Wamendagri: Tantangan Kepala Daerah Semakin Kompleks, Tugas Tidak Mudah
Bima Arya menekankan kepala daerah saat ini dihadapkan tantangan rumit dan perlu memiliki kemampuan adaptasi, keterampilan, serta kemampuan untuk merespons.
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menyatakan bahwa saat ini kepala daerah dihadapkan pada berbagai tantangan yang semakin rumit, mulai dari tekanan global hingga tuntutan pelayanan publik di tingkat lokal.
Bima Arya menjelaskan bahwa tantangan utama yang harus dihadapi secara bersamaan adalah dinamika global seperti geopolitik dan inflasi, perubahan kebijakan nasional, serta ekspektasi masyarakat.
"Sebagai seseorang yang pernah mengalami masa-masa sulit dalam memimpin daerah, saya sangat memahami betapa tidak mudahnya menjadi Kepala Daerah, Bupati, Wali Kota, atau Gubernur. Saat ini, ada tiga tantangan yang dihadapi oleh rekan-rekan Kepala Daerah yang mungkin berbeda dibandingkan dengan generasi pertama," ujarnya di Balikpapan, Selasa (5/5).
Ia menegaskan bahwa menjadi kepala daerah tidak hanya memerlukan kecerdasan, tetapi juga keterampilan dan kepercayaan dalam menjalankan pemerintahan.
"Kecerdasan saja tidak cukup, kata Presiden, jika tidak disertai keterampilan. Keterampilan secara teknis harus cepat, tetapi keterampilan belum tentu menjamin kehandalan. Kehandalan itu berarti terpercaya. Menurut Presiden, seorang pemimpin harus handal, dapat dipercaya, terampil, cepat, dan cerdas," tegasnya.
Bima Arya juga mendorong pemerintah daerah untuk terus berinovasi, termasuk dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengelolaan sektor seperti reklame, parkir, dan kerja sama dengan sektor swasta.
Lebih jauh, ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor yang lebih nyata dan tidak hanya bersifat formal.
"Target dari forum ini adalah menghasilkan agenda-agenda yang akan ditindaklanjuti dalam aksi konkret, karena kami ingin sinergi ini tidak hanya berorientasi pada lembaga formal, tetapi juga langsung pada isu-isu sektoral," jelasnya.
Langkah Kendalikan Inflasi Daerah
Beberapa kepala daerah telah mempresentasikan strategi yang diterapkan di wilayah masing-masing. Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, menjelaskan bahwa program SITI HAWA LARI berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat melalui integrasi peternakan itik.
"Di sini lah masyarakat kami mintakan kepada Bupati dan Walikota untuk paling utama menyiapkan memberikan bantuan kepada masyarakat untuk pembesaran dari pada itik tersebut. Ternyata cukup bagus untuk menambah pendapatan dari pada masyarakat yang ada di kalsel," ungkapnya.
Bupati Sukamara, Masduki, menjelaskan langkah-langkah yang diambil untuk mengendalikan inflasi, seperti operasi pasar, subsidi, dan bantuan langsung tunai (BLT).
"Upaya pengendalian inflasi yang kami lakukan juga diperkuat melalui Gerakan Tanam Cepat Panen, Bantuan Petani dan Nelayan hingga penyaluran BLT hingga pasar murah bersubsidi," terangnya.
Di sisi lain, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menekankan pentingnya mengurangi pengangguran dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan regulasi tenaga kerja lokal.
"Kami punya Perda yang menjelaskan pemberi kerja wajib memperkerjakan tenaga kerja asli orang Bontang paling sedikit 75 persen, ini salah satu yang mendongkrak (penurunan) angka pengangguran di Kota Bontang," pungkasnya.
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4937406/original/087834900_1725530761-Infografis_SQ_Prabowo_Bidik_Pertumbuhan_Ekonomi_Tembus_8_Persen.jpg)