Lebaran ke Cikeas, Ini Isi Obrolan Anies Baswedan Bareng SBY dan AHY
Angga Putra Fidrian, selaku Juru Bicara Anies Baswedan membenarkan peristiwa yang terjadi saat momentum idul fitri.
Anies Baswedan menghadiri acara silaturahmi Lebaran yang digelar Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di kediamannya, Cikeas pada beberapa hari yang lalu.
Momen tersebut terekam di Instagram politisi Partai Demokrat, Merry Riana. Selain SBY dan Anies, tampak juga Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang bercengkarama bersama.
Mengonfirmasi hal itu, Angga Putra Fidrian, selaku Juru Bicara Anies Baswedan membenarkan peristiwa yang terjadi saat momentum idul fitri. Ihwal yang dibicarakan, menurut Angga sebatas hal yang umum.
"Ngobrolin yang umum-umum saja. Situasi puasa dan idul fitri kali ini," kata Angga saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Rabu (25/3).
Angga menambahkan, ketiganya juga berbincang soal update situasi terkini. Dia tak menampik, saat ditanya situasi seperti update yang dibicarakan seperti yang terjadi di Timur Tengah seperti Iran yang sedang berperang melawan AS-Israel, dampak krisis energi hingga perpolitikan nasional.
"Ya secara umum bahas hal-hal terkini. Cuma memang tidak bisa eksplor mendalam karena situasi yang tidak memungkinkan (dalam silaturahmi lebaran)," ungkap Angga.
Bicarakan Hal Politis?
Pengamat politik Arifki Chaniago menilai pertemuan itu bukan silaturahmi biasa melainkan ada hal politis yang bisa dibaca. Apalagi, tampak di samping mereka sosok Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang tampak berdiskusi keduanya.
"Pertemuan Anies Baswedan dengan Susilo Bambang Yudhoyono dan Agus Harimurti Yudhoyono di Cikeas bukan sekadar silaturahmi lebaran, tetapi ini juga 'memancing' isu cinta lama bersemi kembali (CLBK) dan peluang duet Anies–AHY kembali terbuka di Pilpres 2029," kata Arifki saat dihubungi melalui pesan singkat, Rabu (25/3).
Arifki mengatakan, momentum halal bihalal kerap menjadi ruang komunikasi politik yang sarat makna di antara para elite politik. Dalam konteks ini, pertemuan di Cikeas dinilai sebagai memiliki makna simbolik untuk membuka kembali opsi kerja sama politik.
“Pertemuan ini tidak bisa dilihat hanya sebagai silaturahmi biasa. Ada upaya memancing kemungkinan agar duet Anies–AHY tetap menjadi opsi yang hidup,” yakin Arifki.
Ia menjelaskan, kedekatan Anies dengan Partai Demokrat memiliki jejak yang cukup panjang. Salah satunya terlihat saat Anies pernah mengikuti Konvensi Capres Partai Demokrat 2014 yang digagas pada era kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono.
"Artinya, hubungan Anies dengan Demokrat bukan hubungan baru. Sudah ada irisan sejarah politik sejak 2014," tegas dia.
Singgung Pilpres 2024
Selain itu, pada Pemilihan Presiden 2024, pasangan Anies–AHY sempat menjadi skenario utama sebelum akhirnya batal di tahap akhir. Hal ini, menurut Arifki, semakin memperkuat bahwa keduanya memiliki basis komunikasi politik yang sudah terbangun.
Arifki menambahkan, peluang duet tersebut akan sangat bergantung pada dinamika politik ke depan, terutama terkait posisi Agus Harimurti Yudhoyono dalam pemerintahan Prabowo Subianto. Karena itu juga menjadi simbol, Prabowo mempertimbangkan AHY sebagai cawapresnya nanti atau tidak.
"Cairnya komunikasi politik Prabowo dengan Megawati, Jokowi, dan lainnya tampaknya AHY ingin sediakan payung sebelum hujan. Anies adalah salah satu payungnya, begitu pun AHY salah satu langkah bagi Anies agar kartunya tetap hidup di 2029," catat Arifki.
“Kalau Demokrat tidak mendapatkan ruang yang cukup di pemerintahan, maka kemungkinan membangun poros baru bersama Anies bisa kembali terbuka menjelang Pilpres 2029,” imbuhnya.