Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dijadwalkan akan memimpin upacara militer untuk pemakaman jenazah Mayor Infanteri (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar. Upacara ini akan dilangsungkan pada Minggu (5/4) pagi di Cimahi, Jawa Barat, sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi pahlawan perdamaian yang gugur dalam tugas.
Mayor Zulmi Aditya Iskandar gugur saat menjalankan tugas mulia dalam misi perdamaian di Lebanon, menunjukkan dedikasi dan pengorbanan yang luar biasa. Prosesi pemakaman ini menjadi simbol penghargaan TNI atas baktinya kepada negara dan dunia.
Komandan Batalyon 22 Grup 2 Kopassus, Letkol Infanteri Heri Ismoyo, menegaskan bahwa Panglima TNI akan bertindak sebagai inspektur upacara (irup) dalam prosesi sakral tersebut. Hal ini menggarisbawahi pentingnya pengorbanan Mayor Zulmi bagi institusi militer Indonesia.
Advertisement
Advertisement
Upacara militer yang dipimpin langsung oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto merupakan penghormatan tertinggi bagi Mayor Infanteri (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar. Prosesi ini akan dilaksanakan dengan penuh kehormatan militer, mencerminkan apresiasi mendalam dari Tentara Nasional Indonesia.
Dedikasi Mayor Zulmi yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon menjadi teladan bagi seluruh prajurit. Pengorbanan almarhum dalam menjaga stabilitas dan perdamaian dunia diakui sebagai bentuk pengabdian yang tak ternilai harganya.
TNI melalui upacara ini menunjukkan komitmennya untuk selalu menghargai setiap prajurit yang berjuang dan berkorban demi bangsa dan negara. Kehadiran Panglima TNI secara langsung menjadi bukti nyata dari penghargaan tersebut.
Advertisement
Advertisement
Sebelum dimakamkan, jenazah Mayor Infanteri (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar telah melalui serangkaian prosesi panjang. Jenazah tiba di tanah air sekitar pukul 18.00 WIB pada Sabtu (4/4), dan disambut dengan upacara penerimaan di Bandara Soekarno-Hatta.
Setelah upacara di Jakarta, jenazah diterbangkan menuju Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, sebelum akhirnya dibawa ke rumah duka di Cikendal, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi. Pihak keluarga turut menjemput langsung jenazah di Jakarta.
Di rumah duka, keluarga melaksanakan shalat jenazah dan memberikan penghormatan terakhir sebelum jenazah dibawa ke Taman Makam Pahlawan (TMP) untuk dimakamkan. Prosesi ini memastikan almarhum mendapatkan perpisahan yang layak dari keluarga dan rekan-rekan militer.
Advertisement
Advertisement
Mayor Infanteri (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar gugur saat menjalankan tugas mulia sebagai bagian dari misi perdamaian di Lebanon. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan seluruh jajaran TNI, namun juga kebanggaan atas pengabdiannya.
Almarhum dikenal sebagai sosok yang baik, saleh, dan menjadi kebanggaan keluarga, serta merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 2015. Sejak kecil, Zulmi aktif dan memiliki beragam minat, termasuk bermain musik dan olahraga, sebelum memutuskan fokus pada karier militer.
Perannya dalam misi perdamaian dunia menegaskan komitmen Indonesia sebagai negara yang turut berkontribusi dalam menjaga stabilitas global. Pengorbanan Mayor Zulmi menjadi simbol keberanian dan dedikasi prajurit TNI di kancah internasional.
Advertisement
Sumber: AntaraNews