Panglima TNI Pimpin Upacara Pemakaman Mayor Zulmi, Gugur dalam Misi Perdamaian PBB
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto pimpin langsung upacara militer Pemakaman Mayor Zulmi Aditya Iskandar di TMP Cikutra, Bandung, setelah gugur dalam misi perdamaian PBB di Lebanon.
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memimpin upacara militer pemakaman jenazah Mayor Infanteri (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar di Taman Makam Pahlawan Cikutra, Kota Bandung, pada Minggu pagi. Prosesi ini merupakan penghormatan terakhir bagi almarhum yang gugur saat menjalankan tugas negara. Mayor Zulmi meninggal dunia pada Senin, 30 Maret 2026, di Lebanon.
Jenazah almarhum diberangkatkan dari rumah duka di Kampung Cikendal, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi. Tiba di lokasi pemakaman sekitar pukul 08.45 WIB, jenazah disambut dengan upacara militer. Satuan militer Kogartap II Bandung lengkap dengan tim salvo mengiringi prosesi menuju peristirahatan terakhir.
Dalam amanatnya, Jenderal Agus Subiyanto menyampaikan bahwa almarhum gugur dalam menjalankan tugas negara di Lebanon. Beliau berharap pengabdian almarhum menjadi jalan darma bakti dan mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan. Kepergian Mayor Zulmi meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan institusi TNI.
Prosesi Penghormatan Militer Penuh Khidmat
Kedatangan jenazah Mayor Infanteri (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar di Taman Makam Pahlawan Cikutra disambut dengan protokol militer yang ketat. Suasana haru menyelimuti area pemakaman saat peti jenazah tiba. Prosesi ini menegaskan penghargaan negara atas jasa-jasa almarhum.
Peti jenazah yang berwarna putih diselimuti bendera Merah Putih, simbol kehormatan tertinggi bagi pahlawan bangsa. Tim salvo memberikan penghormatan tembakan sebagai tanda perpisahan. Seluruh rangkaian upacara berlangsung dengan penuh khidmat dan disiplin.
Setelah upacara militer, Panglima TNI, para pejabat, serta keluarga memberikan penghormatan terakhir. Mereka kemudian melanjutkan dengan doa bersama dan tabur bunga di pusara almarhum. Momen ini menjadi penanda bahwa pengabdian Mayor Zulmi akan selalu dikenang.
Kehadiran Pejabat Tinggi dan Amanat Panglima TNI
Upacara pemakaman ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara dan militer, menunjukkan betapa besar pengorbanan Mayor Zulmi. Kehadiran mereka merupakan bentuk solidaritas dan penghormatan kepada almarhum. Ini juga menjadi dukungan moral bagi keluarga yang ditinggalkan.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Kapolda Jabar Inspektur Jenderal Polisi Rudi Setiawan, dan Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Kosasih turut hadir dalam upacara tersebut. Kehadiran para pemimpin ini menggarisbawahi pentingnya misi yang diemban Mayor Zulmi. Mereka semua memberikan penghormatan terakhir.
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dalam amanatnya menekankan pengabdian tulus Mayor Zulmi kepada negara. "Semoga menjadi jalan darma bakti dan mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan," ujar Agus, mendoakan almarhum. Pesan ini menguatkan semangat juang prajurit TNI lainnya.
Pengabdian Mayor Zulmi dalam Misi Perdamaian PBB
Mayor (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon Selatan. Ia adalah bagian dari Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL, kontingen Indonesia yang bertugas di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Misi ini bertujuan menjaga stabilitas dan perdamaian global.
Almarhum meninggal dunia ketika melaksanakan pengawalan konvoi dalam tugas mendukung operasi pasukan perdamaian PBB di wilayah tersebut. Tugas ini merupakan bagian krusial dari upaya menjaga keamanan. Kepergiannya adalah kehilangan besar bagi pasukan perdamaian.
Pengabdian Mayor Zulmi di Lebanon adalah bukti nyata komitmen Indonesia terhadap perdamaian dunia. Kontribusi prajurit TNI dalam misi internasional patut diapresiasi. Nama almarhum akan tercatat sebagai pahlawan bangsa yang gugur demi kemanusiaan.
Sumber: AntaraNews