TNI AD Terus Siapkan Makanan untuk 168 Penyintas Banjir di Agam
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) melalui dapur umumnya masih aktif siapkan makanan bagi 168 penyintas banjir di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, memastikan kebutuhan pokok terpenuhi pasca-bencana.
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) terus menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat terdampak bencana. Di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, TNI AD aktif menyiapkan dan mendistribusikan makanan siap saji bagi para penyintas banjir. Bantuan ini difokuskan di lokasi pengungsian SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, yang menampung ratusan warga terdampak.
Inisiatif kemanusiaan ini telah berlangsung sejak 1 Desember 2025, menyusul banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada 27 November 2025. Dapur umum yang dikelola oleh Bekang Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol menjadi tulang punggung penyediaan logistik penting ini. Mereka memastikan para penyintas menerima asupan gizi yang cukup setiap harinya.
Lettu CBA Apri Azis, Kepala Tim Dapur Lapangan Palembayan, Perbekalan dan Angkutan (Bekang) Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol, menjelaskan operasional dapur umum ini. Kegiatan ini bertujuan untuk meringankan beban warga yang rumahnya terdampak banjir, sekaligus mendukung anggota TNI yang bekerja di lapangan.
Operasional Dapur Umum TNI AD di Agam
Dapur umum Bekang Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol di SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, beroperasi tiga kali sehari untuk memenuhi kebutuhan pangan. Lettu CBA Apri Azis merinci bahwa 168 porsi makanan disiapkan untuk sarapan dan makan malam bagi penyintas. Sementara itu, untuk makan siang, jumlah porsi ditingkatkan menjadi 250, juga mencakup anggota TNI yang membangun hunian sementara.
Variasi menu makanan menjadi perhatian utama agar penyintas tidak bosan dan tetap mendapatkan gizi seimbang. Menu yang disajikan meliputi telur, ikan teri, kentang, ayam, dan berbagai pilihan lainnya. Bahan baku untuk dapur umum ini didukung penuh oleh Dinas Sosial Agam dan pemerintah nagari setempat, memastikan kelancaran pasokan.
Lettu CBA Apri Azis menegaskan bahwa tidak ada kendala signifikan yang dihadapi selama operasional dapur umum. Baik dari segi ketersediaan bahan makanan maupun kebutuhan lainnya, semua berjalan lancar sejak dapur umum pertama kali dibuka. Hal ini menunjukkan koordinasi yang baik antara TNI AD dan pemerintah daerah.
Dinamika Dapur Umum dan Penyesuaian Bantuan
Sebelumnya, Bekang Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol mengoperasikan dua dapur umum di Kecamatan Palembayan. Lokasinya berada di SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, dan SDN 07 Koto Alam, Nagari Salareh Aia Timur. Pada masa awal bencana, dapur umum ini mampu menyediakan hingga 3.000 porsi makanan setiap hari, dengan 500 porsi per dapur umum untuk sekali masak.
Seiring berjalannya waktu, jumlah penyintas di lokasi pengungsian mulai berkurang secara bertahap. Banyak warga yang sudah dapat kembali mandiri atau menemukan tempat tinggal sementara lainnya. Kondisi ini menyebabkan penyesuaian jumlah makanan yang disiapkan oleh dapur umum. Pengurangan porsi dilakukan sesuai dengan kebutuhan aktual di lapangan.
Saat ini, Bekang Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol masih mengelola 13 dapur umum di berbagai lokasi bencana alam di Sumatera Barat. Khusus di Kabupaten Agam, dapur umum tersebar di beberapa titik strategis. Lokasi tersebut meliputi Palembayan, Maninjau, Sungai Tanang, dan Canduang, untuk memastikan bantuan merata.
Peran Dinas Sosial Agam dalam Penanganan Bencana
Kepala Dinas Sosial Agam, Villa Erdi, menjelaskan bahwa saat ini tujuh dapur umum masih aktif beroperasi di wilayah Agam. Jumlah ini telah berkurang signifikan dari 16 dapur umum yang didirikan pada awal masa tanggap darurat. Pengurangan ini terjadi karena sebagian besar dapur umum telah bertransisi untuk dikelola langsung oleh masyarakat setempat.
Dinas Sosial Agam tidak secara langsung mengelola dapur umum di bawah naungannya. Namun, peran lembaga ini sangat vital dalam memberikan dukungan logistik kepada dapur umum yang dikelola masyarakat. Bantuan yang diberikan meliputi beras, minyak goreng, mie instan, dan berbagai kebutuhan pokok lainnya. Dukungan ini memastikan dapur umum tetap dapat beroperasi.
Kolaborasi antara TNI AD, Dinas Sosial Agam, dan pemerintah nagari menjadi kunci keberhasilan penanganan pascabencana. Sinergi ini memastikan bahwa kebutuhan dasar para penyintas, terutama makanan, tetap terpenuhi. Upaya bersama ini mencerminkan respons cepat dan terkoordinasi dari berbagai pihak dalam menghadapi situasi darurat.
Sumber: AntaraNews