Tim SAR Gabungan Lanjutkan Pencarian Nelayan Hilang Pati Akibat Badai Laut
Tim SAR gabungan terus berupaya mencari satu nelayan yang masih hilang di perairan Pati setelah kecelakaan laut akibat badai. Pencarian Nelayan Hilang Pati ini diperluas hingga Rembang.
Tim SAR gabungan masih melanjutkan operasi pencarian seorang nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Pencarian ini melibatkan Satpolairud Polresta Pati dan TNI Angkatan Laut (AL). Korban hilang setelah perahunya dihantam badai saat melaut pada Rabu (21/1).
Kecelakaan laut ekstrem ini menyebabkan dua nelayan terjatuh ke laut. Salah satu korban, Oki Dimas Pebriyanto (25), ditemukan meninggal dunia pada Jumat (23/1) di perairan utara Juwana. Sementara itu, nelayan lainnya bernama Winarto (42) hingga kini belum ditemukan.
Kasat Polairud Polresta Pati, Kompol Hendrik Irawan, menjelaskan bahwa kondisi cuaca saat kejadian sangat ekstrem dengan angin kencang dan gelombang tinggi. Operasi pencarian terus diintensifkan dengan mempertimbangkan keselamatan personel dan dinamika gelombang laut.
Kronologi Kecelakaan dan Upaya Awal Pencarian
Peristiwa nahas ini terjadi pada Rabu (21/1) ketika dua nelayan asal Dukuhseti melaut di perairan Laut Jawa. Mereka dihantam badai yang menyebabkan keduanya terjatuh ke laut. Kondisi cuaca yang buruk menjadi faktor utama dalam insiden ini.
Setelah laporan kehilangan diterima, tim SAR gabungan segera memulai operasi pencarian. Penyisiran awal difokuskan di sekitar titik terakhir korban terlihat. Tim menggunakan perahu karet dari Satpolairud Polresta Pati dan Pos AL Banyutowo.
Pada Jumat (23/1), salah satu korban, Oki Dimas Pebriyanto, berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di perairan utara Juwana. Namun, Winarto (42) masih belum ditemukan, mendorong tim untuk melanjutkan upaya pencarian secara maksimal.
Perluasan Area Pencarian dan Keterlibatan Nelayan Lokal
Pada hari Sabtu (24/1), tim SAR melakukan penyisiran intensif dari perairan Banyutowo hingga wilayah Juwana. Perluasan area ini didasarkan pada pertimbangan arah arus dan kondisi cuaca di Laut Jawa. Upaya Pencarian Nelayan Hilang Pati terus ditingkatkan.
Tim SAR juga aktif berkoordinasi dengan nelayan setempat untuk memperluas jangkauan pencarian. Informasi dari masyarakat pesisir dinilai sangat membantu karena mereka memahami karakter perairan di lokasi kejadian. Keterlibatan nelayan lokal sangat krusial dalam operasi ini.
Kompol Hendrik Irawan menyatakan, "Kami melibatkan nelayan lokal karena mereka mengetahui pola arus dan titik-titik rawan. Setiap informasi dari masyarakat langsung kami tindaklanjuti". Pada Minggu (25/1), area pencarian diperluas lagi dari perairan Juwana hingga menuju perairan Rembang, mengikuti analisis pergerakan arus laut.
Imbauan Keselamatan dan Kondisi Cuaca Ekstrem
Meskipun pencarian terus berlanjut, keselamatan personel menjadi prioritas utama tim SAR. Kondisi gelombang laut yang masih cukup dinamis memerlukan kewaspadaan tinggi. Pencarian tetap dilakukan secara maksimal sesuai prosedur SAR.
Kompol Hendrik Irawan juga mengimbau para nelayan untuk selalu mengutamakan keselamatan saat melaut. Penting bagi nelayan untuk memperhatikan kondisi cuaca dan melengkapi diri dengan alat keselamatan. Pemantauan prakiraan cuaca adalah langkah krusial sebelum berangkat melaut.
"Kami mengingatkan nelayan agar selalu menggunakan alat keselamatan, memantau prakiraan cuaca, dan segera melapor jika terjadi kondisi darurat di laut," ujar Kompol Hendrik. Nelayan juga diminta tidak memaksakan diri melaut saat cuaca tidak memungkinkan, terutama pada musim angin barat.
Sumber: AntaraNews