Usul Dedi Mulyadi: Teras Dibongkar, Cihampelas Kembali ke Masa Sentra Jeans dan Outlet Ikonik
Namun begitu, Dedi menegaskan keputusan akhir tetap di tangan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi membocorkan usulannya soal Teras Cihampelas. Dedi mengatakan, daripada tak diurus secara berkelanjutan hingga mati gaya dan fungsinya, kawasan pedestrian berkonsep skywalk itu lebih baik dibongkar seluruhnya.
Namun begitu, Dedi menegaskan keputusan akhir tetap di tangan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan.
"Ya, kan kalau saya lebih punya saran. Kan kewenangan semuanya di wali kota ya. Saya lebih punya saran," ungkap Dedi usai menghadiri pelepasan calon taruna TNI di Makodam III/Siliwangi, Jalan Aceh, Bandung, Jumat (4/7).
Menurutnya, penataan ulang Teras Cihampelas tak bakal menyelesaikan persoalan tata ruang di daerah tersebut. Alih-alih berbenah, yang ada justru mengulang masalah klise, mulai dari inkonsistensi perawatan, penyempitan ruas jalan, hingga membuat pohon-pohon yang ada di sana tertutup beton.
"Kapan sih kita konsisten ngejagain? Itu ‘kan enggak pernah,” ujarnya.
Bagi politikus Gerindra itu, opsi terbaik adalah pembongkaran. Nantinya, bisa dihidupkan kembali suasana 'Cihampelas lama', yakni jalan legendaris di Kota Bandung yang identik dengan deretan outlet khas karena patung-patung super hero menempel di muka atap-atapnya.
"Menurut saya, kalau itu dibongkar, itu bisa dikembalikan ke Cihampelas lama. Dengan mengembangkan kembali outlet yang menjadi ciri khasnya Cihampelas," ucap Dedi.
Singgung soal Anggaran
Adapun soal anggaran, eks Bupati Purwakarta itu bilang Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat siap pasang badan. Kalau memang biayanya besar, Pemprov siap bantu dari segi teknis maupun dana. Seperti yang dilakukan di Bekasi untuk menata Kalimalang.
"Kita selalu mendukung di berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat. Yang hari ini memerlukan bantuan provinsi, kita turun secara teknis loh kayak kota Bekasi. Itu kan betul-betul meminta," ucap dia.
Dedi berharap, Cihampelas kembali seperti zaman dulu. Jalanan yang riuh dengan pelancong, toko-toko ngejreng, dan beragam produk jeans yang bikin pengunjung betah di Bandung.
"Tapi itu kan terserah pak wali kota. Kalau saya ‘kan memberikan saran saja," ucapnya.
Tanggapan Wali Kota Bandung
Sementara sebelum Dedi membeberkan usulannya itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkap pihak Pemerintah Kota masih akan melakukan kajian. Prosesnya kata Farhan bisa sampai sekitar satu tahun.
"Kajian itu masih panjang, lama, itu butuh waktu paling kurang setahun," ujarnya, Jumat (4/7).
Selama kajian itu berlangsung, pria yang pernah menjajaki karir sebagai penyiar itu mengatakan bakal melakukan sejumlah perawatan. Mulai untuk urusan keamanan, hingga perbaikan sejumlah fasilitas.
"Satu, 24 jam Satpol PP standby. Dua, Dinas Bina Marga akan memperbaiki semua infrastruktur. Tiga, Dinas Perhubungan akan menyediakan semua pencahayaan, baik PJL-nya maupun pedestrian-nya. Selesai," ucap dia.