Tavares Fokus Benahi Mental Persebaya Selama Jeda Kompetisi
Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, bertekad memulihkan mental pemainnya selama jeda kompetisi BRI Super League, menyusul kekalahan telak dari Borneo FC. Fokus utama adalah mengembalikan kepercayaan diri dan memperbaiki kesalahan tim untuk laga.
Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, menegaskan prioritas timnya adalah membenahi mental pemain selama jeda kompetisi BRI Super League. Jeda selama tiga pekan, yang bertepatan dengan masa libur Lebaran, akan dimanfaatkan secara optimal untuk mengembalikan kondisi psikologis tim. Langkah ini diambil setelah Persebaya menelan kekalahan telak 1-5 dari Borneo FC pada pekan ke-25 akhir pekan lalu.
Tavares menyatakan bahwa seluruh elemen tim merasakan kesedihan mendalam atas hasil yang tidak memuaskan tersebut. Namun, ia tidak ingin para pemain berlarut-larut dalam kekecewaan. Fokus tim kini beralih pada analisis mendalam terhadap kesalahan yang terjadi dan upaya perbaikan.
Target utama adalah mempersiapkan tim agar dapat tampil lebih baik dan solid saat menghadapi Persita Tangerang. Laga krusial ini akan menjadi ujian mentalitas dan strategi Persebaya setelah jeda kompetisi.
Evaluasi Mendalam Pasca Kekalahan Telak
Kekalahan 1-5 dari Borneo FC menjadi sorotan tajam bagi Persebaya Surabaya. Meskipun demikian, Bernardo Tavares menolak keras narasi yang menyalahkan individu atas hasil buruk tersebut. Ia menilai, kekalahan adalah tanggung jawab kolektif tim, bukan hanya satu pemain.
Pelatih berkebangsaan Portugal itu menjelaskan bahwa gol keempat lawan memang terjadi karena kesalahan individu bek tengah yang terjatuh. Namun, ia menekankan, "Tetapi kami kalah sebagai tim, jadi itu adalah kesalahan tim, bukan hanya satu pemain." Pernyataan ini menunjukkan upaya Tavares untuk menjaga mentalitas dan kekompakan tim.
Memojokkan satu pemain, menurut Tavares, hanya akan memperburuk kondisi mental tim menjelang pertandingan kandang yang sangat penting melawan Persita Tangerang. Pendekatan ini diharapkan dapat membangun kembali semangat juang tim tanpa adanya saling menyalahkan.
Strategi Pemulihan Mental Tim
Tavares juga memberikan pembelaan terkait keputusan tim untuk tetap bermain terbuka meskipun telah tertinggal jauh. Baginya, menyerah di tengah pertandingan bukanlah pilihan bagi Persebaya Surabaya. Ia menjelaskan bahwa tim memiliki dua opsi saat tertinggal: menyerah atau terus mencoba bermain.
"Kami memilih untuk terus mencoba menyerang, namun ketika kami membuka ruang, Borneo FC kembali mencetak gol," ungkap Tavares. Filosofi ini menunjukkan karakter tim yang pantang menyerah, meskipun harus berisiko kebobolan lebih banyak.
Selama jeda kompetisi, Tavares akan fokus pada aspek psikologis dan taktik. Pembenahan mental menjadi krusial untuk memastikan para pemain kembali dengan kepercayaan diri penuh dan siap menghadapi tantangan selanjutnya di liga.
Persiapan Menuju Laga Krusial Kontra Persita
Persebaya Surabaya dijadwalkan akan melakoni pertandingan pekan ke-26 BRI Super League dengan menjamu Persita Tangerang. Laga ini akan berlangsung pada tanggal 4 April 2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.
Pertandingan kandang ini menjadi kesempatan bagi Persebaya untuk bangkit dan membuktikan bahwa mereka telah belajar dari kekalahan sebelumnya. Dukungan penuh dari Bonek, suporter setia Persebaya, diharapkan dapat membakar semangat juang para pemain.
Dengan waktu persiapan yang cukup selama jeda, Tavares dan staf pelatih memiliki kesempatan untuk merancang strategi terbaik. Mereka juga akan memastikan kondisi fisik dan mental seluruh pemain berada pada puncaknya saat menghadapi Persita.
Sumber: AntaraNews