Tinjau Pabrik Elektronika di Bekasi, Wapres Gibran Dorong SMK Magang di Industri
Kunjungan ini menjadi simbol kuat komitmen pemerintahan Presiden Prabowo dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui sektor industri.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengunjungi pabrik elektronika PT Pembina Galindra Electric Co. yang berlokasi di Kawasan Bekasi International Industrial Estate (BIIE), Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (21/5/2025).
Kunjungan ini menjadi simbol kuat komitmen pemerintahan Presiden Prabowo dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui sektor industri.
"Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau kesiapan dan mencermati dinamika sektor manufaktur, sekaligus mendorong peningkatan kontribusi industri dalam negeri terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Di pabrik tersebut, Wapres menyaksikan secara langsung para pekerja yang tengah merakit berbagai perangkat elektronik," tulis siaran pers Kantor Sekretariat Wakil Presiden, Kamis (22/5).
Dalam kunjungannya, Wapres menekankan pentingnya peningkatan kandungan lokal dalam produk buatan Indonesia. Menurutnya, semakin besar Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), maka semakin kuat pula industri nasional.
Ia juga mengingatkan agar pelaku industri tidak hanya mengejar kemajuan teknologi, namun juga mengutamakan aspek ramah lingkungan dan keberlanjutan dalam setiap proses produksi.
Dorong Link and Match Dunia Industri dan Pendidikan
Di sisi pengembangan tenaga kerja, Gibran mendorong peningkatan keterlibatan siswa SMK dalam kegiatan magang dan praktik kerja lapangan (PKL) di industri.
Langkah ini diyakini dapat memperkuat kompetensi serta meningkatkan daya saing lulusan SMK di pasar kerja.
Sejalan dengan itu, Direktur PT TOA Galva Industries, Asep Saleh menyampaikan, program magang dan PKL memainkan peran penting dalam mempersiapkan siswa dan mahasiswa menghadapi dunia kerja.
Menurut Asep, program ini efektif menjembatani kesenjangan antara kompetensi akademik dan kebutuhan industri.
Terkait penerapan TKDN, Asep menyebut, komitmen perusahaan terhadap komponen lokal terus dilakukan, meskipun tingkatnya bervariasi tergantung jenis produk yang dihasilkan.
“Penerapan TKDN selalu menjadi bagian dari setiap proses produksi yang dijalankan perusahaan,” tegas Asep.