Persebaya Surabaya berambisi besar untuk mengakhiri catatan minor mereka saat bertandang ke markas Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, pada Sabtu malam. Pelatih kepala, Bernardo Tavares, secara terang-terangan menyoroti rekor buruk timnya di kandang Pesut Etam yang sudah berlangsung hampir tujuh tahun lamanya. Ini menjadi tantangan mental dan strategis bagi skuad Bajul Ijo.
Kunjungan Bajul Ijo kali ini bukan hanya sekadar perebutan tiga poin dalam lanjutan kompetisi, tetapi juga menjadi momentum penting untuk memutus tren negatif yang membayangi mereka setiap kali bermain di Samarinda. Tavares menekankan pentingnya fokus, kerja sama tim, dan sikap yang benar sepanjang 90 menit pertandingan krusial ini. Pertandingan ini diharapkan menjadi titik balik bagi Persebaya.
Pertandingan melawan Borneo FC diprediksi akan berjalan sengit mengingat performa konsisten tuan rumah di musim ini. Persebaya harus menunjukkan mentalitas juara dan strategi yang jitu untuk membalikkan sejarah pertemuan kedua tim, khususnya di Segiri, demi meraih hasil positif.
Advertisement
Advertisement
Rekor Buruk dan Kekuatan Kandang Borneo FC
Bernardo Tavares menjelaskan bahwa Persebaya Surabaya belum pernah meraih kemenangan di Stadion Segiri selama hampir tujuh tahun terakhir. Kemenangan terakhir Bajul Ijo di sana tercatat pada 23 Juni 2019, di mana mereka berhasil mengemas kemenangan tipis 2-1. Catatan ini menjadi satu-satunya kemenangan dalam beberapa tahun terakhir di kandang Borneo FC.
"Jika melihat sejarah pertemuan antara Borneo dan Persebaya, terakhir kali Persebaya menang di Samarinda adalah pada 23 Juni 2019, hampir tujuh tahun lalu. Itu waktu yang sangat lama. Artinya Borneo sangat kuat ketika bermain di kandang," jelas Tavares, dikutip dari laman resmi klub. Pernyataan ini menggarisbawahi dominasi Borneo FC saat berlaga di hadapan pendukungnya sendiri.
Pelatih asal Portugal itu menaruh perhatian besar pada detail permainan timnya karena ia sadar bahwa catatan Persebaya Surabaya saat bermain di Samarinda tidak berpihak pada Bajul Ijo. Konsistensi permainan Borneo FC, baik di kandang maupun tandang, menjadi perhatian utama bagi Persebaya, mengingat mereka mampu meraih hasil positif, termasuk saat bertandang ke markas Persija Jakarta dalam laga sebelumnya.
Advertisement
Tavares mengakui bahwa Borneo FC merupakan salah satu tim yang sangat sulit ditaklukkan di kompetisi musim ini. Kekuatan Pesut Etam terlihat dari konsistensi permainan dan kemampuan mereka meraih hasil positif, termasuk saat bermain di laga tandang. Ini menunjukkan bahwa Persebaya akan menghadapi lawan yang tangguh di semua lini.
Advertisement
Strategi dan Harapan Persebaya untuk Kemenangan
Menghadapi tantangan berat ini, Tavares meminta anak-anak asuhnya untuk mesti waspada terhadap kekuatan Borneo FC. "Kami tahu Borneo adalah tim yang kuat, kami melihat pertandingan terakhir mereka, dan kami melihat hasil bagus yang mereka dapatkan di kandang Persija," jelas Tavares. Ini menunjukkan bahwa Persebaya telah menganalisis permainan lawan dengan cermat.
"Bagi kami, yang terpenting adalah bermain sebagai tim dengan sikap yang baik dan fokus sepanjang 90 menit," pungkasnya. Pernyataan ini menegaskan filosofi Tavares yang mengutamakan kolektivitas dan mentalitas pantang menyerah. Persiapan matang telah dilakukan oleh skuad Persebaya untuk menghadapi kekuatan Borneo FC yang dikenal tangguh.
Mereka bertekad untuk memberikan perlawanan maksimal dan tidak gentar menghadapi tekanan suporter tuan rumah yang terkenal fanatik. Dengan semangat juang tinggi dan strategi yang telah disiapkan, Persebaya berharap dapat mematahkan dominasi Borneo FC di Segiri.
Advertisement
Kemenangan di laga tandang yang sulit ini akan menjadi suntikan moral berharga bagi tim dan para pendukung setia Bajul Ijo. Ini juga akan menjadi bukti bahwa Persebaya memiliki kapasitas untuk bersaing di papan atas kompetisi.
Sumber: AntaraNews