TPST Bantargebang Jadi Penyumbang Emisi Metana Terbesar Kedua Dunia
Temuan ini tertuang dalam laporan bertajuk “Spotlight on the Top 25 Methane Plumes in 2025: Landfills” yang dirilis pada 20 April 2026.
Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang di Bekasi, Jawa Barat, tercatat sebagai penyumbang emisi gas metana terbesar kedua di dunia sepanjang 2025. Temuan ini tertuang dalam laporan bertajuk “Spotlight on the Top 25 Methane Plumes in 2025: Landfills” yang dirilis pada 20 April 2026.
Berdasarkan laporan tersebut, TPST Bantargebang menghasilkan emisi metana sebesar 6,3 ton per jam. Angka ini menempatkannya tepat di bawah fasilitas pengolahan limbah di Buenos Aires yang mencatat emisi 7,6 ton per jam.
Riset UCLA dan Proyek STOP Methane
Laporan ini merupakan hasil riset dari Emmett Institute di University of California Los Angeles. Para peneliti menamai kajian ini sebagai proyek STOP Methane.
“Daftar ini merinci 25 lokasi di sektor limbah dengan tingkat emisi terdeteksi dan terukur terbesar di dunia, berdasarkan pantauan instrumen satelit utama sepanjang tahun 2025,” demikian keterangan dalam laporan tersebut, dikutip Rabu (6/5/2026).
Posisi ini juga menjadikan TPST Bantargebang sebagai sumber emisi metana terbesar di Asia, melampaui sejumlah lokasi di Malaysia dan India.
Dipantau dari Luar Angkasa
Tim peneliti memetakan sumber emisi ekstrem dari sektor tempat pemrosesan akhir (TPA) secara global. Data diperoleh dari pemantauan lebih dari 2.994 jejak gas (plumes) di 707 lokasi limbah di berbagai negara.
“Wawasan ini diperoleh dari data publik emisi metana milik Carbon Mapper yang memanfaatkan dua instrumen berbasis ruang angkasa: satelit Tanager-1 milik Planet Labs dan instrumen EMIT milik NASA di Stasiun Luar Angkasa Internasional,” tulis laporan tersebut.
Peneliti juga menegaskan bahwa hanya TPA yang terpantau minimal dua hari dengan setidaknya dua pengukuran yang dimasukkan dalam daftar.
“Kami hanya menyertakan TPA yang terpantau setidaknya selama dua hari dan memiliki setidaknya dua data pengamatan yang terukur,” demikian bunyi laporan tersebut.
Emisi Ekstrem di Antara Ribuan TPA
Dalam penjelasannya, para peneliti menyebut sebagian besar TPA di dunia hanya menghasilkan emisi dalam skala puluhan kilogram per jam. Namun, 25 lokasi teratas—termasuk TPST Bantargebang—memiliki tingkat emisi jauh lebih tinggi, yakni berkisar antara 3,6 hingga 7,5 ton metana per jam.
Selain tingkat emisi, laporan tersebut juga mencantumkan pihak operator yang berpotensi bertanggung jawab atas pengelolaan fasilitas. Untuk TPST Bantargebang, pengelola yang disebut adalah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Daftar 25 TPA Penyumbang Emisi Metana Terbesar 2025
Berikut peringkat 25 besar TPA dunia yang menjadi penyumbang emisi Metana 2025:
1. Campo de Mayo, Buenos Aires, Argentina - 7,6 ton/jam
2. Bekasi, Jawa Barat, Indonesia (TPST Bantargebang) - 6,3 ton/jam
3. Jeram, Selangor, Malaysia - 6,0 ton/jam
4. Secunderabad, Telangana, India - 5,9 ton/jam
5. Tiltil, Chile - 5,5 ton/jam
6. Talagante, Chile - 5,2 ton/jam
7. Riyadh, Arab Saudi - 5,1 ton/jam
8. Kamphaeng Saen, Thailand - 5,0 ton/jam
9. Penco, Chile - 5,0 ton/jam
10. Fazenda Rio Grande, Brasil - 4,9 ton/jam
11. Al Jummum, Arab Saudi - 4,9 ton/jam
12. Maharashtra, India - 4,9 ton/jam
13. Caieiras, Brasil - 4,8 ton/jam
14. Rodriguez, Filipina - 4,6 ton/jam
15. Algiers, Aljazair - 4,3 ton/jam
16. Hong Kong North District - 4,2 ton/jam
17. Simeprodeso, Meksiko - 4,1 ton/jam
18. Southern District, Israel - 4,1 ton/jam
19. Fyli, Yunani - 4,0 ton/jam
20. Mauá, Brasil - 4,0 ton/jam
21. Needville, AS - 3,8 ton/jam
22. Ray County, Iran - 3,8 ton/jam
23. Rajm Khashman, Kuwait - 3,8 ton/jam
24. Şile, Türkiye - 3,8 ton/jam
25. Menemen, Türkiye - 3,6 ton/jam