Pemkot Mataram Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Mataram, Minta Satgas Tetap Kompak
Wali Kota Mataram mengapresiasi kinerja Tim Satgas Bencana Mataram dan meminta mereka tetap kompak menjaga kota dari berbagai ancaman bencana, sekaligus meningkatkan Kesiapsiagaan Bencana Mataram menghadapi cuaca ekstrem.
Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, baru-baru ini menyerukan agar Tim Satgas Bencana Mataram tetap menjaga kekompakan dan kerukunan. Seruan ini bertujuan untuk memastikan kesiapsiagaan daerah menghadapi berbagai potensi bencana yang mungkin terjadi. Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, secara langsung menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi mereka.
Apresiasi tersebut disampaikan dalam sebuah kegiatan silaturahim yang melibatkan ratusan personel satgas bencana dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kota Mataram. Acara ini berlangsung di halaman Kantor Wali Kota Mataram pada Jumat, 13 Februari 2026, sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras para satgas.
Kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi dan semangat juang dalam menghadapi ancaman bencana seperti banjir, angin kencang, hingga rob di pesisir. Pemkot Mataram menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat melalui peran aktif satgas bencana.
Apresiasi Wali Kota Mataram terhadap Kinerja Satgas Bencana
Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, menyatakan kebanggaannya terhadap kinerja luar biasa Tim Satgas Bencana Kota Mataram. Mereka telah berjibaku menangani berbagai bencana alam yang melanda, termasuk banjir, angin kencang disertai hujan, serta abrasi di Pantai Ampenan. Dedikasi ini memastikan masyarakat merasa terlayani dengan baik di tengah situasi sulit.
Mohan Roliskana menekankan bahwa para personel satgas telah menunjukkan dedikasi dan loyalitas tinggi di lapangan. Mereka bekerja secara kompak dan penuh tanggung jawab, menjadi garda terdepan dalam penanganan bencana. "Kami hanya bisa mengontrol, sesungguhnya yang benar-benar di lapangan dan langsung bertempur adalah para satgas," ujarnya, seraya menyampaikan terima kasih atas kerja keras mereka.
Kegiatan silaturahim ini dihadiri oleh ratusan personel dari berbagai OPD, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Lingkungan Hidup, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman. Turut hadir juga Sekretaris Daerah Kota Mataram, Ketua TP PKK Kota Mataram, staf ahli, para asisten sekda, serta pimpinan OPD lainnya. Acara ini diawali dengan senam bersama dan diakhiri dengan pembagian undian berhadiah, mempererat tali silaturahmi antaranggota satgas.
Mataram Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Akmad Muzaki, menegaskan bahwa Pemerintah Kota Mataram tetap siaga penuh menghadapi dampak cuaca ekstrem. Prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa puncak curah hujan dan potensi angin kencang masih akan berlangsung hingga akhir Maret 2026. Ini menjadi perhatian serius dalam upaya Kesiapsiagaan Bencana Mataram.
Saat ini, wilayah Kota Mataram sedang memasuki masa peralihan musim yang ditandai dengan kondisi cuaca yang tidak menentu. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana yang mungkin timbul. BPBD Mataram terus memantau perkembangan cuaca secara berkala untuk memberikan informasi terkini kepada publik.
Kesiapsiagaan ini mencakup antisipasi terhadap berbagai skenario bencana, mulai dari banjir bandang hingga tanah longsor, yang sering terjadi selama musim hujan. Koordinasi lintas sektor menjadi kunci dalam memastikan respons cepat dan efektif. Pemkot Mataram berkomitmen untuk melindungi warganya dari dampak buruk perubahan iklim yang semakin tidak terduga.
Strategi Pemantauan dan Posko Bencana
Untuk memastikan pemantauan kondisi di lokasi rawan bencana berjalan optimal, BPBD Kota Mataram menekankan seluruh personel dan satgas bencana untuk tetap dalam posisi siaga darurat. Mereka diwajibkan memantau situasi di lapangan secara intensif, terutama di kawasan pantai yang rentan terhadap gelombang pasang, abrasi, dan rob. Pemantauan juga difokuskan pada daerah aliran sungai yang berisiko banjir.
Posko utama bencana Kota Mataram masih berlokasi di Kantor BPBD Kota Mataram, Jalan Lingkar Selatan. Selain itu, posko-posko tambahan juga disiagakan di 50 kelurahan se-Kota Mataram dan di Pendopo Wali Kota Mataram. Keberadaan posko-posko ini sangat vital untuk koordinasi cepat dan penyaluran bantuan saat terjadi bencana.
Akmad Muzaki menjelaskan bahwa posko-posko yang sebelumnya berada di pinggir pantai telah dibongkar dan difokuskan ke kantor lurah setempat. Perubahan ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas koordinasi dan respons di tingkat lokal, memungkinkan penanganan bencana yang lebih cepat dan terstruktur di wilayah pesisir. Strategi ini merupakan bagian integral dari upaya Kesiapsiagaan Bencana Mataram.
Sumber: AntaraNews