Akhmad Munir Optimis Raih 53-60 Suara untuk Selesaikan Dualisme PWI
Calon Ketua Umum PWI, Akhmad Munir, bertekad menuntaskan Dualisme PWI dan memulihkan citra organisasi. Bagaimana strategi konsolidasi dan pemanfaatan AI yang diusungnya?
Calon Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Akhmad Munir, mengusung misi utama menuntaskan dualisme yang kini melanda organisasi jurnalis terbesar di Indonesia tersebut. Misi ini akan menjadi langkah awal yang diambilnya apabila terpilih dalam Kongres PWI 2025 mendatang. Kongres penting ini dijadwalkan berlangsung di Gedung BPPTIK Kementerian Komunikasi dan Informatika, Cikarang, Kabupaten Bekasi.
Munir, yang akrab disapa Cak Munir, menyatakan bahwa tugas mendesak saat ini adalah melakukan konsolidasi organisasi secara tuntas dan menyeluruh. Konsolidasi ini harus dimulai dengan rekonsiliasi kabinet yang baik di tingkat pusat, kemudian dilanjutkan ke daerah-daerah yang mengalami dualisme kepengurusan. Proses ini akan dilakukan melalui forum musyawarah atau asesmen ulang.
Kondisi dualisme yang terjadi di berbagai daerah telah memicu keprihatinan banyak pihak, termasuk pemerintah, dan membuat citra PWI di mata stakeholder menjadi sangat memprihatinkan. Oleh karena itu, Munir bertekad untuk memulihkan marwah dan martabat PWI, dengan harapan dapat mengembalikan kepercayaan publik dan pemerintah terhadap organisasi ini.
Misi Utama: Menuntaskan Dualisme PWI
Akhmad Munir menegaskan bahwa konsolidasi organisasi adalah prioritas utama untuk mengatasi permasalahan dualisme di PWI. Langkah ini akan diawali dengan rekonsiliasi kepengurusan di tingkat pusat, sebelum merambah ke daerah-daerah yang juga menghadapi masalah serupa. Proses ini akan dilakukan secara cermat melalui forum musyawarah yang transparan dan asesmen ulang yang berbasis pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART) PWI.
Munir menambahkan bahwa asesmen tersebut mencakup verifikasi dan penilaian lainnya guna memastikan kepatuhan terhadap aturan organisasi. Tujuan utamanya adalah menciptakan struktur kepengurusan yang solid dan diakui oleh seluruh anggota. Dengan demikian, diharapkan tidak ada lagi keraguan mengenai legitimasi kepemimpinan di tingkat mana pun.
Selain itu, Munir berencana melancarkan kampanye “PWI Bersatu” untuk memulihkan citra organisasi yang saat ini dinilai memprihatinkan oleh banyak pihak, termasuk pemerintah. Kondisi dualisme telah menyulitkan pemerintah dalam berinteraksi dengan PWI, sehingga kampanye ini diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan dan kohesivitas di antara para anggota serta pemangku kepentingan.
Menguatkan Peran Media di Tengah Disrupsi Teknologi
Di tengah disrupsi teknologi yang masif, Akhmad Munir juga berhasrat untuk menguatkan peran media. Ia mengakui bahwa ini adalah tugas berat mengingat perubahan ekosistem industri media saat ini. Namun, ia yakin bahwa dengan strategi yang tepat, media dapat tetap relevan dan berkualitas.
Munir menekankan pentingnya membangun ekosistem media yang baik, tidak hanya dari sisi konten dan jurnalisme, tetapi juga dari sisi bisnis. Ekosistem yang sehat akan memastikan keberlanjutan media di tengah tantangan ekonomi dan teknologi. Ini merupakan pekerjaan berat yang membutuhkan inovasi dan adaptasi.
Perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang semakin canggih turut berdampak pada industri media, memudahkan produksi konten. Munir berpandangan bahwa AI harus dimanfaatkan dalam jurnalisme yang berkualitas, namun tetap patuh pada kode etik jurnalistik. Pemanfaatan AI ini perlu digencarkan melalui program dan pemahaman bagi seluruh anggota PWI.
Kolaborasi Stakeholder dan Optimisme Kemenangan
Akhmad Munir menekankan pentingnya mobilisasi kerja sama dengan para pemangku kepentingan atau stakeholder, terutama pemerintah. Dalam kondisi saat ini, kehadiran negara sangat dibutuhkan untuk membangun ekosistem media massa yang kuat dan sehat. Kolaborasi ini akan menjadi modal utama untuk mencapai tujuan tersebut.
Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) PWI juga menjadi fokus utama Munir. Hal ini dapat dicapai melalui pelatihan dan uji kompetensi yang bermitra dengan pemerintah, BUMN, dan pihak swasta. Membangun kepercayaan dengan para stakeholder adalah kunci untuk mendapatkan dukungan dan modal yang diperlukan dalam program-program peningkatan kualitas SDM.
Mengenai peluang kontestasi kongres, Munir menyatakan optimisme tinggi untuk menang. Ia menilai ada antusiasme besar dari rekan-rekan PWI Provinsi yang menginginkan sebuah lompatan untuk mengembalikan marwah dan martabat organisasi. Munir yakin dapat meraih antara 53 hingga 60 suara, karena banyak yang menginginkan tokoh netral dengan kompetensi memimpin PWI.
Sumber: AntaraNews