Trivia Psikologi: Mengenal Tanda dan Dampak High Functioning Anxiety yang Sering Tak Disadari
Psikolog Caca Tengker mengungkap tanda dan dampak high functioning anxiety, kondisi kecemasan tersembunyi yang membuat seseorang tetap tampak normal. Kenali gejalanya agar tak salah langkah!
Psikolog dan figur publik Caca Tengker baru-baru ini menyoroti fenomena high functioning anxiety dalam sebuah acara di Jakarta Selatan. Kondisi ini menggambarkan seseorang yang tampak normal dan berfungsi baik, namun menyimpan kecemasan berlebihan di dalam dirinya.
Penjelasan ini disampaikan Caca Tengker pada acara Indonesia Summit 2025, Rabu lalu. Ia membedakan high functioning anxiety dari kecemasan biasa yang gejalanya lebih mudah terlihat dari luar.
Pemahaman mengenai high functioning anxiety sangat penting agar individu dapat mengenali tanda-tandanya. Dengan demikian, penanganan yang tepat bisa dilakukan sebelum kecemasan tersebut mengganggu kualitas hidup secara signifikan.
Mengenali Ciri Khas High Functioning Anxiety
Salah satu indikator utama dari high functioning anxiety adalah perasaan tidak pernah puas. Individu dengan kondisi ini cenderung terus mencari pencapaian berikutnya, bahkan setelah target awal mereka terpenuhi. Misalnya, target gaji 10 juta rupiah terasa tidak cukup dan langsung beralih ke target 20 juta rupiah.
Kecenderungan ini menciptakan siklus tanpa henti di mana kepuasan sejati sulit tercapai. Mereka selalu merasa ada yang kurang, mendorong mereka untuk terus bekerja lebih keras. Kondisi ini bisa sangat melelahkan secara mental dan emosional bagi penderitanya.
Selain itu, individu dengan high functioning anxiety seringkali sangat bergantung pada validasi dari lingkungan sekitar. Mereka mencari pengakuan atas usaha dan pencapaian mereka. Namun, ironisnya, pujian yang diterima justru dapat meningkatkan tekanan.
Pujian tersebut sering diartikan sebagai tuntutan untuk selalu tampil lebih baik di masa mendatang. Hal ini memperparah siklus kecemasan dan perfeksionisme. Mereka merasa harus terus-menerus membuktikan diri demi mempertahankan citra kesuksesan di mata orang lain.
Pentingnya Penanganan dan Lingkungan yang Mendukung
Caca Tengker menekankan pentingnya untuk tidak melakukan diagnosis diri sendiri terkait high functioning anxiety. Jika kecemasan mulai terasa mengganggu aktivitas sehari-hari, langkah terbaik adalah mencari bantuan profesional. Konsultasi dengan psikolog dapat memberikan penilaian yang akurat dan penanganan yang sesuai.
Mencari pertolongan sedini mungkin sangat disarankan. Jangan menunggu hingga kondisi mental terasa sangat tertekan atau "mentok" sebelum mencari bantuan. Penanganan yang dilakukan sejak awal akan jauh lebih efektif dan memudahkan proses pemulihan.
Lingkungan yang suportif juga memegang peranan krusial dalam proses penanganan high functioning anxiety. Dukungan dari keluarga, teman, atau rekan kerja dapat memberikan rasa aman dan mengurangi beban kecemasan. Lingkungan yang positif membantu individu merasa diterima apa adanya.
High functioning anxiety juga erat kaitannya dengan sifat perfeksionis yang berlebihan. Keinginan untuk mencapai kesempurnaan dalam segala aspek kehidupan dapat menjadi pemicu kecemasan. Caca Tengker mengingatkan bahwa manusia adalah tempatnya salah, dan mengejar kesempurnaan yang tidak mungkin hanya akan menambah beban. Menerima ketidaksempurnaan diri adalah langkah penting menuju kesehatan mental yang lebih baik.
Sumber: AntaraNews