Waspada Longsor Rejang Lebong, Dishub Minta Pemudik Tingkatkan Kewaspadaan
Dinas Perhubungan Rejang Lebong meminta pemudik meningkatkan kewaspadaan terhadap jalur rawan longsor Rejang Lebong dan penyempitan jalan, terutama di lintas Curup-Lubuklinggau, demi kelancaran mudik Lebaran.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, mengimbau seluruh pemudik yang akan melintasi jalan lintas penghubung Bengkulu dan Sumatera Selatan untuk meningkatkan kewaspadaan. Imbauan ini dikeluarkan seiring dengan adanya beberapa lokasi yang teridentifikasi rawan longsor dan penyempitan jalan.
Kewaspadaan ekstra sangat diperlukan guna menghindari potensi bahaya selama perjalanan mudik Lebaran tahun ini. Pihak berwenang telah melakukan survei keselamatan jalan untuk memastikan keamanan jalur yang akan dilalui.
Survei tersebut melibatkan Satlantas Polres Rejang Lebong dan Balai Transportasi Kelas III Bengkulu. Area survei membentang dari Simpang Sukaraja hingga perbatasan Sumatera Selatan di Kecamatan Padang Ulak Tanding.
Bahu Jalan Abrasi dan Rambu Keselamatan
Kepala Dishub Rejang Lebong, HR Suryadi, menjelaskan bahwa di jalan lintas Curup-Lubuklinggau, ditemukan beberapa bahu jalan yang mengalami abrasi. Kondisi ini secara signifikan memicu penyempitan jalan, menciptakan potensi risiko bagi pengendara.
Saat ini, pengamanan di lokasi tersebut masih menggunakan pagar bambu sebagai penanda sementara. Namun, Dishub Rejang Lebong berencana untuk segera memasang rambu-rambu permanen dan garis polisi (police line) di titik-titik rawan.
Pemasangan rambu tambahan ini bertujuan agar pemudik tidak terjebak di area jalan yang ambles atau mengalami kerusakan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya mitigasi untuk mengurangi risiko kecelakaan.
Meskipun demikian, secara umum kondisi jalan nasional di wilayah tersebut dinilai cukup baik. Lubang-lubang jalan yang sebelumnya ada telah diperbaiki oleh pihak Balai Jalan Nasional, memastikan kelancaran arus lalu lintas.
Kesiapsiagaan BPBD Hadapi Bencana Alam
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rejang Lebong, M Budianto, menegaskan kesiapan pihaknya dalam mengantisipasi potensi gangguan arus mudik. BPBD telah menyiagakan alat berat untuk menghadapi bencana alam seperti longsor.
Satu unit alat berat jenis loader akan ditempatkan secara strategis di Mapolsek Sindang Kelingi. Lokasi ini dipilih karena berada di tengah jalur lintas, memungkinkan respons cepat jika terjadi longsor.
Penempatan alat berat ini diharapkan dapat mempercepat proses evakuasi material longsor yang mungkin menghambat arus mudik. Kesiapan ini menjadi krusial mengingat karakteristik geografis wilayah Rejang Lebong.
Selain alat berat, BPBD juga mengerahkan personel dari tim reaksi cepat (TRC) serta relawan bencana. Mereka akan berjaga selama masa mudik Lebaran untuk memastikan kelancaran transportasi logistik dan penumpang.
Imbauan Kewaspadaan untuk Pemudik
BPBD Rejang Lebong mengimbau seluruh pemudik untuk senantiasa berhati-hati selama perjalanan. Kewaspadaan harus ditingkatkan, terutama saat melintasi jalan lintas pada malam hari.
Intensitas hujan yang tinggi juga menjadi faktor risiko yang perlu diperhatikan. Topografi wilayah Rejang Lebong yang berbukit menjadikannya sangat rawan longsor, terutama saat kondisi cuaca ekstrem.
Pihak berwenang menekankan pentingnya mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan. Keselamatan pemudik adalah prioritas utama bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pengamanan arus mudik.
Dengan persiapan yang matang dari pemerintah daerah dan kewaspadaan dari pemudik, diharapkan perjalanan mudik dapat berjalan aman dan lancar.
Sumber: AntaraNews