Gerak Cepat Pemkot Mataram Salurkan Bantuan Gelombang Pasang Mataram di Kelurahan Bintaro

Pemerintah Kota Mataram bergerak cepat menyalurkan Bantuan Gelombang Pasang Mataram di Kelurahan Bintaro, pimpin langsung Wali Kota untuk pemulihan dan evakuasi warga terdampak.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Gerak Cepat Pemkot Mataram Salurkan Bantuan Gelombang Pasang Mataram di Kelurahan Bintaro
Pemerintah Kota Mataram bergerak cepat menyalurkan Bantuan Gelombang Pasang Mataram di Kelurahan Bintaro, pimpin langsung Wali Kota untuk pemulihan dan evakuasi warga terdampak. (AntaraNews)

Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), menunjukkan respons cepat dalam menangani dampak gelombang pasang yang melanda wilayah pesisir. Jajaran Pemkot Mataram melaksanakan gotong royong di Kelurahan Bintaro pada Kamis (22/1/2026) untuk membantu warga terdampak bencana.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, bersama Sekretaris Daerah Lalu Alwan Basri dan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN). Mereka bahu-membahu membersihkan sisa material bencana serta memastikan pemulihan awal kondisi lingkungan.

Langkah sigap ini merupakan upaya konkret pemerintah daerah dalam mempercepat proses pemulihan. Bencana gelombang pasang telah menyebabkan kerusakan signifikan pada pemukiman dan infrastruktur di kawasan tersebut.

Respon Cepat Pemerintah Kota Mataram

Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, menegaskan bahwa gotong royong ini adalah wujud sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Tujuannya adalah menghadapi dampak bencana serta mempercepat proses pemulihan lingkungan. Seluruh jajaran ASN Kota Mataram, dibantu TNI/Polri, turut serta membersihkan sampah dan material sisa bencana. Mereka bekerja di sekitar pantai, rumah warga, dan fasilitas umum yang terdampak.

Upaya pemulihan awal kondisi lingkungan dan pemukiman masyarakat terdampak menjadi prioritas utama. Kegiatan ini menunjukkan komitmen Pemkot Mataram dalam memberikan Bantuan Gelombang Pasang Mataram secara langsung. Hal ini juga bertujuan untuk meringankan beban para korban.

Pembersihan area terdampak menjadi langkah krusial untuk memastikan keamanan. Selain itu, ini juga mempersiapkan lingkungan agar dapat segera dihuni kembali. Fokus utama adalah mengembalikan fungsi fasilitas umum dan aksesibilitas warga.

Dampak dan Penanganan Korban

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, gelombang pasang setinggi 2-3 meter pada Kamis (23/1) menyebabkan kerusakan serius. Sebanyak 18 unit rumah rusak, mempengaruhi 25 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 100 jiwa. Para korban saat ini mengungsi di masjid dan rumah keluarga terdekat.

BPBD telah menyalurkan 300 karung pasir kepada warga untuk mencegah air masuk ke dalam rumah. Karung-karung ini diperuntukkan khusus bagi rumah warga, bukan untuk tanggul darurat di pinggir pantai. Untuk tanggul darurat, digunakan jenis geobag dari Balai Wilayah Sungai (BWS) karena lebih kuat dan tahan lama.

Wali Kota juga telah menginstruksikan BPBD untuk membangun dua posko komando bagi pengungsi. Selain itu, posko logistik didirikan di Kampung Bugis. Posko logistik ini berfungsi sebagai dapur umum dan pusat penyaluran bantuan logistik. Hal ini memastikan bantuan bahan makanan dan makanan siap saji dari Dinas Sosial (Dinsos) tepat sasaran.

Antisipasi Cuaca Ekstrem

Wali Kota mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada mengingat prediksi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Prediksi tersebut menyebutkan perubahan cuaca berupa hujan deras disertai petir, angin kencang, dan gelombang tinggi akan berlangsung hingga 26 Januari 2026.

Masyarakat diimbau untuk terus memantau kondisi perubahan cuaca guna mengurangi risiko bencana. Kewaspadaan dini sangat penting untuk melindungi diri dan keluarga dari potensi bahaya. Informasi terkini dari BMKG harus selalu menjadi rujukan utama.

Pemerintah daerah akan terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan instansi terkait. Tujuannya adalah memberikan informasi dan bantuan yang diperlukan. Kesiapsiagaan adalah kunci dalam menghadapi tantangan cuaca ekstrem yang mungkin terjadi.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi