TMMD TNI AL 2025 di Tanjungpinang: 14 Hari Bakti Fisik & Nonfisik Demi Wujudkan Indonesia Emas
TMMD TNI AL 2025 Koarmada I di Kampung Melayu, Tanjungpinang, fokus pada pembangunan fisik dan nonfisik. Simak bagaimana program ini perkokoh kemanunggalan TNI-Rakyat!
Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) TNI Angkatan Laut (AL) Tahun Anggaran 2025 resmi digelar di Kampung Melayu, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Kegiatan ini menyasar dua fokus utama, yakni pembangunan fisik dan nonfisik, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat.
Pelaksanaan TMMD TNI AL ini berlangsung selama 14 hari, dimulai dari tanggal 22 Oktober hingga 4 November 2025. Inisiatif ini merupakan wujud nyata dari komitmen TNI AL dalam mendukung percepatan pembangunan daerah, khususnya di wilayah kerja Komando Armada (Koarmada) I.
Laksamana Pertama TNI Arif Badrudin, Kepala Staf Koarmada I, mewakili Panglima Koarmada I, secara resmi membuka kegiatan ini pada Rabu lalu. Ia menekankan bahwa TMMD ini merupakan upaya kolaboratif antara TNI AL, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk mencapai visi Indonesia Emas.
Sinergi Koarmada I Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan
TMMD TNI AL Koarmada I tahun 2025 mengusung tema penting: "Melalui Bakti TNI AL/TMMD Koarmada I Kita Perkokoh Kemanunggalan TNI dengan Rakyat untuk Mendukung Percepatan Pembangunan Menuju Indonesia Emas". Tema ini menegaskan tujuan utama program, yaitu memperkuat ikatan antara TNI dan rakyat.
Menurut Laksamana Arif, kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara signifikan. Selain itu, TMMD juga berfungsi sebagai platform untuk memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat, sebuah pilar penting dalam ketahanan nasional.
Program ini juga bertujuan mendukung percepatan pembangunan wilayah melalui sinergi yang erat. Keterlibatan TNI AL, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat menjadi kunci keberhasilan dalam mencapai target-target pembangunan yang telah ditetapkan.
Fokus Kegiatan Fisik dan Nonfisik TMMD TNI AL
Pelaksanaan TMMD TNI AL di Kampung Melayu mencakup berbagai kegiatan yang terbagi menjadi dua kategori utama. Kegiatan fisik berfokus pada perbaikan dan pembangunan infrastruktur dasar yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
Perbaikan tersebut meliputi tempat ibadah, sarana olahraga, fasilitas Mandi Cuci Kakus (MCK) umum, serta sumber air bersih. Peningkatan fasilitas ini diharapkan dapat secara langsung meningkatkan kenyamanan dan kesehatan warga Kampung Melayu.
Di sisi lain, kegiatan nonfisik berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesadaran masyarakat. Ini mencakup penyuluhan kesehatan, pemeriksaan gigi gratis, dan edukasi tentang pola hidup sehat. Sekitar 500 personel gabungan TNI AL dan masyarakat terlibat aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan ini.
Mempererat Kemanunggalan dan Semangat Gotong Royong
Laksamana Arif menyebut TMMD ini sebagai wujud nyata dharma bakti TNI AL dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Program ini secara efektif memperkokoh semangat gotong royong dan kebersamaan di wilayah kerja Koarmada I.
Diharapkan, TMMD akan menjadi program berkelanjutan yang memberikan manfaat langsung dan jangka panjang bagi masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mempererat hubungan harmonis antara TNI dan rakyat, menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pembangunan.
Pelaksanaan TMMD Koarmada I 2025 melibatkan berbagai unsur Forkopimda Kota Tanjungpinang, tokoh masyarakat, prajurit TNI AL, dan warga sekitar. "TMMD momentum penting dalam membangun semangat nasionalisme, kepedulian sosial, dan kolaborasi lintas sektor menuju kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah maritim, Indonesia," demikian pungkas Kepala Staf Koarmada I.
Sumber: AntaraNews