Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memberikan penghormatan terakhir kepada Mayor Infanteri (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar. Mayor Zulmi gugur saat menjalankan tugas mulia dalam misi perdamaian di Lebanon Selatan. Upacara militer pemakaman berlangsung khidmat di Taman Makam Pahlawan Cikutra, Kota Bandung, Jawa Barat.
Jenderal Agus Subiyanto mengenang Mayor Zulmi sebagai prajurit berprestasi yang selalu mendapatkan penghargaan atas dedikasinya. Penugasan ke Lebanon merupakan bentuk apresiasi atas kinerja luar biasa yang telah ditunjukkannya. TNI merasa kehilangan salah satu prajurit terbaiknya dari satuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Mayor Zulmi gugur saat mengawal konvoi Combat Support Service Unit (CSSU) dalam misi kemanusiaan. Negara memastikan seluruh hak dan santunan bagi keluarga almarhum akan terpenuhi. Hal ini sebagai bentuk penghargaan atas pengorbanan yang telah diberikan sang prajurit.
Advertisement
Advertisement
Dedikasi dan Penghargaan Mayor Zulmi
Jenderal Agus Subiyanto menegaskan bahwa penugasan Mayor Zulmi ke Lebanon bukan sekadar tugas biasa. Penugasan tersebut merupakan bentuk apresiasi tertinggi atas kinerja dan dedikasi luar biasa yang telah ditunjukkan Mayor Zulmi selama bertugas. "Almarhum merupakan prajurit terbaik yang setiap menjalankan tugas selalu mendapat reward dari satuan dan reward tersebut berupa penugasan misi perdamaian ke luar negeri di Lebanon," ujar Agus.
Mayor Zulmi adalah anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus), sebuah satuan elite dalam TNI Angkatan Darat. Kehilangan prajurit sekaliber Mayor Zulmi merupakan duka mendalam bagi seluruh jajaran TNI. Semangat pengabdiannya menjadi teladan bagi prajurit lainnya.
Pengabdian Mayor Zulmi dalam misi perdamaian internasional menunjukkan komitmen Indonesia terhadap perdamaian dunia. Kontribusinya di Lebanon Selatan sangat berarti dalam menjaga stabilitas dan keamanan regional. Prestasi ini mengukuhkan posisinya sebagai prajurit yang patut diteladani.
Advertisement
Advertisement
Jaminan Hak dan Santunan Keluarga
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memastikan bahwa seluruh hak-hak keluarga almarhum Mayor Zulmi telah disiapkan dengan baik. Negara memberikan perhatian penuh terhadap kesejahteraan keluarga prajurit yang gugur dalam tugas. Berbagai bentuk santunan telah disalurkan kepada keluarga.
Keluarga almarhum menerima santunan kematian, asuransi, serta bantuan langsung dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Selain itu, kedua anak almarhum juga mendapatkan beasiswa pendidikan. Masing-masing anak akan menerima beasiswa sebesar Rp30 juta untuk mendukung masa depan mereka.
Tidak hanya itu, keluarga juga menerima santunan kematian sekitar Rp200 juta sebagai bentuk dukungan finansial. "Ada juga yang diberikan Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah disampaikan ke saya langsung," kata Jenderal Agus. Seluruh bantuan ini merupakan penghargaan negara atas pengabdian Mayor Zulmi.
Advertisement
Jenderal Agus menegaskan bahwa seluruh bentuk santunan tersebut adalah bagian dari penghargaan negara. Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menghargai pengorbanan para prajurit. Negara selalu hadir untuk keluarga pahlawan yang telah berjuang demi bangsa.
Sumber: AntaraNews