Tolak Bantuan Asing, Menhan Tegaskan Pemerintah Masih Mampu Tangani Bencana Sumatra
Menhan Sjafrie menegaskan pemerintah masih mampu menangani bencana yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan pemerintah masih mampu menangani bencana alam di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Hal tersebut disampaikan Sjafrie usai memberikan kuliah umum di Universitas Hasanuddin Makassar, Selasa (9/12).
Sjafrie mengatakan penanggulangan bencana Sumatra dipimpin secara langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Sjafrie menjelaskan berdasarkan hasil evaluasi, pemerintah masih mampu mengatasi penanganan bencana Sumatra.
"Beliau (Presiden Prabowo) sudah mengambil suatu evaluasi, bahwa bencana ini adalah bencana yang bisa kita atasi oleh bangsa sendiri," ujarnya.
Obat-obatan cukup
Sjafrie mengaku pemerintah memiliki kemampuan untuk menyalurkan logistik baik melalui darat, laut, dan udara. Selain itu, Sjafri juga memastikan stok obat-obatan untuk disalurkan ke daerah terdampak bencana juga cukup.
"Kita mempunyai tenaga medis yang sangat memberi bantuan yang berasal dari kampus-kampus, dari Universitas, termasuk Universitas Hasanuddin. Dan ini kita kolaborasikan menjadi satu sistem penanggulangan bencana," tegasnya.
Sjafri menambahkan bencana alam di Aceh, Sumut, dan Sumbar berbeda saat Tsunami yang terjadi pada 26 Desember 2004. Ia mengaku saat bencana tsunami lalu negara kesulitan sehingga meminta bantuan negara lain.
Beda dengan tsunami
"Ini berbeda dari pada saat dulu kita menghadapi tsunami. Kita mengalami kesulitan, karena kita tidak punya kemandirian. Sekarang kita mandiri untuk mengatasi bencana yang ada di Sumatra Utara, Aceh, dan Sumatra Barat," ucapnya.
Sebelumnya, Pemerintah Indonesia belum mengaktifkan mekanisme untuk menerima bantuan internasional dalam menghadapi banjir dan longsor yang terjadi di beberapa daerah di Sumatra. Hal ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Sugiono saat konferensi pers di Gedung Pancasila, Jakarta, pada hari Jumat (5/12/2025).
Indonesia masih mampu
"Saat ini kita belum membuka," ungkap Menlu Sugiono ketika ditanya mengenai kemungkinan bantuan dari negara lain. Ia menjelaskan bahwa pemerintah hanya akan meminta dukungan dari internasional jika kapasitas nasional sudah tidak mencukupi.
"Masih ditutup sampai kita merasa kita membutuhkan bantuan," tambahnya. Sugiono percaya bahwa Indonesia masih memiliki kemampuan untuk mengatasi situasi darurat ini dengan memaksimalkan semua sumber daya yang ada di dalam negeri.
"Tapi, saya kira kita dengan semua kekuatan, tadi disampaikan bahwa ini adalah upaya bersama, saya yakin kita bisa menyelesaikan masalah ini," tuturnya.