Terungkap! Ini Dia 'Human Factor' di Balik 3 Kali Kecelakaan Transjakarta Beruntun
Pemprov DKI Jakarta mengungkap 'human factor' menjadi penyebab utama serangkaian kecelakaan Transjakarta yang terjadi. Apa saja langkah perbaikan yang akan dilakukan Transjakarta demi keselamatan penumpang?
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta baru-baru ini mengungkapkan penyebab di balik serangkaian kecelakaan bus Transjakarta yang terjadi dalam satu bulan terakhir. Insiden beruntun ini memicu perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim, menjelaskan bahwa temuan investigasi mengarah pada faktor manusia sebagai penyebab dominan. Hal ini menjadi fokus utama dalam upaya perbaikan ke depan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara khusus meminta pendalaman menyeluruh terkait insiden ini. Tujuannya adalah untuk memastikan langkah konkret diambil demi menjamin keselamatan penumpang dan pengguna jalan lainnya di ibu kota.
Penyebab Utama: Human Factor dalam Kecelakaan Transjakarta
Investigasi internal yang dilakukan oleh tim keselamatan Transjakarta secara konsisten menunjuk pada "human factor" sebagai akar masalah. Aspek ini mencakup berbagai elemen terkait kondisi dan kinerja pramudi saat bertugas.
Chico Hakim menegaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta menaruh perhatian khusus terhadap insiden-insiden yang melibatkan bus Transjakarta ini. "Dari temuannya (lebih dominan) faktor manusia atau human factor," kata Chico Hakim saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu. Fokus utama perbaikan akan diarahkan pada penguatan aspek manusia dari sisi pramudi.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah menginstruksikan agar dilakukan pendalaman lebih lanjut. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa semua penyebab kecelakaan Transjakarta dapat diidentifikasi dan ditangani dengan tepat.
Langkah Konkret Perbaikan untuk Pramudi Transjakarta
Transjakarta akan memfokuskan perbaikan pada peningkatan pelatihan pramudi melalui program Transjakarta Academy. Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan dan kesadaran keselamatan para pengemudi.
Selain itu, penguatan proses Fit To Work (FTW) juga akan diterapkan secara ketat. Proses ini memastikan bahwa seluruh pramudi berada dalam kondisi fisik dan mental yang layak saat bertugas, mengurangi risiko kecelakaan Transjakarta.
Terkait pemeriksaan penunjang keselamatan seperti rem secara berkala, Chico Hakim menjelaskan bahwa Transjakarta sudah rutin melakukannya. "Fokus perbaikan yang akan dilakukan adalah penguatan aspek faktor manusia pramudi, terutama melalui peningkatan pelatihan lewat Transjakarta Academy dan penguatan proses Fit To Work (FTW) untuk memastikan seluruh pramudi dalam kondisi layak saat bertugas," jelas Chico. Namun, penguatan pada faktor manusia tetap menjadi prioritas utama untuk mencegah insiden berulang.
Kronologi Tiga Kecelakaan Beruntun Transjakarta
Serangkaian kecelakaan Transjakarta yang menjadi sorotan dimulai pada Sabtu (6/9), ketika sopir berinisial LK (44) menabrak toko di Jalan Raya Minangkabau, Setiabudi. Insiden ini diduga terjadi karena kurangnya konsentrasi pengemudi, menyebabkan seorang penjaga toko inisial S (34) luka.
Kemudian, pada Kamis (18/9), sebuah bus Transjakarta koridor 3 terlibat kecelakaan lalu lintas dengan truk di Jalan Cideng Timur arah Harmoni. Kejadian ini menambah daftar insiden yang memerlukan perhatian serius dari pihak berwenang.
Sehari setelahnya, pada Jumat (19/9) sekitar pukul 05.30 WIB, bus Transjakarta rute koridor 11 Pulo Gebang-Kampung Melayu menabrak pengendara mobil, motor, hingga rumah toko di wilayah Cakung. Kecelakaan ini mengakibatkan sejumlah orang luka-luka serta kerusakan parah pada kendaraan dan bangunan.
Transjakarta berkomitmen untuk mengutamakan langkah-langkah perbaikan ke depan. Hal ini dilakukan demi menjamin keselamatan penumpang dan pengguna jalan lainnya, serta memulihkan kepercayaan publik terhadap layanan transportasi ini.
Sumber: AntaraNews