Bergabungnya sejumlah tokoh dari partai politik lain dinilai dapat membuka peluang bagi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk menembus parlemen. Terbaru, Rusdi Masse Mappasessu (RMS) resmi bergabung dengan PSI, menyusul Ahmad Ali dan Bestari Barus yang sebelumnya berasal dari Partai NasDem.
Pendiri Cyrus Network, Hasan Nasbi, menilai peluang PSI tetap ditentukan oleh konsistensi dan kerja keras partai dalam membangun struktur organisasi serta menggerakkan mesin politik.
Ia menyebut, tingkat kematangan PSI mulai terlihat dari dinamika internal partai, termasuk pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang digelar di Makassar.
"Harus dibuktikan dengan kerja keras. Kalau mereka kerja keras kan peluang itu. Kalau dengan lihat Rakernas, hari ini kelihatan ya partai ini udah lebih matang ya sebagai partai politik, dan tentu itu bisa menambah peluang untuk bisa masuk parlemen," kata Hasan di Makassar, Jumat (30/1).
Meski demikian, Hasan mengingatkan bahwa tantangan PSI untuk lolos ke parlemen tidak ringan. Ia menyoroti belum adanya partai politik baru yang berhasil masuk Senayan sejak Pemilu 2014.
"Ya kan tantangan berproses sebagai partai itu enggak gampang. Dan sejak tahun 2014 terakhir belum ada partai baru yang masuk lagi ke parlemen. Yang ada, malah partai keluar dari parlemen. Nah, itu tantangannya untuk mecahin telur," ujarnya.
Advertisement
Terkait spekulasi bergabungnya Presiden ke-7 RI Joko Widodo ke PSI, Hasan menilai hal tersebut dapat memberikan dampak elektoral, meski bukan faktor penentu tunggal.
"Menambah peluang," kata Hasan.