Wali Kota Mataram Lepas 393 Calon Haji Kloter 10, Tekankan Kesiapan Mental dan Fisik
Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, secara resmi melakukan Pelepasan Calon Haji Mataram Kloter 10 Embarkasi Lombok, mengingatkan pentingnya kesiapan mental dan fisik bagi 393 jemaah.
Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, secara resmi melepas 393 calon haji asal Kota Mataram. Mereka tergabung dalam Kloter 10 Embarkasi Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu (03/5). Acara pelepasan ini berlangsung di Halaman Kantor Wali Kota Mataram dengan khidmat.
Dalam sambutannya, Wali Kota Mohan menekankan bahwa ibadah haji adalah perjalanan batin yang menuntut kesiapan mental dan spiritual. Ia mengingatkan para jemaah akan berbagai ujian fisik, emosi, dan interaksi sosial di Tanah Suci. Kesiapan ini menjadi kunci utama kelancaran ibadah.
Kehadiran jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat dan perwakilan Kantor Kementerian Agama Kota Mataram turut memeriahkan acara. Pelepasan calon haji Mataram ini menandai dimulainya perjalanan suci bagi ratusan jemaah menuju Tanah Suci Makkah dan Madinah.
Pentingnya Kesiapan Mental dan Fisik Jemaah Haji
Wali Kota Mohan Roliskana menggarisbawahi pentingnya kesabaran, pengendalian diri, niat yang lurus, keikhlasan, serta sikap tawakal. Fondasi ini krusial agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalankan dengan baik dan sempurna demi meraih rida Allah Subhanahu Wa Ta'ala (SWT).
Selain itu, ia juga mengingatkan jemaah untuk menjaga sikap dan perilaku selama beribadah di Tanah Suci. Para jemaah diharapkan mampu menjaga lisan, memperkuat rasa tenggang rasa, serta saling mengingatkan dalam kebaikan. Nilai kebersamaan dan kekompakan antar-jemaah menjadi kekuatan penting.
Kekompakan ini akan sangat membantu kelancaran pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci. Pesan ini bertujuan agar setiap jemaah dapat fokus pada ibadahnya tanpa terganggu oleh hal-hal non-esensial. Ini juga mendukung terciptanya suasana ibadah yang kondusif.
Peran Strategis Petugas Haji dalam Pendampingan
Tak hanya kepada jemaah, Wali Kota Mohan juga menyampaikan pesan penting kepada para petugas haji yang memegang peran strategis. Petugas diharapkan selalu sigap, tanggap, dan responsif dalam mendampingi seluruh jemaah selama di Tanah Suci.
Perhatian khusus perlu diberikan kepada jemaah yang membutuhkan bantuan ekstra, terutama bagi jemaah lanjut usia atau dengan risiko kesehatan. Dengan kesiapan yang matang dan koordinasi yang baik, diharapkan seluruh rangkaian ibadah berlangsung aman. Kepatuhan terhadap aturan yang berlaku juga sangat ditekankan.
Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang, menjelaskan rincian jemaah yang dilepas. Dari total 393 calon haji, 387 di antaranya adalah jemaah reguler. Sisanya merupakan tim petugas kloter yang terdiri dari ketua kloter, pembimbing ibadah haji, dokter, paramedis, dan petugas haji daerah.
Profil Jemaah dan Persiapan Akhir Keberangkatan
Lalu Martawang juga merinci kondisi kesehatan jemaah yang tergabung dalam Kloter 10 ini. Tercatat sebanyak 71 jemaah masuk kategori risiko tinggi (risti) berat, 68 risti sedang, dan 96 risti ringan. Sementara itu, 152 calon haji tidak masuk kategori risiko tinggi.
Kloter 10 ini merupakan kloter utuh dari Kota Mataram, dengan tujuh orang jemaah di antaranya menggunakan kursi roda. Martawang berharap petugas dapat memberikan perhatian khusus terhadap jemaah ini agar mereka dapat melaksanakan wajib dan sunah haji dengan optimal.
Setelah kegiatan pelepasan calon haji Mataram, para jemaah langsung menuju Asrama Haji Embarkasi Lombok dengan kendaraan yang sudah disiapkan. Di asrama, mereka akan melakukan berbagai persiapan akhir sebelum diterbangkan ke Madinah pada pukul 00.05 Wita nanti malam, memastikan kelancaran keberangkatan mereka.
Sumber: AntaraNews