Faozal. Ketua Tim Pansel Daerah Sekda NTB, Prof. Riduan Mas'ud, didampingi anggota Tim Pansel Prof. Lalu Wiresapta Karyadi, menyerahkan hasil seleksi ini di Pendopo Gubernur NTB pada Jumat.
Dari sepuluh calon yang melamar, Pansel menyatakan bahwa nilai mereka sangat tipis, bahkan hanya berselisih nol koma. Hal ini menunjukkan kualitas yang merata di antara para kandidat. Meskipun demikian, Pansel berhasil menyaring tiga nama terbaik yang dinilai paling memenuhi kriteria untuk posisi strategis ini.
Proses Seleksi Ketat Menuju Tiga Besar Calon Sekda NTB
Proses seleksi calon **Sekda NTB** melibatkan penilaian mendalam dari tim pansel yang terdiri dari lima orang, termasuk dua perwakilan dari pusat. Tim pansel ini bertugas mengevaluasi sepuluh calon yang mendaftar untuk menggantikan Pj Sekda Lalu Moh. Faozal.
Prof. Riduan Mas'ud menjelaskan bahwa perbedaan nilai di antara para calon sangatlah kecil, menunjukkan kompetensi yang hampir setara. "Nilainya tidak banyak berbeda. Kita harus memerasnya menjadi tiga besar dulu," ujar Riduan, menekankan objektivitas dalam pengambilan keputusan.
Anggota Tim Pansel, Prof. Lalu Wiresapta Karyadi, menambahkan bahwa secara keseluruhan, 10 pejabat yang melamar posisi Sekda NTB memiliki kemampuan dan kapabilitas yang nyaris sama. Konsensus untuk menentukan tiga besar tidak memerlukan perdebatan panjang karena selisih nilai yang sangat tipis.
Pansel menegaskan bahwa tidak ada intervensi dalam proses seleksi ini, dan semua dilakukan secara transparan serta objektif. Keterbukaan informasi dijanjikan dengan pembukaan skor nilai ketiga calon yang lolos.
Profil Tiga Kandidat Terpilih untuk Sekda NTB
Tiga nama yang berhasil lolos dalam seleksi calon **Sekda NTB** adalah figur-figur dengan rekam jejak yang mumpuni di berbagai instansi pemerintahan. Mereka adalah Abul Chair, Ahmad Saufi, dan Ahsanul Khalik.
Abul Chair, yang meraih skor tertinggi, saat ini menjabat sebagai Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Timur. Pengalamannya di lembaga pengawasan keuangan dan pembangunan menjadi nilai tambah yang signifikan.
Kandidat kedua adalah Ahmad Saufi, yang merupakan Asisten Deputi Pemberdayaan dan Peningkatan Prestasi Bangsa Kemenko PMK. Perannya di tingkat kementerian koordinator menunjukkan kapasitasnya dalam skala nasional.
Terakhir, Ahsanul Khalik adalah pejabat dari NTB sendiri, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Diskominfotik NTB. Keberadaannya sebagai pejabat daerah menunjukkan pemahaman mendalam terhadap kondisi dan kebutuhan lokal.
Ketiga nama ini memiliki selisih nilai yang sangat tipis, menandakan persaingan yang ketat dan kualitas yang berimbang di antara mereka. Pansel juga menepis isu adanya calon Sekda impor, menegaskan bahwa semua pejabat yang diseleksi adalah yang terbaik dan dinilai dari berbagai sisi, termasuk kedaerahan dan kemampuan pemecahan masalah di NTB.
Kewenangan Akhir di Tangan Gubernur dan Kemendagri
Setelah pengumuman tiga nama calon **Sekda NTB** oleh Pansel, tahapan selanjutnya adalah penyerahan nama-nama tersebut kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Gubernur NTB. Proses ini merupakan bagian dari prosedur resmi penetapan pejabat tinggi pratama di lingkungan pemerintah daerah.
Prof. Riduan Mas'ud menjelaskan bahwa kewenangan untuk menetapkan satu nama definitif kini berada di tangan Gubernur dan pihak pusat, dalam hal ini Kemendagri. Pansel telah menyelesaikan tugasnya dan tidak lagi terlibat dalam pengambilan keputusan akhir.
Pertemuan antara tim pansel, baik dari pusat maupun daerah, dengan Gubernur NTB dijadwalkan pada Jumat malam untuk membahas nilai ketiga calon Sekda NTB yang lolos tiga besar. Hal ini dilakukan untuk memastikan objektivitas dan transparansi penuh tanpa intervensi.
Keputusan akhir dari Gubernur dan Kemendagri akan menentukan siapa yang paling tepat untuk menduduki kursi Sekda NTB definitif. Proses ini diharapkan menghasilkan pemimpin birokrasi yang mampu membawa NTB menuju kemajuan.
Sumber: AntaraNews