Waspada! 70 Kasus Demam Berdarah Sumenep Terdeteksi dalam Tiga Minggu Pertama 2026
Dinas Kesehatan Sumenep melaporkan 70 kasus Demam Berdarah Sumenep dalam awal tahun 2026. Angka ini memicu kewaspadaan dan imbauan intensif untuk pencegahan. Apa langkah yang diambil pemerintah daerah?
Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menghadapi lonjakan kasus demam berdarah dengue (DBD) pada awal tahun 2026. Sebanyak 70 kasus DBD telah terdeteksi dalam periode 1 hingga 22 Januari 2026. Data ini menunjukkan urgensi penanganan dan pencegahan penyebaran penyakit yang dibawa nyamuk tersebut.
Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep mengonfirmasi angka tersebut. Laporan ini berasal dari berbagai pusat kesehatan masyarakat di 27 kecamatan se-Kabupaten Sumenep. Situasi ini memerlukan perhatian serius dari seluruh pihak terkait.
Menyikapi kondisi ini, Dinkes P2KB Sumenep telah menginstruksikan petugas medis untuk meningkatkan kewaspadaan. Imbauan gencar sosialisasi perilaku hidup sehat juga terus digaungkan kepada masyarakat. Langkah-langkah preventif menjadi kunci utama dalam menekan angka kasus DBD di Sumenep.
Peningkatan Kasus dan Wilayah Rawan Demam Berdarah Sumenep
Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep mencatat 70 kasus demam berdarah dengue (DBD) selama periode 1-22 Januari 2026. Jumlah kasus ini sesuai dengan laporan yang disampaikan oleh petugas medis dari berbagai pusat kesehatan masyarakat di seluruh Kabupaten Sumenep. Angka ini menjadi perhatian serius mengingat periode waktu yang relatif singkat.
Dari total kasus tersebut, tiga puskesmas menunjukkan jumlah kasus terbanyak. Puskesmas Ambunten, Kalianget, dan Puskesmas Pamolokan masing-masing melaporkan enam kasus. Sebagian pasien di ketiga puskesmas tersebut masih menjalani perawatan intensif. Kondisi ini menyoroti perlunya fokus penanganan di wilayah-wilayah yang teridentifikasi rawan.
Sumenep termasuk salah satu kabupaten di Pulau Madura dengan jumlah kasus DBD yang tinggi. Data Dinkes P2KB Sumenep menunjukkan tren peningkatan kasus dalam beberapa tahun terakhir. Sepanjang tahun 2025, tercatat 1.159 orang positif DBD dengan 11 korban meninggal dunia. Angka ini sedikit menurun dari tahun 2024 yang mencatat 1.243 kasus positif DBD dan 10 korban meninggal dunia.
Langkah Preventif dan Imbauan Kewaspadaan Demam Berdarah Sumenep
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes P2KB Sumenep, Achmad Syamsuri, menjelaskan langkah-langkah yang diambil. Pihaknya telah menginstruksikan para petugas medis di berbagai kecamatan untuk meningkatkan kewaspadaan. Selain itu, sosialisasi tentang pentingnya berperilaku hidup sehat juga digencarkan secara masif kepada masyarakat.
Dinkes P2KB Sumenep juga mengimbau masyarakat agar segera melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Upaya ini meliputi pembersihan genangan air yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak jentik nyamuk. Program 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, dan memanfaatkan kembali barang bekas, menjadi fokus utama pencegahan.
Prioritas utama pelaksanaan PSN adalah di sekitar tempat kejadian di mana warga positif terserang DBD. Syamsuri juga meminta masyarakat menjaga kebersihan lingkungan secara menyeluruh. Penggunaan obat anti nyamuk serta pemeriksaan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala demam tinggi atau nyeri sendi juga sangat dianjurkan.
Sumber: AntaraNews