TNI Bantah Ada Prajurit Bekingi Perangkat Desa di Kebumen, Begini Duduk Perkaranya
TNI buka suara terkait viral video memperlihatkan dua anggota TNI melakukan tindakan kekerasan mengancam dan menganiaya terhadap warga Kebumen.
TNI buka suara terkait viral video memperlihatkan dua anggota TNI melakukan tindakan kekerasan mengancam dan menganiaya terhadap warga Kebumen, Jawa Tengah (Jateng).
Dandim 0709/Kbm Letkol Czi Ardianta Purwandhana menjelaskan bahwa video yang beredar dipotong, sehingga tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lokasi
"Cuma video yang dipotong-potong ceritanya tidak seperti itu. Memang benar pada video viral itu merupakan dua anggota Kodim Kebumen. Mereka itu datang tidak dalam rangka bekingi, tapi diminta nemani korban (Subkhi) karena kawatir atas keselamatannya," kata Ardianta Purwandhana, Jumat (28/2).
Perkara itu berawal ketika Asbbudi alias Acong bersama tiga orang bernama Afif, Basuki dan Mugi hendak menagih utang dengan mendatangi rumah Subkhi Ariyanto, Jumat (21/2) pukul 02.00 WIB.
Lantaran bertamu tidak wajar, oleh Subkhi yang merupakan perangkat Desa Seliling, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen, mereka tidak dibukakan pintu.
"Jadi ketika tiga orang datang tidak wajar, karena pemilik rumah ketakutan akhirnya tak ditemui," ungkapnya.
Alasan tidak dibukakan pintu karena mendapat intimidasi, kemudian Subkhi menghubungi dua rekannya bernama Kopda Albar dan Serda Hery.
Kemudian Subkhi, kedua anggota itu serta warga lain yakni Basuki, Mugi dan Sudrus mendatangi rumah Acong untuk klarifikasi pada pukul 02.30 WIB hingga 04.30 WIB.
"Ketika didatangi rumah Acong juga tidak bisa ditemui dan tak dibukakan pintu. Kemudian, mereka mendatangi rumah Afif karena yang terlihat dari CCTV mendatangi rumah Subkhi. Maksud dan tujuan ke rumah Afif adalah menanyakan kepada apakah benar yang bersangkutan ikut mendatangi rumah Subkhi bersama Acong," terangnya.
Sesampainya di rumah Afif, kedatangan Subkhi dan rombongan tidak diterima dengan ramah. Istri Afif yang melihat kemudian merekam video seolah-olah sudah mengetahui akan kedatangan Subkhi dan rombongan.
"Pada saat saudara Afif diklarifikasi, yang bersangkutan tidak mengakui bahwa pada tanggal 21 Februari 2025 sekira pukul 02.00 WIB. Tapi pernyataan saudara Afif disanggah oleh saudara Basuki bahwa saudara Afif berbohong," terangnya.
Atas pernyataan saudara Basuki tersebut selanjutnya saudara Afif emosi dan menendang saudara Basuki hingga mengancam menggunakan pisau dapur hingga membuat rombongan berhamburan ke luar rumah. Kemudian Basuki mengambil parang yang tergeletak di teras rumah Afif.
"Serda Heri yang melihat kejadian itu mencegah agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan mengambil parang itu. Afif dan Basuki terus berkelahi meskipun senjatanya telah diambil. Kemudian didorong mengenai tengkuknya (Afif)," jelasnya.
Dia menyebut Afif dan istrinya yang melihat kejadian tersebut kemudian merekam video dan akan memviralkan ke medsos. Pihaknya memastikan bahwa parang itu ditemukan di taman samping rumah Afif bukan dibawa oknum TNI dari rumah.
Hingga sampai saat ini permasalahan ini sebisa mungkin akan diselesaikan dengan kekeluargaan. Pihak Kodim berupaya meminta maaf kepada warga dengan cafa mediasi.
"Kami rencana akan dikumpulkan untuk mediasi dengan cara kekeluargaan," pungkasnya.