Trivia: PM ke-32 Thailand, China Beri Selamat atas Terpilihnya Anutin Charnvirakul
Pemerintah China secara resmi mengucapkan selamat atas terpilihnya Anutin Charnvirakul sebagai Perdana Menteri Thailand ke-32. Siapa sebenarnya sosok pemimpin baru ini?
Pemerintah China secara resmi menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Anutin Charnvirakul sebagai Perdana Menteri ke-32 Thailand. Ucapan ini disampaikan melalui laman Kementerian Luar Negeri China yang diakses di Beijing pada Sabtu (6/9).
Anutin Charnvirakul, yang merupakan pemimpin dari Partai Bhumjaithai yang berhaluan konservatif, berhasil memenangkan pemilihan perdana menteri. Ia mengalahkan pesaingnya, Chaikasem Nitisiri dari Partai Pheu Thai, dalam pemungutan suara yang dilaksanakan pada Jumat (5/9).
Kemenangan Anutin ini menandai babak baru dalam kepemimpinan Thailand, sekaligus memperkuat hubungan bilateral antara Thailand dan China. Terpilihnya Anutin diharapkan dapat membawa stabilitas politik di tengah dinamika regional yang terus berkembang.
Hubungan Diplomatik Abadi: China dan Thailand
Ucapan selamat dari China ini menegaskan kembali eratnya hubungan persahabatan antara kedua negara. China dan Thailand telah lama dikenal sebagai negara tetangga yang dekat dan bersahabat, dengan ikatan yang tetap abadi.
Tahun ini menjadi momen penting karena menandai peringatan 50 tahun terjalinnya hubungan diplomatik antara China dan Thailand. Perayaan ini menjadi simbol komitmen kedua negara untuk terus memperkuat kerja sama di berbagai bidang.
Kementerian Luar Negeri China menyatakan, “China siap bekerja sama dengan Thailand untuk mempererat persahabatan, memperkuat komunikasi strategis, memperdalam kerja sama praktis, dan memajukan hubungan yang lebih dalam dalam membangun komunitas China-Thailand untuk masa depan bersama sehingga berkontribusi positif bagi perdamaian, stabilitas dan kemakmuran kawasan.” Pernyataan ini menunjukkan visi bersama untuk masa depan.
Profil dan Perjalanan Politik Anutin Charnvirakul
Anutin Charnvirakul, seorang pewaris perusahaan konstruksi besar di Thailand, memiliki rekam jejak politik yang cukup panjang. Sebelum menjabat sebagai Perdana Menteri Thailand, ia pernah menduduki posisi penting dalam pemerintahan.
Ia menjabat sebagai Menteri Kesehatan Masyarakat dari tahun 2019 hingga 2023, memainkan peran krusial dalam penanganan pandemi COVID-19 di Thailand. Selain itu, ia juga dikenal atas dukungannya terhadap legalisasi ganja pada tahun 2022, kebijakan yang cukup populer di kalangan masyarakat Thailand.
Anutin memulai karir politiknya di Partai Thai Rak Thai, sebuah partai yang didirikan oleh mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra. Pengalaman ini memberinya fondasi yang kuat dalam memahami seluk-beluk politik Thailand.
Dalam pemilihan, Anutin berhasil meraih dukungan signifikan, yaitu 311 suara dari total 500 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Thailand. Jumlah ini jauh melampaui ambang batas suara yang dibutuhkan untuk terpilih menjadi perdana menteri, sementara pesaingnya, Chaikasem, hanya memperoleh 152 suara, dengan 27 anggota abstain.
Dinamika Politik Thailand: Latar Belakang Pemilihan PM
Pemilihan Perdana Menteri Thailand yang baru ini diselenggarakan setelah Mahkamah Konstitusi secara resmi memecat Paetongtarn Shinawatra dari jabatannya sebagai perdana menteri. Keputusan ini memicu gelombang baru dalam ketegangan politik di negara tersebut.
Mahkamah Konstitusi mendapati Paetongtarn melanggar kode etik setelah mengkritik petinggi militer senior Thailand dalam panggilan telepon bersama pemimpin Kamboja Hun Sen. Insiden ini terjadi di tengah ketegangan perbatasan antara kedua negara.
Paetongtarn sendiri telah melayangkan gugatan atas putusan pemecatan tersebut pada Selasa lalu. Peristiwa ini menambah panjang daftar ketegangan politik di Thailand, yang bermula dari gesekan antara pemerintahan terpilih dan institusi pengadilan sejak pelengseran Thaksin Shinawatra dari jabatan perdana menteri pada tahun 2006.
Sumber: AntaraNews