Jokowi Bakar Semangat Kader, Yakini PSI Lolos Senayan
Jokowi optimis PSI segera melenggang ke Senayan. Ia lantas membakar semangat kader. Bahkan, Jokowi menyanggupi kampanyekan PSI hingga pelosok.
Presiden ke-7 RI Joko Widodo memiliki keyakinan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Pemilu 2029 mendatang bisa menembus Senayan atau DPR RI. Jokowi mengingatkan agar merampungkan struktur kepengurusan hingga akhir tahun 2026.
"Ya, yang saya lihat kalau untuk masuk Senayan (DPR RI)," ujarnya di sela-sela Rakernas PSI di Hotel Claro Makassar, Sabtu (31/1).
Jokowi mengaku yakin dengan kepengurusan saat ini, PSI bisa meraih target tinggi di Pemilu 2029. "Saya lihat dengan struktur yang ada sekarang ini, dengan semangat yang ada sekarang ini. Insya Allah tidak ada masalah," sebutnya.
Sebelumnya, dalam orasi politiknya Jokowi menyatakan siap dan masih sanggup mengkampanyekan PSI hingga tingkat kecamatan.
"Kalau diperlukan, saya harus datang. Saya masih sanggup. Saya masih sanggup datang ke provinsi-provinsi, semua provinsi. Saya masih sanggup datang ke kabupaten, dan kota. Saya masih sanggup, kalau perlu sampai ke kecamatan," ujarnya.
Jokowi menjelaskan Indonesia memiliki 38 provinsi, 514 kabupaten/kota dan 7 ribuan kecamatan. Ia pun kembali menegaskan sanggup jika diminta mengkampanyekan PSI.
"Kita ini kan punya 38 provinsi, 514 kabupaten kota, dan kira-kira 7.000 kecamatan. Saya masih sanggup," tegas Jokowi.
Jokowi mengingatkan kepada jajaran pengurus PSI untuk militan. Ia pun berjanji akan juga militan mengkampanyekan PSI.
"Saudara-saudara bekerja keras untuk PSI. Saya pun akan bekerja keras untuk PSI. Saudara-saudara bekerja mati-matian untuk PSI, saya pun akan bekerja keras. Saudara-saudara bekerja habis-habisan, saya pun habis-habisan untuk PSI. Inilah, inilah yang harus kita kerjakan," kata dia.
Jokowi mengatakan Indonesia butuh partai yang baik. Partai yang menebar kebaikan.
"Negara ini perlu partai yang baik, perlu politik kebaikan. Politik untuk kebaikan," kata dia.
Jokowi menilai saat ini PSI sudah menjadi terbuka dan inklusif. Dengan kondisi tersebut, Jokowi mengatakan semakin banyak tokoh nasional, provinsi, dan kabupaten/kota akan bergabung.
"Semakin banyak yang bergabung artinya kita akan semakin berharga. Artinya, kita akan semakin beragam," kata dia.
Dengan semakin beragam, Jokowi mengingatkan akan semakin banyak perbedaan. Untuk itu, Jokowi meminta pengurus PSI untuk berhati-hati.
"Hati-hati, akan semakin banyak perbedaan-perbedaan. Perbedaan selera, perbedaan keinginan-keinginan, perbedaan kepentingan, dan perbedaan-perbedaan lainnya akan semakin banyak. Oleh sebab itu butuh toleransi, kita butuh satu visi, kita butuh menjaga kerukunan, kita butuh menjaga kesolidan, menjaga persatuan di antara kita," tegasnya.
Jokowi juga menyarankan agar PSI memperkuat dua jaringan yakni Online dan Offline. Jaringan online, kata Jokowi, yaitu memperkuat sosial media.
"Jaringan sosial media, perkuat jaringan dengan warganet, perkuat jaringan-jaringan dengan netizen, perkuat jaringan-jaringan online. Yang kedua, memperkuat jaringan luring atau offline dari kota sampai ke desa. Semuanya harus kita perkuat," pesannya.
Jokowi juga mengingatkan agar PSI memperkuat struktur kepengurusan hingga tingkat desa dan RT/RW. Hal tersebut sudah dirinya sampaikan secara langsung kepada Kaesang Pangarep, Ahmad Ali, dan Raja Juli Antoni untuk menyelesaikan kepengurusan hingga tingkat paling bawah hingga akhir tahun 2026.
"Bolak-balik saya sampaikan, perkuat, bangun struktur sampai ke kecamatan, sampai ke desa, sampai ke RT/RW. Harus kita selesaikan akhir 2026. Itu harus selesai," tegasnya.
PSI Perlu Mesin Besar
Jokowi menyebut PSI memerlukan mesin besar, agar target tinggi bisa dicapai.
"Target PSI ini target besar, targetnya tinggi, jadi mesinnya harus mesin besar. Enggak bisa struktur hanya sampai DPD, enggak bisa. Sekali lagi, struktur harus sampai desa RT/RW," tegasnya.
PSI Perlu Struktur Kepengurusan Kuat
Ia menambahkan Partai Politik akan besar memiliki struktur kepengurusan yang kuat. Dengan struktur kepengurusan yang kuat tersebut bisa menyentuh masyarakat.
"Strukturnya harus yang hidup, struktur yang benar-benar bisa bekerja sampai ke akar rumput. Menyentuh betul-betul masyarakat terbawah kita. Itu struktur yang ideal," ucapnya.