Tim SAR Berhasil Evakuasi 24 ABK KM Mekar Alam Usai Terbakar di Laut Arafura
Tim SAR gabungan sigap melakukan **evakuasi ABK KM Mekar Alam** yang terbakar di Laut Arafura, Merauke. Ketahui detail operasi penyelamatan dramatis ini dan nasib nakhoda serta KKM yang tetap di kapal.
Tim SAR gabungan telah sukses mengevakuasi 24 anak buah kapal (ABK) KM Mekar Alam B setelah kapal tersebut dilalap si jago merah di perairan Laut Arafura, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Insiden ini terjadi pada Jumat (27/3), memicu respons cepat dari pihak berwenang untuk memastikan keselamatan seluruh kru kapal.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke, Rudi, menyampaikan bahwa seluruh ABK yang berhasil dievakuasi kini telah berada di Merauke dalam kondisi selamat. Sementara itu, dua kru lainnya, yakni nakhoda dan kepala kamar mesin (KKM), memilih untuk tetap berada di kapal nahas tersebut.
Kedua kru yang tersisa di kapal menunggu kedatangan kapal milik perusahaan yang akan melakukan penarikan KM Mekar Alam B ke pelabuhan. Operasi penyelamatan ini menunjukkan koordinasi yang baik antarpihak terkait dalam menghadapi situasi darurat di laut.
Kronologi Kebakaran dan Proses Penyelamatan Awal
Laporan mengenai terbakarnya KM Mekar Alam B diterima pada Jumat (27/3) sekitar pukul 14.29 WIT. Informasi awal ini didapatkan oleh Ragil, yang sebelumnya dihubungi oleh kapal nelayan lain yang berada di sekitar lokasi kejadian. Kebakaran diperkirakan bermula sekitar pukul 13.40 WIT di koordinat 09°13.600’ S dan 140°22.800’ E, dengan total 26 orang di atas kapal saat insiden terjadi.
Sebelum tim SAR tiba di lokasi, upaya penyelamatan awal telah dilakukan oleh kapal lain yang melintas. ABK kapal nahas tersebut berhasil dievakuasi oleh KM Sahabat pada pukul 15.55 WIT. Kemudian, pada Jumat sore sekitar pukul 17.00 WIT, seluruh korban dipindahkan ke kapal KM Bintang Mekar Mulia untuk penanganan lebih lanjut.
Kondisi cuaca di lokasi kejadian saat itu dilaporkan hujan ringan, dengan kelembaban berkisar antara 65–98 persen. Arah angin bertiup dari barat hingga utara, serta kecepatan angin antara 10–40 km/jam, menambah tantangan dalam proses penyelamatan di tengah laut.
Operasi Evakuasi Tim SAR Gabungan
Setelah menerima laporan, tim gabungan yang terdiri dari 17 personel segera bergerak menuju lokasi kejadian. Mereka menggunakan Rescue Boat 223, Rigid Inflatable Boat (RIB), dan berbagai peralatan pendukung lainnya untuk mempercepat proses evakuasi. Tim SAR tiba di lokasi pada pukul 19.30 WIT, melanjutkan proses evakuasi yang telah dimulai oleh kapal-kapal nelayan.
Tim SAR gabungan kemudian melakukan pemindahan 24 orang korban dari KM Bintang Mekar Mulia ke Rescue Boat 223. Proses evakuasi ini berjalan lancar meskipun dalam kondisi malam hari. Seluruh korban akhirnya tiba dengan selamat di Merauke pada Sabtu dini hari (28/03) pukul 00.02 WIT.
Setibanya di daratan, seluruh ABK yang dievakuasi diserahkan kepada pihak pengurus kapal dalam kondisi sehat dan selamat. Kecepatan respons dan kolaborasi antara kapal-kapal di sekitar lokasi serta tim SAR gabungan menjadi kunci keberhasilan operasi penyelamatan ini.
Kondisi ABK dan Rencana Penarikan Kapal
Dari total 26 ABK KM Mekar Alam B, 24 orang telah berhasil dievakuasi dengan selamat dan kini berada di Merauke. Mereka mendapatkan penanganan yang diperlukan setelah mengalami insiden kebakaran di tengah laut. Kondisi mereka yang selamat menjadi prioritas utama dalam operasi ini.
Dua kru yang tersisa, yaitu nakhoda dan kepala kamar mesin (KKM), mengambil keputusan untuk tetap berada di KM Mekar Alam B. Keputusan ini diambil sambil menunggu kapal milik perusahaan datang untuk menarik kapal yang terbakar tersebut ke pelabuhan. Keberadaan mereka di kapal bertujuan untuk mengamankan dan memantau kondisi kapal sebelum ditarik.
Pihak berwenang terus berkoordinasi dengan perusahaan pemilik kapal untuk memastikan proses penarikan KM Mekar Alam B dapat berjalan dengan aman dan lancar. Insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan pelayaran dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bahaya di laut.
Sumber: AntaraNews