Gibran Blusukan Pontianak: Beli Sayur Pakis yang Belum Pernah Dicicipi, Harga Ikan Asin Bikin Kaget!
Wakil Presiden Gibran Blusukan Pontianak, menyambangi Pasar Flamboyan dan membeli komoditas lokal unik seperti sayur pakis. Apa saja yang diborong dan berapa harganya?
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan mendadak atau blusukan ke Pasar Flamboyan di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, pada Sabtu pagi. Kunjungan ini bertujuan untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat dan pedagang setempat. Gibran juga memanfaatkan kesempatan ini untuk membeli berbagai komoditas lokal yang menjadi ciri khas daerah tersebut.
Setibanya di pasar, Gibran disambut antusias oleh warga dan para pedagang yang telah menantinya. Meskipun lorong pasar cukup sempit, hal itu tidak mengurangi semangat masyarakat untuk mendekat. Mereka berebut untuk menyapa dan melihat langsung sosok Wakil Presiden.
Dalam blusukan ini, Gibran tidak hanya berbelanja, tetapi juga mendengarkan berbagai aspirasi dari para pedagang. Salah satu fokusnya adalah keluhan mengenai harga komoditas yang mulai mengalami peningkatan. Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan gambaran langsung mengenai kondisi ekonomi di tingkat pasar tradisional.
Antusiasme Warga Sambut Gibran di Pasar Flamboyan
Kedatangan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Pasar Flamboyan Pontianak pada Sabtu pagi menciptakan suasana yang sangat meriah. Ratusan warga dan pedagang segera mengerumuni Gibran begitu ia tiba di lokasi. Antusiasme yang tinggi terlihat dari kerumunan yang padat, meskipun area pasar memiliki lorong yang tidak terlalu lebar.
Pedagang sayur bernama Nuraini, 27 tahun, menjadi salah satu yang berkesempatan berinteraksi langsung dengan Gibran. Ia dengan sigap menawarkan sayur pakis kepada Wakil Presiden. Nuraini menjelaskan bahwa Gibran mengaku belum pernah mencicipi sayur pakis sebelumnya, sehingga ia antusias untuk mengenalkan komoditas khas Kalimantan tersebut.
Nuraini juga menambahkan bahwa pakis yang ia jual adalah sayuran yang sulit ditemukan di luar Kalimantan. Ia menyebutkan bahwa pakis harus dicari langsung di hutan, menambah nilai keunikan dari sayuran tersebut. Interaksi ini menunjukkan bagaimana kunjungan Gibran Blusukan Pontianak menjadi momen edukasi dan promosi produk lokal.
Gibran Borong Komoditas Khas Kalimantan: Pakis hingga Ikan Asin
Dalam kunjungannya, Gibran Rakabuming Raka menunjukkan minat besar terhadap komoditas lokal yang ada di Pasar Flamboyan. Ia memborong sejumlah barang unik, termasuk sayur pakis yang belum pernah ia cicipi. Nuraini menjual 10 ikat pakis kepada Gibran, dengan harga yang disepakati Rp5 ribu per ikat, jauh di bawah harga normal Rp10 ribu per ikat.
Selain pakis, Gibran juga membeli lima ikat petai yang dihargai Rp30 ribu. Pembayaran untuk seluruh sayuran yang diborongnya dilakukan dengan menggunakan sebuah amplop kepada Nuraini. Hal ini menjadi sorotan tersendiri di kalangan pedagang dan warga yang menyaksikan.
Tidak hanya sayuran, Gibran juga tertarik pada hasil laut khas Pontianak. Ia membeli ikan asin sebanyak 2 kilogram dari pedagang bernama Aweng. Harga ikan asin tersebut adalah Rp120 ribu per kilogram, sehingga total pembelian ikan asin mencapai Rp240 ribu. Pembelian ini menunjukkan keberagaman komoditas yang diminati Gibran Blusukan Pontianak.
- Sayur Pakis: 10 ikat (Rp5.000/ikat, total Rp50.000)
- Petai: 5 ikat (total Rp30.000)
- Ikan Asin: 2 kilogram (Rp120.000/kg, total Rp240.000)
Aspirasi Pedagang dan Harapan Kestabilan Harga
Kunjungan Gibran Blusukan Pontianak tidak hanya diisi dengan kegiatan berbelanja, tetapi juga menjadi wadah bagi para pedagang untuk menyampaikan aspirasi mereka. Salah satu keluhan utama yang banyak disampaikan adalah mengenai kenaikan harga komoditas. Pedagang merasa terbebani dengan harga bahan pokok yang terus merangkak naik, mempengaruhi daya beli masyarakat.
Toni, seorang pedagang bawang, mengungkapkan harapannya setelah kunjungan Wakil Presiden. Ia berharap agar harga komoditas di Pontianak bisa kembali stabil dan lebih murah. Toni menyoroti bahwa saat ini, harga berbagai bahan pokok, termasuk bawang-bawangan, sedang mahal. Situasi ini tentu berdampak pada omzet dan keuntungan para pedagang.
Mendengarkan langsung keluhan dari akar rumput seperti ini menjadi bagian penting dari agenda Gibran. Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan masukan berharga bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan ekonomi yang lebih pro-rakyat. Stabilitas harga komoditas menjadi kunci utama untuk menjaga daya beli masyarakat dan keberlangsungan usaha pedagang kecil.
Sumber: AntaraNews