Terobosan dalam Penanganan Kanker Payudara yang Menjaga Kualitas Hidup
Bedah konservasi payudara onkoplastik merupakan teknik yang menggabungkan prinsip bedah onkologi dan bedah plastik dalam satu prosedur.
Bedah onkoplastik menjadi inovasi dalam perkembangan penanganan kanker payudara guna menjaga kualitas hidup pasien. Pendekatan modern dalam operasi kanker payudara melalui bedah onkoplastik, tidak hanya berfokus pada pengangkatan tumor tetapi juga mempertahankan bentuk alami payudara melalui teknik rekonstruksi.
Dokter spesialis bedah onkologi RS Siloam Lippo Village, Alif R. Soeratman, Sp.B, Subsp.Onk.(K), menerangkan bahwa pasien kanker payudara umumnya memiliki dua opsi bedah utama, yaitu mastektomi (yang melibatkan pengangkatan seluruh payudara) dan lumpektomi (yang hanya mengangkat sebagian jaringan yang terkena kanker).
“Namun, kini tersedia pendekatan bedah onkoplastik, yang menawarkan solusi lebih seimbang antara pengobatan dan estetika,” ujarnya dalam paparan media di Lippo Village, Karawaci, Tangerang, Kamis (13/2).
Bedah konservasi payudara onkoplastik merupakan teknik yang menggabungkan prinsip bedah onkologi dan bedah plastik dalam satu prosedur. Teknik ini memungkinkan pasien untuk menjalani pengangkatan tumor sekaligus mendapatkan rekonstruksi payudara secara langsung, sehingga mengurangi trauma psikologis akibat perubahan bentuk tubuh.
Menjaga Kepercayaan Diri Pasien
Dokter bedah onkologi ini menegaskan melalui pendekatan bedah onkoplastik memungkinkan pasien mendapatkan penanganan kanker yang optimal tanpa harus kehilangan rasa percaya diri akibat perubahan bentuk payudara.
“Ini adalah langkah besar dalam memastikan pasien kanker payudara tidak hanya selamat tetapi juga bisa menjalani hidup dengan kualitas yang lebih baik,” ujarnya.
Dokter spesialis bedah plastik RS Siloam Lippo Village Tangerang, Sweety Pribadi menambahkan dari beberapa studi, menunjukkan bahwa prosedur ini tidak hanya memberikan hasil estetika yang lebih baik, tetapi juga memiliki tingkat keberhasilan medis yang setara dengan metode konvensional (mastektomi dan lumpektomi).
Menurut Sweety, dampak psikologis akibat kehilangan payudara sering kali lebih berat dibandingkan aspek medisnya sendiri.
“Dengan teknik rekonstruksi yang tepat, pasien dapat pulih tidak hanya secara fisik tetapi juga emosional. Selain memungkinkan pengangkatan jaringan kanker tanpa mengorbankan bentuk payudara sehingga hasil akhir tetap terlihat alami,” ungkap dokter yang berfokus pada rekonstruksi payudara di RS Siloam Lippo Tangerang.
Diterangkan Alif bahwa kanker payudara masih menjadi salah satu tantangan terbesar dalam kesehatan perempuan di Indonesia. Berdasarkan data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) 2020, kanker payudara menempati urutan pertama sebagai jenis kanker dengan kasus terbanyak di Indonesia, dengan lebih dari 65.000 kasus baru setiap tahunnya.
“Sayangnya, banyak pasien yang baru terdiagnosis pada stadium lanjut, sehingga membutuhkan tindakan bedah yang lebih kompleks,” ucapnya.