Tragedi di Balik Pekerjaan, PSK Maumere Terjangkit Sifilis, Hamil dan Terlibat Kasus Pencurian
Petugas berhasil menangkap enam pekerja seks komersial (PSK) di sebuah rumah yang terletak di Jl. Teka Iku, Kelurahan Nangameting, Kecamatan Alok Timur.
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sikka, NTT melanjutkan upaya penertiban dengan melakukan razia terhadap praktik prostitusi yang tersembunyi di Kota Maumere pada Minggu, 2 November 2025.
Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan enam wanita yang terlibat sebagai pekerja seks komersial (PSK) di sebuah rumah yang terletak di Jl. Teka Iku, Kelurahan Nangameting, Kecamatan Alok Timur. Pemeriksaan medis mengungkapkan bahwa empat dari enam PSK tersebut positif terinfeksi penyakit menular seksual (PMS) jenis Sifilis, sementara satu orang lainnya dalam keadaan hamil.
Yosef Nong, Kepala Seksi Pengawasan, Pembinaan, dan Penyuluhan Satpol PP dan Damkar Sikka, menjelaskan bahwa penertiban ini berawal dari laporan masyarakat mengenai dugaan pencurian yang dilakukan oleh salah satu PSK.
"Warga memergoki salah satu pelaku mencuri di rumah penduduk. Setelah diamankan, diketahui bahwa perempuan tersebut juga kerap melakukan praktik seks komersial di Maumere," jelas Yosef Nong.
Dari hasil pemeriksaan, lima dari enam PSK mengaku sering beroperasi di berbagai losmen, kos, dan hotel di Kota Maumere.
"Ya, betul. Satu dari enam PSK merupakan anggota sindikat pencuri yang sering beraksi di rumah warga maupun toko dan kios," tambahnya.
Biaya Kencan dan Tempat Transaksi
Petugas mendapatkan informasi dari PSK yang mengungkapkan bahwa mereka menetapkan tarif antara Rp300.000 hingga Rp 500.000 untuk setiap kencan, tergantung pada jenis layanan yang diminta oleh pelanggan.
Menurut Yosef, Monumen Tsunami Maumere sering dijadikan tempat awal pertemuan atau "basecamp transaksi", sebelum pelanggan dan PSK berpindah ke losmen, penginapan, atau hotel sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat.
Lebih mengkhawatirkan lagi, banyak pelanggan yang tidak menggunakan alat pelindung (kondom) saat berhubungan, sehingga meningkatkan risiko penularan virus menular seksual. Setelah ditangkap, keenam PSK tersebut menjalani pemeriksaan HIV, Sifilis, dan kehamilan di Puskesmas Beru, Kelurahan Kota Baru. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa empat dari mereka positif terinfeksi Sifilis, sementara satu orang lainnya diketahui sedang hamil.
Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Sikka, Adeodatus Buang Dacunha, menyatakan keprihatinan mendalam terhadap maraknya praktik prostitusi serta meningkatnya kasus penyakit menular seksual di Maumere. "Kami sangat prihatin dengan kondisi ini. Temuan para PSK yang terinfeksi penyakit menular bahkan ada yang sedang hamil menjadi peringatan serius," ungkap Dacunha. Ia menegaskan pentingnya melakukan operasi rutin di kos, losmen, penginapan, dan hotel di wilayah Kota Maumere untuk menanggulangi masalah ini.
Dacunha juga menekankan pentingnya pendidikan kesehatan dan kesadaran masyarakat agar praktik prostitusi terselubung dapat ditekan, serta untuk melindungi generasi muda Kabupaten Sikka dari bahaya penyakit menular seksual. Dengan upaya yang lebih terfokus, diharapkan kondisi ini dapat diperbaiki dan masyarakat dapat lebih memahami risiko yang ada.