Jokowi: Saya akan Bekerja Keras Mati-matian buat PSI!
Jokowi, yang menjabat sebagai Presiden ke-7 Republik Indonesia, menyatakan komitmennya untuk mendukung perkembangan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Jokowi, yang merupakan Presiden ke-7 Republik Indonesia, menyatakan komitmennya untuk membantu mengembangkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI yang berlangsung di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (31/1).
"Saudara-saudara bekerja keras untuk PSI, saya pun akan bekerja keras untuk PSI. Saudara-saudara bekerja mati-matian untuk PSI, saya pun akan bekerja habis-habisan untuk PSI," ungkap Jokowi.
Ia juga menjelaskan bahwa PSI telah bertransformasi menjadi "partai super Tbk" yang bersifat terbuka dan inklusif bagi siapa saja yang ingin bergabung.
Jokowi menambahkan, "Banyak yang bergabung dan akan lebih banyak lagi yang akan bergabung." Menurutnya, keterbukaan ini akan menarik lebih banyak tokoh dari berbagai tingkatan, baik nasional, provinsi, maupun kabupaten dan kota.
"Semakin banyak yang bergabung artinya kita akan semakin beragam. Akan semakin banyak perbedaan-perbedaan selera, perbedaan keinginan, perbedaan kepentingan, dan perbedaan lainnya," kata Jokowi.
Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya toleransi, kesatuan visi, serta menjaga kerukunan, kesolidan, dan persatuan agar perbedaan yang ada tidak berkembang menjadi konflik internal.
Selain menekankan inklusivitas, Jokowi juga menggarisbawahi pentingnya penguatan jaringan partai, baik secara daring maupun luring. Ia meminta agar PSI memperkuat jaringan media sosial dan hubungan dengan warganet, serta membangun jaringan organisasi secara langsung hingga ke akar rumput.
"Ada dua tempat yang perlu kita perkuat. Pertama jaringan media sosial, jaringan online. Yang kedua jaringan luring, jaringan offline dari kota sampai ke desa, semuanya harus kita perkuat," ujarnya.
Jokowi Tekankan Struktur PSI Meluas ke Kecamatan
Jokowi menegaskan kembali bahwa kekuatan partai politik berasal dari struktur organisasi yang solid dan aktif, yang berfungsi hingga tingkat paling bawah. Ia menekankan pentingnya agar struktur Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tidak hanya berhenti di tingkat pusat atau daerah, tetapi juga harus meluas hingga ke kecamatan, desa, serta RT dan RW.
"Saya bolak-balik sampaikan, perkuat, bangun struktur sampai ke kecamatan, sampai ke desa, sampai ke RT/RW," ujar Jokowi.
Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa ia telah melakukan diskusi dengan jajaran pimpinan DPP PSI, yang mencakup Ketua Dewan Pembina hingga Sekretaris Jenderal, mengenai target penyelesaian struktur organisasi tersebut.
"Kapan ini bisa kita selesaikan. Dan harus kita selesaikan akhir 2026," tambahnya.
Dengan penekanan ini, Jokowi berharap PSI dapat memperkuat keberadaannya di semua lapisan masyarakat, sehingga dapat lebih efektif dalam menjalankan fungsinya sebagai partai politik.
Target Besar PSI
Menurut Jokowi, untuk mencapai target besar PSI, dibutuhkan mesin partai yang tangguh. Oleh karena itu, struktur organisasi partai harus aktif dan mampu menjangkau masyarakat secara langsung.
"Enggak bisa struktur hanya sampai DPD. Sekali lagi, struktur harus sampai desa dan RT/RW. Karena kekuatan partai politik itu terletak pada struktur yang kuat, tapi strukturnya harus hidup, benar-benar bekerja, menyentuh masyarakat terbawah," katanya.
Dengan kata lain, keberadaan struktur yang solid sangat penting untuk menggerakkan partai dalam mencapai tujuan.
Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga menegaskan kesiapannya untuk terjun langsung ke lapangan, termasuk ke daerah-daerah, demi mendukung perkembangan PSI.
"Kita ini punya 38 provinsi, 514 kabupaten/kota, dan kira-kira 7.000 kecamatan. Kalau diperlukan, saya harus datang. Saya masih sanggup datang ke provinsi-provinsi, ke kabupaten/kota, bahkan kalau perlu sampai ke kecamatan," ujarnya. Hal ini menunjukkan komitmen Jokowi untuk memperkuat kehadiran PSI di seluruh wilayah Indonesia dan memastikan partai tersebut dapat berfungsi secara optimal.