Cuma 6 dari 50 Kursi, Pemkot Ajak Mahasiswi Isi Keterwakilan Perempuan DPRD Tangerang
Pemkot Tangerang mengajak mahasiswi untuk aktif di dunia politik demi memenuhi kuota Keterwakilan Perempuan DPRD Tangerang yang masih jauh dari target. Peluang besar menanti!
Pemerintah Kota Tangerang secara aktif mengundang para mahasiswi untuk terlibat lebih jauh dalam dunia politik. Ajakan ini bertujuan untuk mengisi keterwakilan perempuan di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang yang saat ini belum mencapai kuota ideal.
Wakil Wali Kota Maryono Hasan menyampaikan seruan tersebut saat membuka diskusi dan seminar mengenai partisipasi perempuan dalam politik. Acara penting ini diselenggarakan di aula Gedung KPU Kota Tangerang, baru-baru ini.
Inisiatif ini muncul karena dari total 50 kursi di DPRD Kota Tangerang, kuota 25 persen untuk perempuan baru terisi enam kursi. Kondisi ini membuka peluang yang sangat lebar bagi generasi muda perempuan untuk berkontribusi.
Peluang Besar untuk Mahasiswi: Mengapa Keterwakilan Perempuan Penting?
Maryono Hasan menjelaskan bahwa kuota 25 persen untuk perwakilan perempuan di DPRD Kota Tangerang adalah amanat yang harus dipenuhi. Namun, saat ini hanya enam kursi yang berhasil diisi oleh perempuan, menyisakan banyak ruang untuk diisi oleh calon-calon baru.
"Dari total 50 kursi, ada kuota 25 persen untuk perwakilan perempuan di DPRD. Namun saat ini baru terisi enam kursi sehingga masih ada peluang sangat terbuka bagi adik-adik mahasiswi," kata Wakil Wali Kota Maryono Hasan.
Pemerintah Kota Tangerang berkomitmen penuh untuk mendorong optimalisasi peran perempuan di dunia politik, terutama melalui keterlibatan generasi muda. Dorongan ini diharapkan dapat memupuk cita-cita politik sejak dini.
"Jangan ragu, pupuk sejak dini cita-cita kalian, agar keterwakilan perempuan lebih baik di masa depan,” tambah Maryono Hasan, menegaskan pentingnya peran mahasiswi dalam mengisi Keterwakilan Perempuan DPRD Tangerang.
Sinergi dan Regenerasi: Membangun Politik Inklusif
Maryono Hasan juga menyoroti pentingnya sinergi yang telah terjalin baik antara Pemkot dan DPRD Kota Tangerang. Semangat kolaborasi ini, menurutnya, harus diwariskan kepada generasi muda sebagai modal utama dalam membangun daerah.
Beliau berharap agar generasi penerus dari berbagai kalangan, termasuk organisasi masyarakat (Ormas), partai politik (Parpol), maupun akademisi, dapat terus menjaga semangat ini. Hal ini krusial demi kelancaran roda pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kota Tangerang.
"Semoga generasi penerus dari kalangan Ormas, Parpol, maupun akademisi terus menjaga semangat ini, agar roda pembangunan berjalan demi kesejahteraan masyarakat Kota Tangerang,” ujar Maryono, menekankan pentingnya peran aktif dalam politik.
Data Mendukung: Potensi Besar Perempuan Kota Tangerang
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tangerang, Teguh Supriyanto, menambahkan bahwa peningkatan partisipasi perempuan dalam politik adalah kunci. Ini akan menciptakan kebijakan yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan seluruh masyarakat.
Kota Tangerang memiliki potensi besar dengan jumlah penduduk perempuan yang mencapai 49,5 persen dari total populasi. Angka ini diiringi oleh pertumbuhan partisipasi politik perempuan yang terus menunjukkan peningkatan signifikan.
Data dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) menguatkan fakta ini, menunjukkan bahwa 37,3 persen Calon Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 berasal dari kalangan perempuan.
“Kami berharap dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi perempuan untuk tampil sebagai pemimpin dan pengambil kebijakan yang membawa perubahan di Kota Tangerang,” pungkas Teguh Supriyanto, optimis terhadap masa depan Keterwakilan Perempuan DPRD Tangerang.
Sumber: AntaraNews